Ancaman Karhutla Meningkat, BMKG Deteksi 30 Titik Panas di Bengkulu

BMKG Deteksi 30 Titik Panas di Bengkulu.

BENGKULU (LB)- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan setelah terdeteksi sebanyak 30 titik panas di sejumlah wilayah Provinsi Bengkulu

Temuan ini menjadi sinyal meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kondisi cuaca yang panas dan kering.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu, Tri Widiarto, menjelaskan bahwa suhu tinggi dan minimnya curah hujan dalam sepekan terakhir menjadi faktor utama munculnya hotspot tersebut.

“Cuaca panas dan kering membuat serasah serta lahan gambut sangat mudah terbakar. Kami mengimbau masyarakat, khususnya petani, agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan citra satelit, titik panas paling banyak ditemukan di wilayah utara Bengkulu. Kabupaten Mukomuko dan Kabupaten Bengkulu Utara masing-masing mencatat 12 titik panas.

Sementara itu, wilayah lain seperti Kabupaten Kaur, Kabupaten Lebong, dan Kabupaten Seluma masing-masing terdeteksi dua titik panas.

Kemunculan hotspot ini dinilai sebagai peringatan dini bagi semua pihak, terutama pemilik lahan dan pelaku usaha perkebunan.

BMKG menegaskan pentingnya pencegahan sejak dini guna menghindari kebakaran besar. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan, membakar sampah di area terbuka, maupun membuang puntung rokok sembarangan di kawasan dengan vegetasi kering.

Langkah pencegahan ini dinilai krusial karena dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat akibat kabut asap. Dalam upaya mengantisipasi meluasnya kebakaran, BMKG terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan instansi terkait lainnya. Pemantauan titik panas dilakukan secara real-time agar potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *