Berat, Langkah Chelsea Tembus Zona Liga Champions

Cole Palmer, Pemain Chelsea.

LONDON – Chelsea dalam situasi sulit. Langkah The Blues untuk tembus zona Liga Champions musim depan berat, malah lebih dekat finis ke peringkat 12 klasemen.

Chelsea saat  ini ada di peringkat keenam Klasemen Liga Inggris, dengan 48 poin dari 33 laga. Mereka lagi kalah empat laga beruntun.

Chelsea tertinggal tujuh poin dari Liverpool di atasnya, sebagai batas aman ke zona Liga Champions musim depan. Untuk diketahui, Inggris dapat lima jatah di Liga Champions musim depan.

Tapi, situasi Chelsea sangat sulit. Mereka lebih jauh tertinggal poinnya dari Liverpool, dibanding dibayangi enam tim di bawahnya.

Chelsea dibayangi Brentfrod dan Bournemouth dengan poin yang sama, 48 poin. Brighton dan Everton cuma berjarak satu poin. Sunderland di peringkat ke-11 punya 46 poin dan Fulham di peringkat ke-12 punya 45 poin. Ya, enam tim di bawah Chelsea punya selisih tidak lebih dari tiga poin!

Chelsea punya selisih gol lebih baik dari enam tim tersebut, yakni 11 gol. Pesaing terdekatnya adalah Brighton dengan enam gol. Chelsea tidak boleh lagi kepeleset andai mau jaga asa lolos ke Liga Champions musim depan. Kalau kepeleset lagi, siap-siap turun posisinya.

Di peringkat keenam saat ini, Chelsea mengamankan tiket ke Liga Europa. Sementara tiket ke UEFA Conference League adalah jatah tim di peringkat ketujuh.

Cole Palmer sebelumnya gerah juga melihat Chelsea yang sulit bersaing di level tertinggi. Palmer mau The Blues belanja dengan tepat. “Musim ini kami tidak konsisten. Menurut saya, ini soal bagaimana kami mendapat pemain yang tepat. Jika kami menambah pemain yang tepat di musim panas, maka kami bisa bersaing serius memperebutkan trofi. Saya yakin, posisi kami sekarang pun tidak jauh untuk melakukan hal tersebut,” tegasnya dilansir dari The Guardian.

Chelsea memang suka belanja pemain, sejak Todd Boehly jadi pemilik klub gantikan Roman Abramovich pada 2022. Boehly guyur uang buat Chelsea buat beli banyak pemain, tapi kebanyakan para pemain muda yang berakhir dipinjamkan ke sana-sini.

Saat dilatih Enzo Maresca, Chelsea sempat raih titel UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub, malah kena pecat. Palmer pun turut menyinggung hal itu. “Pergantian manajer hampir membuat kami tidak punya waktu cukup untuk beradaptasi. Andai ada pemain-pemain yang tepat, manajer yang tepat, kami pasti bisa mendapatkan sesuatu,” ujarnya.

Sementara manajer Chelsea Liam Rosenior tak khawatir dirinya bakal dipecat dalam waktu dekat. Dia mengklaim mendapat dukungan penuh dari para pejabat klub.

Chelsea memang lagi dalam tren buruk belakangan ini. London Biru menelan kekalahan dalam 4 pertandingan beruntun di Liga Inggris tanpa mencetak satu pun gol.

Paling baru, Chelsea harus menelan kekalahan di kandang sendiri pada pertandingan Premier League akhir pekan lalu dipecundangi Manchester United dengan skor 0-1.

Rosenior sedianya baru didatangkan Chelsea pada awal tahun 2026. Eks pelatih Strasbourg itu diikat kontrak berdurasi 6 setengah tahun di Stamford Bridge. Dia merasa yakin klub mendukungnya saat ini demi proyek jangka panjang.

“Dukungan 100 persen. Mereka mendukung saya dalam percakapan harian kami, para direktur olahraga yang terlibat – mereka luar biasa dalam menyokong saya dan tim. Kami mengandalkan mereka. Kami sadar kami perlu memenangkan pertandingan saat ini,” kata Rosenior, dilansir dari BBC.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *