dr. Antono Sutandar, dr Julio Ulaan, dr Berto, Abraham Rudy, Helga Abraham, dan Teddy Sugianto berfoto bersama sebagian peserta yang hadir.
JAKARTA (LB)–Perkembangan teknologi medis telah membawa perubahan besar dalam dunia kesehatan, termasuk dalam penanganan penyakit jantung. Menjawab kebutuhan atas layanan medis yang lebih efektif dan minim risiko, Altius Hospitals bersama Perhimpunan INTI (Indonesia Tionghoa) menyelenggarakan group discussion bertajuk “Transformasi Layanan Medis Modern Melalui Tindakan Minimal Invasif.”

Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026 lalu, dimulai pukul 09.30 – 12.30 WIB di Office Tower B, MGK Kemayoran, B6 Lt.10, Jakarta dengan menghadirkan para dokter spesialis jantung intervensi untuk membahas perkembangan teknologi serta pendekatan terbaru dalam penanganan penyakit jantung.
Dua narasumber utama, yaitu dr. Julio Ulaan, B.Med.Sc, SpJP(K), FIHA dan dr. Antono Sutandar, Sp.JP(K), FIHA, FACC, yang merupakan dokter spesialis jantung dengan kompetensi di bidang interventional cardiology.

Turut hadir dalam acara yang berlangsung hangat ini Ketua Umum Perhimpunan INTI Teddy Sugianto dan istri, Dewan Penyantun PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa) Abraham Rudy, Ketua Perwanti PSMTI Pusat Helga Abraham, Ketua PINTI DKI Jakarta dr Widia, dan sejumlah tokoh lainnya.
Dalam diskusi ini, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana tindakan minimal invasif menjadi salah satu inovasi penting dalam layanan medis modern. Metode ini memungkinkan prosedur medis dilakukan melalui sayatan yang sangat kecil dengan dukungan teknologi canggih, sehingga proses pemulihan pasien dapat berlangsung lebih cepat dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.
“Perkembangan teknologi dalam bidang kardiologi intervensi memungkinkan penanganan penyakit jantung dilakukan dengan prosedur yang lebih presisi, minimal trauma, serta waktu pemulihan yang lebih singkat bagi pasien,” ujar salah satu narasumber dalam kegiatan ini.

Selain sesi diskusi, peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis (mini medical check-up) yang meliputi pemeriksaan darah lengkap, USG, serta EKG screening untuk membantu mendeteksi kondisi kesehatan secara dini.
Melalui kegiatan ini, Altius Hospitals berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat mengenai perkembangan layanan medis modern serta semakin menyadari pentingnya deteksi dini dalam pencegahan penyakit jantung.
Direktur Altius Hospitals dr. Berto, M.K.K, M.M menyampaikan Altius Hospitals Harapan Indah Bekasi, merupakan Rumah Sakit dididikan atas inisiasi dr Antono Sutandar melalui Perusahaannya Fahrenheit bersama Pui Sudarto, Ben Susanto melalui Perusahaannya PULAUINTAN.
Tahun ini, Altius Hospitals Harapan Indah sudah beroperasi 2 tahun dan Altius Hospital Puri sedang dalam proses pembangunan menuju tahap penyelesaian akhir sebelum resmi dibuka untuk melayani masyarakat pada Oktober 2026.

Berdiri di atas lahan seluas 35.000 meter persegi, bangunan Altius Hospital Puri terdiri dari 12 lantai yang dan dilengkapi dengan 3 lantai basement. Arsitektur gedung ini dirancang dengan standar internasional untuk memastikan alur pasien yang efisien, aman, dan nyaman.
Seiring dengan selesainya struktur bangunan, Altius Hospital Puri juga terus memperkuat jajaran tenaga medisnya. Hingga saat ini, tercatat lebih dari > 80 Dokter Spesialis telah bergabung dan siap memberikan pelayanan medis lintas disiplin.
Untuk mendukung performa para spesialis, Altius Hospital Puri dilengkapi dengan fasilitas Kapasitas Rawat Inap: Total > 100 Bed. Tersedia dari Premium Class, VIP, hingga Presidential Suite.

Perawatan Intensif (ICU, PICU, NICU): Tersedia 20 Bed dan High Care Intensive Cardiac Unit 25 Bed dengan peralatan lengkap untuk penanganan kasus darurat dan kritis.
Layanan Rawat Jalan: 55 Poliklinik yang siap melayani berbagai konsultasi spesialisasi.
Intervensi Medis Canggih: Dilengkapi dengan 5 Ruang Operasi (OT) dan 2 Cath Lab untuk penanganan kasus jantung dan vaskuler secara cepat dan tepat.
Dengan progres yang berjalan tepat waktu, manajemen optimis dapat menyambut pasien pertama pada Oktober 2026. dm/rbs
