Jay Idzes Selalu Yakin Timnas Indonesia Suatu Saat Berlaga di Piala Dunia

Aksi Jay Idzes saat melawan Bulgaria.

JAKARTA – Jay Idzes selalu percaya bahwa Timnas Indonesia suatu saat bakal berlaga di ajang Piala Dunia. Dia menyampaikan di depan para suporter.

Indonesia gagal ke Piala Dunia 2026 setelah menjadi juru kunci di Grup B babak keempat Kualifikasi zona Asia. Garuda saat itu kalah bersaing dengan Arab Saudi dan Irak.

Impian untuk ke pentas dunia kini harus dibangun kembali. PSSI kemudian mencoba untuk menciptakan tim yang kuat di bawah arahan pelatih John Herdman.

Indonesia sudah menjalani dua laga bersama pelatih barunya itu. Hasilnya mengalahkan Saint Kitts and Nevis 4-0 dan kalah melawan Bulgaria 0-1.

Namun dengan dua pertandingan belum bisa menjadi ukuran terkait kekuatan Indonesia saat ini. Jay Idzes, selaku kapten Indonesia, masih percaya Garuda bisa terbang ke Piala Dunia.

“Terima kasih atas dukungannya dalam dua-tiga tahun terakhir, ketika kami mencoba lolos ke Piala Dunia dan memang bukan waktunya. Tapi, kami masih percaya, selalu percaya, dan tidak akan menyerah. Ini langkah baru di perjalanan baru. Perjalanan nanti sangat cerah karena kami punya pelatih dan staf baru. Kami selalu memberikan segalanya untuk Garuda, kepada Anda ,” tegasnya.

Jay Idzes mengaku bahagia bisa memperkuat Timnas Indonesia lagi. Sebab ia harus menunggu selama lima bulan. Sebelum turnamen ini, ajang terakhir yang diikuti Timnas Indonesia adalah Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 bulan Oktober lalu.

“Hal yang paling membuat bahagia saat ini adalah bisa kembali berkumpul dan bermain untuk Timnas. Karena terakhir kali kami bersama adalah di Arab Saudi. Di Arab Saudi kami kehilangan kesempatan lolos ke Piala Dunia 2026. Dalam beberapa bulan terakhir saya bicara kepada rekan-rekan lain dan saling mengutarakan ingin kembali memperkuat Timnas Indonesia,”  kata Jay Idzes.

Di tengah ketiadaan pelatih, PSSI tidak mengambil agenda FIFA Matchday buat Timnas Indonesia pada November 2025. Hal itu menjadi kali pertama Garuda tanpa agenda pertandingan di era PSSI pimpinan Erick Thohir.

Baru pada Januari 2026 PSSI menunjuk Herdman sebagai pelatih. Pelatih asal Inggris langsung bekerja di balik layar mempersiapkan tim untuk ajang FIFA Series. “Kami sangat ingin kembali bersama kalian semua dan bermain untuk semua orang. Jadi, untuk bisa kembali di sini lagi dan mengenakan seragam ini adalah segalanya. Saya sangat merindukan momen ini. Terima kasih semua,” papar bek Sassuolo itu.

Selanjutnya, ada kompetisi Piala AFF di tengah tahun 2026 sudah menanti. Tahun 2027 mendatang, Timnas Indonesia akan mengarungi Piala Asia.

Timnas Indonesia saat ini fasih memainkan sistem 3 bek dan 4 bek dalam dua laga berbeda. Hal itu dinilai bisa menjadikan Garuda sebagai tim terbaik di Asia.

Tim Garuda memainkan tiga bek pada laga perdana FIFA Series 2026 kontra Saint Kitts dan Nevis, Jumat (27/3). Rizky Ridho, Jay Idzes dan Elkan Baggott jadi trio di lini belakang.

Sistem yang sama kembali diterapkan pada laga final kontra Bulgaria, Senin (30/3). Kali Ini Ridho bersama Jay Idzes ditemani Justin Hubner yang menggantikan Baggott.

Namun di tengah laga sistem 3 bek berganti setelah Baggott diturunkan pada menit ke-59 untuk menggantikan Nathan Tjoe-A-On. Jay Idzes dan Elkan berduet di lini pertahanan, sementara Hubner dan Ridho digeser menjadi bek sayap.

Hubner kemudian diganti bek kiri murni, Donny Tri Pamungkas, pada menit ke-73. Sampai akhir laga, sistem 4 bek terus dipertahankan.

“Ketika Anda bisa berganti dua sistem pertahanan berbeda dalam beberapa hari, kami bisa membangun hal ini. Kami bisa menjadi tim yang paling bisa beradaptasi di Asia. Dan saya pikir itu akan menjadi salah satu kekuatan terbesar kita untuk menghadapi tim top. Bicara mengenai gap, itu akan diperbaiki seiring berjalannya waktu,”  kata Herdman seusai laga kontra Bulgaria

Perubahan sistem pertahanan ini sebenarnya bukan hal baru di Timnas Indonesia. Di era Shin Tae-yong, sistem 3 bek juga baru diimplementasikan setelah dianggap cocok dengan komposisi tim.

Saat berganti kepelatihan ke Patrick Kluivert, ia sempat melanjutkan sistem 3 bek ini. Namun dalam beberapa laga ia juga kembali memainkan empat bek di belakang.

“Beberapa pemain tim ini baru bergabung Hari Kamis (H-1 jelang laga kontra Saint Kitts dan Nevis), dua sesi latihan, bersiap di hotel, gym, dan Lapangan Basket GBK. Para pemain melakukan kerja ekstra. Para pemain menjalankan instruksi, tanpa melakukan komplain. Saya sangat bangga dengan para pemain. Mudah-mudahan untuk Bulan Juni (Piala AFF 2026) kami akan punya banyak waktu lebih untuk persiapan,”  tutur Herdman.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *