Penampakan jembatan melengkung yang menjadi salah satu ikon proyek wisata air Kalimalang di jalan KH Noer Ali, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
BEKASI (LB)- Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menargetkan pembangunan lima jembatan lengkung di kawasan wisata air Kalimalang, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
Pembangunan tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan Kalimalang yang diproyeksikan menjadi destinasi wisata air baru di Kota Bekasi.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengatakan satu jembatan lengkung telah rampung dibangun menggunakan anggaran corporate social responsibility (CSR).
“Kalau jembatan lengkung rencananya memang akan dibuat lima jembatan. Jembatan pertama sudah jadi menggunakan anggaran CSR,” ujar Idi di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (25/5).
Ia menjelaskan, saat ini dua jembatan lainnya tengah dikerjakan secara bersamaan di lapangan.
Menurut Idi, jembatan kedua dibangun melalui skema investasi, sementara jembatan ketiga dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Jadi memang saat ini dua jembatan lagi bekerja di lapangan,” kata dia.
Pembangunan kelima jembatan tersebut dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan skema pembiayaan masing-masing proyek. Untuk jembatan kedua, pembangunan ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
Sementara itu, jembatan ketiga diperkirakan selesai pada September hingga Oktober 2026.
Idi menuturkan, keberadaan jembatan lengkung di kawasan Kalimalang diharapkan dapat mempercantik kawasan sekaligus mendukung pengembangan wisata air di Kota Bekasi.
Namun, proses pembangunan saat ini berdampak pada lalu lintas di sekitar Jalan KH Noer Ali, Bekasi Selatan. Sebagian akses jalan harus ditutup sementara untuk mendukung pekerjaan konstruksi. “Memang untuk pembangunan konstruksi ini efeknya macet. Alasan penutupan total karena memang space kerjanya sempit, jadi harus dilakukan penutupan,” ujar Idi.
Ia menambahkan, penutupan jalan bersifat sementara hingga pemasangan struktur utama jembatan selesai dilakukan.
“Nanti setelah struktur atau abutment terpasang mungkin sudah enggak tutup jalan lagi,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, mengatakan pihaknya telah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow untuk mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi proyek.
“Untuk akses jalan di Kalimalang sudah dilakukan manajemen rekayasa lalu lintas. Di titik itu dilakukan contraflow,” ujar Zeno.
Ia menambahkan, sebanyak 20 personel Dishub Kota Bekasi diterjunkan setiap hari untuk membantu pengaturan lalu lintas selama proses pembangunan berlangsung.
Menurut Zeno, sistem contraflow di kawasan tersebut direncanakan berlangsung selama 60 hari kerja, menyesuaikan progres pembangunan jembatan. “Rencananya dilakukan contraflow di tempat itu selama 60 hari kerja,” kata dia. *
