Sungai Ciujung Meluap, Petani Lebak Merugi: ‘Semalam Saja Semua Hilang’

Padi yang berumur dua pekan yang baru menghijau, mati terendam banjir bercampur lumpur dan batu.

LEBAK (LB)- Ratusan hektare sawah di Desa Parakanbeusi, Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, rusak parah diterjang luapan Sungai Ciujung. Akibatnya, padi berumur dua pekan yang baru menghijau pun mati terendam banjir bercampur lumpur dan batu.

Hujan deras yang terjadi sejak Senin (21/4) sore, membuat debit Ciujung naik cepat.

Air melimpah ke area persawahan yang baru ditanam. “Baru dua minggu kita tanam. Dalam semalam semua hilang begitu saja,” kata Supriyanto (35), salah seorang petani setempat, saat ditemui Senin malam.

Kerusakan tak hanya pada tanaman. Banjir membawa material dari hulu sungai. Lahan yang sebelumnya subur kini tertutup kerikil, pasir, dan bebatuan besar. “Bukan cuma terendam. Tanah sawah kami jadi tempat tumpukan batu dan pasir. Mau diperbaiki berat sekali,” ujar Yanto.

Petani mengaku harus mengulang tanaman dari nol dengan biaya dua kali lipat. “Kami di sini harus memulai dari awal lagi. Rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” kata Yanto. Sawah menjadi tumpuan utama biaya sekolah anak dan kebutuhan harian keluarga.

Yanto berharap ada bantuan pemerintah. “Apakah ada yang bisa dibantu kepada kami para petani untuk kasus bencana alam seperti ini?” ujarnya.

Sungai Ciujung meluap.

Kepala Desa Parakanbeusi belum merespon permintaan konfirmasi hingga Senin pukul 21.30 WIB. Dinas Pertanian Kabupaten Lebak dan BPBD Banten juga belum mengeluarkan taksiran resmi luas lahan terdampak maupun skema bantuan darurat.

Untuk diketahui Kecamatan yang dilintasi Ciujung ada 7 kecamatan, termasuk Bojongmanik.

LinkBisnis masih menghimpun data resmi luas kerusakan dan nilai kerugian petani di Kabupaten Lebak termasuk Kepala BPBD Lebak. nov

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *