PSG Atasi Bayern, Tapi Masih Ada Leg Kedua

Selebrasi pemain PSG saat mengalahkan Bayern Munich.

JAKARTA – Paris Saint-Germain (PSG) memenangkan salah satu pertandingan Liga Champions paling dramatis saat melawan Bayern Muenchen pada leg pertama semifinal Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Paris, Selasa (29/4) dinihari WIB. PSG menang dengan skor 5-4.

Kejar mengejar gol terjadi ketika PSG membuat lima gol, sedangkan Bayern mencetak empat gol. Khvicha Kvaratskhelia (24, 56) dan Ousmane Dembele (45+5p, 58) masing-masing mencetak dua gol untuk PSG, sedangkan satu gol lainnya dibuat Joao Neves (33).

Sementara keempat gol Bayern dilesakkan oleh empat pemain berbeda, yakni Harry Kane (17p, Michael Olise (41), Dayot Upamecano (65) dan Luis Diaz (68).

Hanya 4 pertandingan dalam sejarah Liga Champions yang mencetak lebih banyak gol, kemenangan Borussia Dortmund 8-4 atas Legia Warszawa di babak grup 2016/17 total mencetak 12 gol.

Kemenangan ini  merupakan kemenangan ke-100 PSG di Liga Champions dari Matchday 1 hingga final. Mereka adalah tim Prancis pertama yang mencapai angka 100.

Walau menang,  pelatih PSG Luis Enrique angkat topi untuk mentalitas Bayern, yang tak goyah meski ketinggalan tiga gol. “Saya belum pernah melihat pertandingan dengan ritme seperti itu sebelumnya. Kami harus menyelamati lawan, para pemainnya. Ketika kami memegang keunggulan 5-2 seperti itu, lawan mengambil risiko begitu besar, mereka tim yang top. Pertandingannya sulit dan lag kedua akan begitu juga,” ujar Enrique kepada Canal+.

Ia juga mengaku gembira dengan penampilan timnya di laga yang luar biasa. “Nikmati saja, dan Anda mesti menyadari bahwa ini baru kekalahan ketiga yang mereka telan sepanjang musim. Kami sangat senang, dan saya rasa berhak menang, tapi juga pantas untuk imbang, dan bahkan bisa saja pantas kalah, karena pertandingannya memang se-luar biasa itu,” ujarnya.

Enrique tidak  hanya membawa Paris Saint-Germain memenangi leg pertama Semifinal Liga Champions. Dia juga memecahkan rekor Pep Guardiola. Enrique jadi pelatih tercepat yang mencapai jumlah 50 kemenangan, hanya 77 laga, melewati rekor 80 laga Guardiola.

Selain 50 kemenangan, Enrique menderita 18 kekalahan dan sembilan hasil imbang. Dia punya rataan 2,06 poin per laga.

PSG juga jadi tim kedua di Liga Champions yang mencetak minimal dua gol atau lebih di delapan laga fase gugur beruntun. Sebelum ini ada Barcelona-nya Enrique pada 2016.

Kemenangan ini menjadi modal penting PSG menatap leg kedua. Juara bertahan Liga Champions itu dijadwalkan kembali menghadapi Bayern di Allianz Arena, Kamis (7/5) dinihari WIB.

Dembele menegaskan bahwa PSG tidak akan bermain bertahan untuk sekadar mengamankan keunggulan satu gol. “Pertandingan yang luar biasa dan kami akan pergi ke Munich untuk mencari kemenangan lain demi lolos. Kami harus fokus. Kami tidak akan mengubah filosofi kami, kami akan menyerang dan mereka juga, jadi saya pikir itu akan menjadi pertandingan kedua yang indah,” kata Dembele kepada Canal+.

Sementara pelatih Bayern Vincent Kompany merasa Bayern Munich semestinya bisa mencetak gol lebih banyak. Bayern hanya sedikit kurang efektif. “Kita melihat bahwa pertandingan bergantung pada detail-detail terkecil. Detail-detail ini akan sama pentingnya di leg kedua. Di rumah sendiri, kami harus siap memberikan segalanya, dan itu termasuk para penggemar,” ujar Kompany kepada Amazon Prime.

Ia juga tak terima timnya dihukum penalty.  Kompany meyakini, keputusan wasit tidak tepat. Bek kiri Bayern Alphonso Davies dianggap melakukan handball ketika mencoba mem-blok crossing Dembele. Namun, insiden ini jadi kontroversi. Rekaman video pertandingan memperlihatkan, bola Dembele membentur paha Davies dulu baru mengenai lengannya.

VAR sudah melakukan tinjauan, dan pada prosesnya wasit Sandro Schaerer menunjuk titik 12 pas di kotak penalti Bayern Munich. Dembele maju sebagai algojo, menaklukkan Manuel Neuer dan membawa PSG memimpin saat half-time. “Penaltinya sangat diperdebatkan. Bolanya kan mengenai badan dia lebih dulu baru mengenai lengan dia,”  tuturnya.

Gelandang Bayern, Joshua Kimmich yakin bisa membalikkan keadaan di leg kedua. “Saya pikir pertandingan akan terbuka, tetapi tidak menyangka akan seterbuka ini. Di akhir laga, mereka terlihat lelah. Kami merasa punya peluang. Secara keseluruhan, masih ada yang bisa kami lakukan (di led kedua),”  kata Kimmich.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *