Pemain Manchester City saat mengalahkan Chelsea.
LONDON – Manchester City menggilas Chelsea 3-0 dalam lanjutan Premier League 2025/2026 di Stamford Bridge, London, Minggu (12/4) malam WIB. The Citizens pun terus memepet Arsenal di klasemen Liga Inggris.
Laga berjalan ketat di awal babak pertama. Si Biru banyak mengancam, bahkan sempat bikin gol namun dianulir karena offside. Meski begitu, skor 0-0 tetap bertahan sampai istirahat.
Di babak kedua, City yang bermain lebih baik. Tiga gol bisa dilesakkan, masing-masing melalui Nico O’Reilly, Marc Guehi dan Jeremy Doku.
Hasil ini bikin Manchester City makin dekat untuk mengejar Arsenal di klasemen Liga Inggris. City kini mengemas 64 poin dari 31 laga, cuma terpaut 6 poin dari The Gunners yang sudah bermain 32 kali. Sementara Chelsea tertahan di peringkat 6 dengan
Manajer Manchester City, Pep Guardiola mengakui adanya perbedaan performa timnya antara babak pertama dan kedua. Tiga gol tercipta usai sang manajer melakukan penyesuaian strategi.
“Saya selalu senang ketika Anda menang di Stamford Bridge. Para penggemar senang, kami pun lebih senang. Babak kedua jauh lebih baik, babak pertama tidak buruk, tetapi beberapa pemain tidak tampil sesuai harapan. Kami menyerang sedikit di sisi kiri, tetapi di sisi kanan kami menyerang tanpa ancaman. Babak kedua lebih baik di kedua sisi,” ujar Guardiola dikutip dari BBC Sport.
Ia memberikan apresiasi kepada Rayan Cherki. Pemain muda tersebut menjadi otak di balik gol kedua yang dicetak Marc Guehi. Namun, Pep tetap memberikan catatan taktis agar bakat Cherki lebih efektif di area pertahanan lawan.
“Rayan adalah talenta luar biasa, gol kedua, umpan ke Marc Guehi. Masalah bagi Rayan adalah terkadang dia bermain di posisi terlalu dekat dengan (Gianluigi) Donnarumma, bakatmu harus berada di sepertiga akhir lapangan. Dekat dengan (Erling) Haaland, dekat dengan pemain sayap,” ujar Guardiola.
Selanjutnya Guardiola beralih sepenuhnya ke laga krusial melawan Arsenal pada pekan depan. Ia memberikan penghormatan tinggi kepada skuad asuhan Mikel Arteta yang ia nilai sebagai tim terbaik di Inggris dan Eropa saat ini.
“Kami akan bermain melawan tim yang dalam 49 pertandingan hanya kalah tiga kali, di Liga Champions tidak pernah kalah. Di final Piala Carabao, City benar-benar tim underdog, tidak ada satu orang pun di negara ini yang akan bertaruh 1 pounds (setara Rp22 ribu) bahwa kami akan jauh lebih baik. Mungkin sekarang sedikit berbeda. Rasa hormat saya kepada Arsenal. Saya mengenal manajernya, para pemainnya, kualitas mereka. Mereka adalah tim terbaik di negara ini, di Eropa, sejauh ini. Mengalahkan Arsenal sekali saja sudah sangat sulit, bayangkan mengalahkan mereka dua kali dalam beberapa minggu. Kami harus istirahat,” tuturnya.
Ia berharap atmosfer stadion dapat membantu timnya menumbangkan sang pemuncak klasemen. “Saya ingin mengatakan kepada para penggemar saya, hormati Arsenal, mereka adalah tim yang luar biasa. Bergabunglah bersama kami sejak menit pertama karena para pemain akan melakukan yang terbaik,” urainya.
Guardiola merasa ada momen penting lainnya yang melibatkan persaingan Man City dengan Arsenal. Hal itu merujuk laga di bulan Mei saat Man City melawan Brentford dan Arsenal berhadapan dengan West Ham United.
“Semua orang hanya membicarakan pertandingan melawan Arsenal, padahal ada pertandingan lain yang tak kalah pentingnya melawan Brentford, Bournemouth dan tim-tim lainnya. Musim ini masih panjang,” tuturnya.
Sementara Manajer Chelsea Liam Rosenior menyoroti mental timnya yang seperti mudah menyerah setelah kebobolan. “Itu terlalu sering terjadi. Man City memulai babak kedua dengan lebih baik daripada kami, itu bisa terjadi melawan tim yang bagus, tapi yang tidak boleh Anda lakukan adalah kebobolan dua gol dengan cara seperti kami dengan begitu cepat, satu demi satu. Intinya adalah ketahanan di saat-saat sulit dan mampu melewati momen-momen itu dan memastikan Anda belum habis,” ujar Rosenior seperti dilansir Sky Sports.
Rosenior juga menyinggung ketiadaan Enzo Fernandez yang merugikan Chelsea. “Mungkin. Mungkin, jika dilihat dari sudut pandang masa lalu, kita bisa melihat semuanya dengan sempurna. Enzo itu pemain top dan karakter yang hebat, dan saya berharap bisa menyambutnya kembali pada minggu depan. Kadang-kadang Anda membuat keputusan bukan berdasarkan pada jangka pendek, melainkan apa yang Anda ingin lihat pada jangka panjang,” ujarnya di ESPN.
Itu jadi kekalahan ketiga secara beruntun untuk Chelsea di Premier League. Hal ini memperdalam krisis Chelsea. Rosenior meminta waktu yang cukup untuk membuat Chelsea kompetitif lagi.
Rosenior dikontrak sampai 2032 setelah ditunjuk menggantikan Enzo Marescca pada Januari silam. Rosenior secara keseluruhan telah memimpin 21 pertandingan Chelsea dengan 11 kemenangan, dua kali imbang, dan delapan kali kalah.
“Sudah jelas, saya ada di sini dan saya perlu menang sekarang. Ini kan sebuah klub yang sangat besar. Saat saya pertama tiba di sini, saya tak pernah meminta banyak waktu karena saya memahami klub ini, saya memahami tradisinya dan sejarah klub ini. Saya ingin sekali mendapatkan waktu karena saya percaya diri bahwa di dalam waktu itu, Anda bisa menciptakan sesuatu yang sangat, sangat istimewa dengan waktu yang cukup,” ujarnya.***
