Mikel Areta dan Martin Odegaard harus berjuang keras untuk Arsenal.
LONDON – Persaingan gelar Premier League 2025/2026 berpotensi sengit sampai pekan terakhir. Arsenal dan Manchester City tak hanya butuh menang, namun harus mencetak banyak gol.
Terbaru, Man City berhasil mengalahkan Arsenal 2-1 di Etihad Stadium, Minggu (19/4) malam WIB. Hasil itu membuat persaingan menuju gelar juara menjadi ketat.
The Gunners sebenarnya mampu memberikan perlawanan yang sangat baik ke Man City di laga ini. Meski kalah penguasaan bola dengan 41 persen dibanding Man City yang 59 persen tapi, Arsenal tetap bisa memberikan tekanan.
Arsenal memang masih di puncak klasemen dengan 70 poin dari 33 laga. City ada di urutan kedua dengan 67 poin, namun baru tampil 32 kali.
Man City bisa menyamai poin Arsenal dan mengambil puncak klasemen pada tengah pekan ini kalau mampu mengalahkan Burnley, Kamis (23/4) dinihari WIB. Hal itu dikarenakan Arsenal cuma punya selisih gol +37 dan Man city +36.
Jika Man City bisa menang setidaknya dengan satu gol, maka selisih gol dengan Arsenal akan sama. Nah, Man City lantas punya keunggulan dalam produktivitas gol dengan 65 berbanding 63.
Ke depannya, andai skenario itu terjadi, Arsenal dan Man City harus melaju dengan tidak sekadar menang. Kedua tim harus berlomba-lomba sebanyak mungkin mencetak gol.
Man City pernah menjadi juara Premier League dengan keunggulan selisih gol di musim 2011/2012. The Citizens di akhir musim tersebut punya 89 poin sama seperti Manchester United, namun unggul selisih gol dengan +64 berbanding +56.
Kapten Arsenal, Martin Odegaard mengatakan, Arsenal masih punya peluang menjadi juara. “Semuanya masih bisa terjadi, dan ini adalah bagian terbaik dari musim ini. Semuanya masih bisa terjadi, jadi kami hanya akan menantikan pertandingan berikutnya sekarang, dan melanjutkan dari sana,” kata Odegaard di situs klub.
Manajer Mikel Arteta menyebut Premier League dimulai lagi setelah Arsenal dikalahkan Manchester City. Arteta memastikan Arsenal tidak akan berhenti berusaha mengejar gelar juara liga.
“Premier League dimulai lagi, hampir. Mereka punya satu laga tunda, kami unggul tiga poin, lima pertandingan tersisa, jadi permainan dimulai. Semuanya masih bisa terjadi. Jadi kami tahu seberapa banyak kami sudah memenanginya dan kami tidak akan berhenti dan kami akan jalan lagi, itu pasti.
Arsenal dan Arteta jelas dalam kondisi terjepit. Ini bukan kali pertama Arsenal dikejar Man City dalam perburuan gelar juara. Pada musim-musim sebelumnya, Arsenal selalu gagal mempertahankan keunggulan dan urung meraih trofi.
Rumor pemecatan Arteta pun mencuat. Namun, eks pemain Liverpool dan Manchester United, Michael Owen, meyakini manajemen Arsenal tidak akan memecat juru taktik asal Spanyol tersebut.
“Tidak, Mikel sedang menghadapi salah satu manajer terhebat sepanjang masa dan Anda berada di posisi kedua saat melawannya. Arsenal terus berkembang sepanjang waktu dan menantang gelar juara dari tahun ke tahun. Dia melakukan pekerjaan yang hebat; lihatlah betapa dekatnya jarak mereka selama beberapa tahun terakhir,” kata Owen seperti dikabarkan oleh Daily Star.
Ia menyebutkan, performa Arteta sangat bagus. “Di Liga Champions, Arsenal kini telah mencapai semifinal dua musim berturut-turut, dan itu bukanlah pencapaian yang mudah. Mereka punya peluang untuk mencapai final dan melangkah satu tahap lebih jauh tahun ini. Ini sama sekali bukan waktunya untuk bersikap negatif. Arsenal masih bisa memenangkan Liga Inggris dan Liga Champions. Mereka memiliki skuad yang sangat kompetitif, yang akan terus menjadi lebih kuat. Jadi tidak, jika mereka tidak memenangkan liga, menurut saya dia (Mikel Arteta) tidak seharusnya dipecat,” ujarnya.***
