Pemain Atletico Madrid mengelukan Julian Alvarez usai mencetak gol ke gawang Barcelona.
BARCELONA – Atletico Madrid menang atas Barcelona 2-0 pada leg pertama perempat final Liga Champions di Camp Nou, Kamis (9/4) dini hari WIB. Dua gol kemenangan Atletico dicetak oleh Julian Alvarez pada menit ke-45 lalu Alexander Sorloth pada menit ke-70. Laga juga diwarnai kartu merah Pau Cubarsi di menit ke-44.
Atletico pun hanya perlu hasil imbang saat gantian menjamu Barca di leg kedua pekan depan. Barca wajib menang dengan selisih minimal tiga gol jika ingin lolos ke semifinal.
Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone mengaku puas dengan penampilan timnya. “Saya bisa mengatakan pada anda ribuan kisah mengenai pertandingan di mana kami menorehkan 30 tembakan dan tidak mencetak gol, sepak bola itu menakjubkan karena penyelesaian yang klinis adalah kuncinya. Kami sangat tajam di laga ini, di mana malam sebelumnya kami tidak demikian,” kata Simeone kepada Into The Calderon.
Ia memuji pemainnya yang sudah bekerja keras.“Menurut saya kami telah bertahan dengan baik, melakukan pekerjaan hebat menghentikan lawan untuk menyerang. Selain 15 menit pertama di mana kami menciptakan lebih banyak peluang, namun momen yang kami tunggu datang. Julian memberi umpan pada Giuliano, VAR memberi kartu merah dan Julian mencerak gol luar biasa,” ujar pelatih asal Argentina ini.
Namun ia mengingatkan para pemain, bahwa tugas berat belum usai. “Kami tidak dijamin mendapat tempat di semifinal. Kami cukup rendah hati untuk mengakui bahwa mereka sangat bagus, tetapi kami sepenuhnya berkomitmen untuk tetap berada di kompetisi yang sangat kami cintai ini. Leg kedua tentu punya tantangan tersendiri, para pemain tidak boleh santai,” ujarnya.
Simeone juga bisa berlega hati karena untuk pertama kalinya menang di Camp Nou. Simeone tidak pernah menang dari 17 lawatan sebelumnya ke Camp Nou, tujuh imbang dan 11 kekalahan. Bahkan kemenangan terakhir Atletico di Camp Nou adalah tahun 2006. “Memang betul kami tidak pernah menang di stadion ini. Sulit sekali,” ujar Simeone seperti dikutip ESPN.
Khusus untuk Julian Alvarez, ia sudah berlatih tendangan bebas. Di sesi latihan, Alvarez dan pemain Atletico Madrid lainnya berlatih tendangan bebas. Dia mengaku sudah melakukan lima sampai enam tendangan bebas, tapi tidak ada yang berhasil.
“Sebelumnya kami berlatih tendangan bebas. Kami melakukan beberapa tendangan. Saya melakukan lima atau enam tendangan dan tidak mencetak gol. Di laga ini adalah momennya. Gol itu datang di saat yang krusial, jadi saya sangat senang. Saya puas dan saya berharap bisa terus mencetak lebih banyak gol,” kata Alvarez dikutip dari Mundo Deportivo.
Penyerang timnas Argentina tersebut mengatakan bahwa kemenangan timnya belum memastikan langkah mereka ke semifinal. Alvarez ingin Atletico Madrid memanfaatkan kesempatan bermain di kandang untuk memenangkan leg kedua.
“Hasilnya penting, tetapi belum berakhir. Masih ada 90 menit lagi. Meskipun kami tahu keuntungan yang kami miliki sekarang, kami harus memanfaatkannya di kandang sendiri bersama para penggemar. Ini tidak akan mudah. Kami harus bekerja keras dan fokus pada permainan sendiri. Selangkah demi selangkah. Kami berada di tempat yang kami inginkan,” ujar Alvarez.
Sementara itu pelatih Barcelona Hansi Flick memprotes keputusan wasit Istvan Kovacs yang tak memberikan penalti untuk timnya usai bek Atletico Madrid Marc Pubill menyentuh bola dengan sengaja di kotak penalti. Ia menilai lawan harusnya juga dihukum kartu merah karena Pubill sebelum itu sudah mengantongi kartu kuning.
Meski begitu, Kovacs tak berpikir demikian sehingga permainan dilanjutkan. Tak ada pula intervensi dari Video Assistant Referee (VAR). Pada akhirnya situasi 10 vs 11 tetap berlanjut hingga laga usai.
“Saya tidak tahu apa yang terjadi dalam situasi ketika kiper memulai permainan, bek menghentikan bola dengan tangannya dan kemudian bermain lagi. Bagi saya, itu jelas kartu merah, atau kartu kuning kedua dan penalti. (VAR) dapat menjelaskan mengapa itu tidak (ditinjau). Sulit dipercaya bahwa itu bukan kartu merah. Rasanya tidak enak. Rasanya tidak adil. Kita harus menerimanya. Kita akan berjuang (pada leg kedua),” kata Flick dikutip ESPN.
Bek Barcelona Ronald Araujo tetap mengusung optimisme meski mengakui beratnya misi yang akan dihadapi timnya. “Di kandang mereka akan sulit, tapi kalau ada yang bisa melakukannya, maka itu adalah kami. Kami harus punya pola pikir yang positif. Kami akan ke sana untuk mencoba membalikkan keadaan,” ujar Araujo kepada Movistar Plus.***
