BMKG memprakirakan musim kemarau di Sumatera Selatan berlangsung mulai Mei 2026.
JAKARTA (LB)- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah mitigasi menghadapi fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung lebih panjang pada musim kemarau tahun ini.
Sekretaris Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, mengatakan El Nino berpotensi memunculkan tiga dampak utama di Jakarta. “Dampaknya ada tiga isu utama, yakni kekeringan, potensi kebakaran termasuk di kawasan perkotaan Jakarta, serta meningkatnya polusi udara,” kata Sekretaris Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat dalam keterangan resminya, Senin (27/4). Ia menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta rapat lintas sektor bersama pemerintah pusat, TNI-Polri, dan instansi terkait, fenomena El Nino tahun ini diperkirakan berlangsung lebih lama dibandingkan 2023.
Untuk mengantisipasi potensi kekeringan, BPBD DKI Jakarta tengah menyusun rencana modifikasi cuaca bersama BMKG pada periode musim kemarau.
Teknologi yang digunakan berbeda dengan penanganan pada musim hujan dan ditujukan untuk mengurangi dampak kekeringan, terutama saat puncak El Nino yang diperkirakan terjadi pada Agustus.
“Ini sedang kami susun bersama BMKG untuk melihat kebutuhan implementasinya agar dampak El Nino bisa diminimalisasi,” katanya.
Selain modifikasi cuaca, BPBD juga akan mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Air Bersih dan berkoordinasi dengan PAM Jaya untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak.
Mobil tangki air juga disiapkan dan dapat dioperasikan sewaktu-waktu guna memenuhi kebutuhan air bersih di lapangan.
Untuk menekan polusi udara selama musim kemarau, BPBD DKI Jakarta akan mengaktifkan peralatan water mist milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Perangkat serupa yang tersedia di sejumlah gedung juga akan dioptimalkan guna membantu memperbaiki kualitas udara di Jakarta.
Upaya tersebut sekaligus dilakukan untuk meminimalkan potensi kebakaran, termasuk di kawasan perkotaan.
BPBD DKI memastikan langkah mitigasi dilakukan melalui koordinasi lintas sektor bersama pemerintah pusat, TNI-Polri, dan instansi terkait guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran.
Seluruh rangkaian langkah tersebut nantinya akan dituangkan dalam Instruksi Gubernur sebagai pedoman bagi perangkat daerah dalam menghadapi dampak El Nino di Jakarta. “Nantinya dituangkan dalam Instruksi Gubernur sebagai pedoman seluruh perangkat daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering,” katanya. *
