Mikel Arteta dan Bukayo Saka patut bersukacita.
LONDON – Arsenal resmi menjuarai Liga Inggris 2025/2026. Hasil ini sekaligus mengakhiri penantian panjang 22 tahun. Tidak akan ada lagi pihak yang meremehkan Arsenal.
Kepastian Arsenal jadi juara liga didapat setelah Manchester City bermain imbang 1-1 di kandang Bournemouth, Rabu (20/5) dini hari WIB. City cuma bisa menyelamatkan satu poin lewat gol Erling Haaland di pengujung laga.
El Junior Kroupi sempat membawa The Cherries memimpin di menit ke-42. Dengan 78 poin, City otomatis tidak bisa lagi mengejar Arsenal yang punya 82 poin di sisa satu laga.
Terakhir Arsenal juara liga pada 2003/2004 saat meraihnya dengan status Invincibles. Setelah itu prestasi Arsenal melorot tajam dan bahkan sempat lama tidak lolos ke Liga Champions. Arsenal bangkit bersama Mikel Arteta sejak 2020 yang ditandai dengan tiga gelar runner-up beruntun sejak 2023 hingga 2025.
Arsenal juga bisa mengakhiri ‘kutukan’ posisi kedua yang selama ini lekat dengan Arteta. Arsenal bisa melengkapi torehan double winner andaikan mengalahkan Paris Saint-Germain di final Liga Champions 30 Mei.
Arteta pun meminta semua pihak merayakannya. “Kita kembali menorehkan sejarah, bersama-sama. Saya tidak bisa lebih bahagia dan bangga lagi untuk semua orang yang terlibat di klub sepakbola ini. Mari nikmati momen ini,” kata Arteta, dalam video yang dirilis Arsenal.
Musim ini, Arsenal tampil konsisten sepanjang musim. Mereka hampir semua pekan menguasai klasemen Liga Inggris, mengungguli para rivalnya.
Ini menjadi gelar Liga Inggris ke-14 dalam sejarah Arsenal dan pertama sejak 2004. Kala itu The Gunners masih dipegang Arsene Wenger yang juga pernah melatih Arteta pada 2011-2016.
Arteta pun menjadi manajer kedelapan yang membawa The Gunners sebagai kampiun liga setelah Herbert Chapman (2 kali), Joe Shaw, George Allison (2), Tom Whittaker (2), Bertie Mee, George Graham (2) dan Wenger (3).
Namun ia menjadi manajer termuda yang pernah membawa Arsenal juara Liga Inggris, yakni 44 tahun 54 hari. Ia mematahkan rekor Graham yang lebih tua 124 hari darinya sewaktu membawa Arsenal juara liga pada 1989 silam.
Arteta juga menjadi manajer Arsenal dengan persentase kemenangan tertinggi, yakni 212 dari 351 laga alias 60,4 persen. Namanya akan makin harum jika mampu membawa Meriam London mengalahkan Paris Saint-Germain di final Liga Champions.
Sebab dengan itu ia akan menjadi manajer pertama yang membawa Arsenal menjadi juara kompetisi antarklub tertinggi Eropa, sesuatu yang tak pernah dilakukan para pendahulunya.
Kali ini Arsenal benar-benar menjaga trofi untuk mereka sendiri berbekal pertahanan yang solid sepanjang musim. Arsenal jadi tim paling banyak mengoleksi clean sheet, yakni 19.
Mereka juga jadi tim paling sedikit kebobolan, yakni 26 gol, tapi juga tajam dengan 69 gol, hanya kalah dari 76 gol milik City. Mereka juga jadi tim yang mampu meredam serangan lawan paling baik.
Paling sedikit kemasukan xG (peluang berujung gol), yakni 27,32. Arsenal hanya membiarkan lawan membuat peluang emas musim ini sebanyak 48, paling sedikit di antara tim-tim lain. Itulah mengapa rata-rata lawan cuma bisa melepaskan total delapan shot saat menghadapi Arsenal.
Bukayo Saka begitu emosional dan menyebut tidak akan ada lagi orang-orang yang menertawakan Arsenal.
Dilansir dari Mirror, ada momen menarik saat kamera mengarah ke Saka di depan kabinet trofi buat Liga Inggris yang masih kosong di lorong Stadion Emirates. Sang winger tampak begitu emosional. “22 Tahun mereka menertawakan kami. Kabinet trofi ini akan bersinar. Mereka tidak akan meremehkan Arsenal lagi,” tegas Saka.***
