Laga Real Madrid melawan Real Sociedad.
MADRID – Real Madrid sempat tertinggal dari Real Sociedad sebelum akhirnya lolos ke final Copa del Rey. Pelatih Madrid Carlo Ancelotti tak pernah meragukan semangat pantang menyerah timnya.
Madrid melawan Sociedad pada leg kedua semifinal Copa del Rey di Santiago Bernabeu, Rabu (2/4) dini hari WIB. Los Blancos berbekal kemenangan 1-0 dari leg pertama.
Sociedad membuka keunggulan melalui gol Ander Barrenetzea pada menit ke-16. Barrenetxea bergerak di belakang Lucas Vazquez untuk mencapai bola sodoran Pablo Marin, dan melakukan penyelesaian mendatar untuk membuat kedudukan agregat menjadi imbang.
Endrick yang merupakan pencetak gol semata wayang pada leg pertama, beberapa kali mengancam gawang tim tamu. Ia kemudian menyamakan kedudukan menjadi imbang 1-1, dan Real unggul agregat 2-1, melalui sepakan cungkilnya.
Sebelum turun minum, Real Sociedad sempat meminta hadiah penalti setelah Takfusa Kubo dijatuhkan Vinicius di kotak terlarang. Namun wasit tidak memberikannya.
Pada babak kedua, pelatih Real Carlo Ancelotti memasukkan Kylian Mbappe untuk menggantikan Endrick. Namun justru Real Sociedad yang mampu kembali mendapatkan gol, kali ini pada menit ke-72 saat David Alaba mencetak gol bunuh diri akibat bola tembakan Pablo Marin terdefleksi dirinya dan mengecoh kiper Andriy Lunin.
Tim tamu memperbesar keunggulannya melalui sepakan Mikel Oyarzabal yang terdefleksi dan mengecoh kiper Lunin pada menit ke-80.
Tertinggal dua gol memicu reaksi agresif dari Real. Vinicius bergerak lincah melewati pengawalnya dan mengirimkan umpan untuk dikonversi menjadi gol oleh Jude Bellingham pada menit ke-82.
Pada menit ke-86, giliran Aurelien Tchouameni yang mencatatkan namanya di papan skor saat sundulannya gagal ditangkap dengan sempurna oleh kiper Real Sociedad Alex Remiro.
Oyarzabal mencetak gol keduanya pada menit ke-90+3 dengan memaksimalkan tendangan bebas Sergio Gomez untuk memaksakan laga dilanjutkan dengan perpanjangan waktu.
Rudiger lantas menjadi pahlawan Real pada fase akhir tambahan waktu, saat sundulannya dari tendangan sudut Arda Guler gagal diantisipasi kiper Remiro, untuk membawa Los Blancos ke final.
Madrid sempat berada dalam posisi terdesak setelah tertinggal 1-3 sampai menit ke-80. Pada prosesnya, pertandingan berakhir dengan skor 4-3 untuk keunggulan Sociedad di waktu normal dan membuat laga harus berlanjut ke perpanjangan waktu.
“Saya tidak pernah berpikir kami tersingkir. Apa pun bisa terjadi di Bernabeu, apalagi di pertandingan seperti ini dengan atmosfer seperti ini, ketika kami harus melawan. Kami tidak pernah menyerah,” ujar Ancelotti seperti dilansir ESPN.
Ancelotti mengakui Madrid melakukan banyak kesalahan. Bagaimanapun, yang paling penting baginya adalah Madrid lolos ke final Copa del Rey.
“Tadi pertandingan yang menghibur dengan banyak gol dan banyak hal positif. Kami mencapai target kami, kami ke final lagi. Banyak hal positif, banyak kesalahan, tapi pada akhirnya kami melakukannya,” ucap Ancelotti.
Khusus bagi Endrick, itu menjadi gol ketujuhnya musim ini. Sebanyak lima gol sudah dicetaknya di Copa del Rey.
Torehan lima gol dilesakkan Endrick dari 5 penampilannya. Ia menjadi pemain pertama Real Madrid yang bisa melesakkan gol sebanyak itu di Copa del Rey, setelah terakhir Cristiano Ronaldo yang melakukannya.***
