VALENCIA – Barcelona menutup musim 2025/2026 dengan kekalahan. Melawan tuan rumah Valencia di Estadio Mestalla, Minggu (24/5) dini hari WIB, Barca menyerah1-3.
Bagi Tim Katalan, hasil ini memang tidak berpengaruh apa-apa, pasalnya mereka sudah mengunci gelar juara.
Dalam laga ini, kebuntuan pecah pada menit ke-61. Ferran Torres melepaskan tembakan dan dibelokkan Robert Lewandowski ke dalam gawang.
Valencia menyamakan pada menit ke-66. Umpan buruk Barca di pertahanan membuat Javi Guerra leluasa memotongnya dan mengirim sepakan mendatar ke gawang.
Lalu Valencia membalikkan keadaan pada menit ke-71. Sepakan Guerra terhalang, lalu muncul Rioja yang menyambar bola rebound ke pojok kanan gawang.
Wasit sempat memberikan penalti ke Valencia atas pelanggaran Marc Bernal. Tapi ia kemudian meninjau insiden dari VAR dan membatalkan penalti lalu memberi tendangan bebas di tepi kotak 16 pas.
Di masa injury time, Barcelona mendapat pukulan telak. Pada menit ke-97, tembakan keras Guido Rodriguez tak terjangkau oleh Wojciech Szczeszny, memberi Blaugrana kekalahan 1-3.
Hasil ini tak mengubah apa pun untuk Barca, yang tetap di puncak klasemen dengan 94 poin dari 38 pertandingan. Valencia berada di peringkat sembilan berbekal 49 poin.
Kegagalan menutup musim dengan lebih manis pun tak tercapai untuk Barca, terutama mengingat ini juga jadi laga perpisahan untuk Lewandowski.
Pelatih Barca Hansi Flick menilai kesalahan pertahanan yang berujung gol pertama Valencia menunjukkan lemahnya konsentrasi para pemain. Ia percaya para pemain mulai mengalihkan perhatian ke Piala Dunia atau libur musim panas.
“Kami melakukan kesalahan-kesalahan sepele dan mereka memakannya. Kemenangan Valencia itu lebih dari pantas. Piala Dunia adalah ajang besar dan para pemain mulai fokus ke sana, tapi musim depan itu akan lebih berat dan saya ingin semuanya fokus. Sekarang kami bisa ke Piala Dunia, atau liburan dan beristirahat,” ungkapnya dikutip Mundo Deportivo.
Ia menyebutkan, yang penting adalah para pemain kembali ke musim baru dengan semangat yang tinggi. “Tapi yang terpenting adalah Barca dan ketika kami kembali, kami akan melanjutkan perjalanan dan saya menginginkan 100% komitmen dari semua orang,” tuturnya.
Di sisi lain Flick juga mengakui bahwa Valencia, yang sedang berjuang meraih tiket ke Eropa meskipun akhirnya gagal, memang tampil lebih bersemangat untuk meraih kemenangan dibandingkan timnya.
“Kami melakukan kesalahan sepele setelah mencetak gol, dan mereka memanfaatkannya untuk mencetak gol-gol yang memberi mereka kemenangan. Kekalahan ini tidak mempengaruhi musim kami yang diakhiri dengan gelar juara. Kami menerima hasil ini karena kemenangan Valencia memang layak. Mereka menunjukkan bahwa mereka memiliki sesuatu yang lebih untuk diperjuangkan,” ungkap Flick.
Flick juga memberikan pandangannya tentang gol ke-120 dan terakhir Lewandowski sebagai pemain Barcelona, yang menurutnya mencerminkan kualitas striker veteran tersebut.
“Melihat golnya, Anda akan berpikir bahwa sepanjang kariernya, dia selalu berada di posisi yang tepat pada waktu yang tepat. Dia pantas bermain di pertandingan ini dan mendapatkan perpisahan seperti yang diberikan oleh para penggemar. Kekalahan memang mengecewakan, tetapi saya senang dengan musim ini,” ujar Flick.
Flick juga sempat menyinggung sedikit tentang musim depan, meskipun ia ingin sejenak menjauh dari dunia sepak bola. “Sekarang saya harus menganalisis hal-hal untuk perbaikan di masa depan. Ada beberapa hal hari ini yang tidak berjalan dengan baik, tetapi secara keseluruhan musim ini sudah bagus. Kami adalah juara dan sekarang saatnya untuk berlibur dan bersiap menghadapi musim yang baru,” kata Flick dengan optimisme.
Sementara pelatih Valencia, Carlos Corberan, memberikan pujian bagi kerja keras dan performa para pemainnya terutama di paruh kedua musim ini. “Upaya tim di paruh kedua musim ini sungguh luar biasa. Penambahan pemain yang datang di paruh kedua tahun ini, bersama dengan komitmen para pemain yang sudah ada, telah memungkinkan tim untuk meningkatkan daya saing kami,” ujar Corberan dilansir dari laman resmi klub.
Corberan juga mendapatkan pertanyaan terkait masa depannya di Mestalla. “Ini bukan waktunya membicarakan masa depan, melainkan masa kini. Kami semua menyesal tidak memberikan sesuatu yang bisa membuat para penggemar bersorak dan tidak mengubah dinamika musim yang belum menunjukkan konsistensi, meskipun kami memiliki paruh kedua musim yang fantastis. Hari ini adalah momen yang menyakitkan karena kekecewaan tidak mencapai target kami (lolos ke kompetisi Eropa),” tandasnya.
