Aksi Khvicha Kvaratskhelia saat berusaha melewati hadangan dua pemain Liverpool.
PARIS – Paris Saint-Germain (PSG) sukses meraih kemenangan 2-0 atas Liverpool dalam pertandingan leg pertama babak perempat final Liga Champions 2025/26 di Parc des Princes, Kamis (9/4) dini hari WIB.
Dua gol kemenangan juara bertahan itu dicetak oleh Desire Doue pada menit ke-11 dan Khvicha Kvaratskhelia di menit ke-65. PSG hampir menambah keunggulan di menit-menit akhir, tetapi tembakan Ousmane Dembele saat serangan balik hanya membentur tiang gawang.
Secara permainan, tuan rumah sangat mendominasi. Liverpool dibikin tak berkutik dengan pergerakan dinamis dan pressing yang efektif. Menguasai bola hingga 70%, Les Parisiens mencatatkan 18 tembakan dengan enam yang on target plus satu kena tiang. Di sisi lain Liverpool hanya punya tiga percobaan dan tak satu pun mengancam gawang PSG.
Pelatih PSG Luis Enrique mengaku skuadnya tampil dengan performa yang bagus. “Saya rasa kami menunjukkan performa yang bagus menghadapi lawan yang top. Mereka mengubah sistem permainan, tapi kami sudah terbiasa. Kebanyakan tim menyesuaikan gaya main untuk melawan kami. Menurut saya kami seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol, terutama mengingat dominasi kami di babak kedua,” Enrique di laman UEFA.
Walau demikian, Enrique tak menyesali kegagalan timnya menang lebih besar. Ia justru menegaskan PSG bakal mengunci kelolosan dengan kemenangan di markas Liverpool, meski tak akan mudah.
“Di laga ini kami bermain dengan baik, tapi kami tahu akan luar biasa sulit bermain di Anfield. Kami akan menderita di sana, tapi ini adalah momen-momen saat kami harus waspada. Akan sulit memang, tapi pola pikir kami tetap sama terlepas dari stadionnya. Kami akan ke sana untuk menang. Kami harus ke sana dengan keinginan untuk menang, dan untuk itu, kami harus mencetak gol,” ungkapnya.
Meski PSG berada di atas angin, Kvaratskhelia tidak mau berpuas diri. Menurut pemain asal Georgia itu, Liverpool tetap berbahaya karena akan didukung puluhan ribu pendukungnya.
Apalagi Kvaratskhelia kecewa PSG cuma bisa mencetak dua gol sekalipun punya 18 attempts, enam di antaranya on goal. “Kami punya banyak peluang untuk bikin lebih banyak gol dan kami harusnya bikin lebih banyak gol. Kami tampil bagus. Kami tetap harus fokus, atmosfer di Anfield bakal luar biasa. Kami sudah siap,” ujar Kvaratskhelia di situs resmi UEFA.
Sementara bagi Liverpool, hasil itu menggambarkan performa yang berada di tekanan tuan rumah sejak menit awal. Mereka tak bisa memberikan ancaman berarti untuk pertahanan PSG.
Menurut statistik Fotmob, Liverpool cuma melepaskan tiga attempts sepanjang 90 menit. Bahkan tak satu pun yang mampu merepotkan Matvey Safonov di bawah mistar.
Liverpool bahkan cuma mencatatkan 0,17 xG (expected goals) alias tidak ada yang membahayakan. Ini jadi kali kedua Liverpool dibuat tumpul selama 105 pertandingan ditangani Arne Slot.
Jika situasi ini berulang lagi di Anfield, Liverpool bisa mengucapkan selamat tinggal kepada Liga Champions. “Kami benar-benar kesulitan nyaris sepanjang laga, demikian juga di pertemuan musim lalu. Mereka tim terbaik, tapi kami tidak menyerah. Mereka menjaga kans kami lolos dengan buang-buang peluang,” ujar Slot seperti dilansir situs resmi klub.
Bek Liverpool Ibrahima Konate mengaku optimis akan peluang mereka di kandang sendiri. “Pastinya saya tidak senang dengan hasil ini. Saya tahu kami punya pertandingan lain di Anfield, rumah kami. Apapun bisa terjadi di sana. Kami harus memastikan bahwa pertama-tama kami mesti siap untuk pertandingan hari Sabtu nanti (Liga Inggris). Dan setelah itu kami akan lebih memikirkan pertandingan melawan PSG,” kata Konate di laman UEFA.***
