Harry Maguire, Pemain Manchester United.
MANCHESTER – Performa Manchester United (MU) perlahan bangkit di bawah polesan Michael Carrick. Namun Harry Maguire menilai tetap ada peran Ruben Amorim dalam kebangkitan timnya di tahun ini.
Skuad yang kini dipimpin Carrick merupakan peninggalan manajer asal Portugal tersebut. Amorim dipecat MU pada awal Januari lalu menyusul naik turunnya performa tim yang disertai gesekan dengan jajaran direksi. Darren Fletcher lalu masuk menjadi caretaker sebelum tongkat estafet diberikan kepada Carrick sampai akhir musim ini.
Bersama nama terakhir, MU meraih tujuh kemenangan dalam 10 pertandingan terakhir di Liga Inggris serta hanya sekali tumbang. Mereka pun melesat ke urutan tiga klasemen dengan 55 poin dan dijagokan lolos ke Liga Champions musim depan.
Berkaca dari hasil, wajar bila Carrick dinilai lebih baik dari Amorim dalam urusan memaksimalkan potensi skuad MU. Namun Maguire menilai Amorim tak boleh diabaikan begitu saja.
“Saya sebenarnya tak punya komentar buruk tentang Ruben. Saya sangat menyukai Ruben, saya pikir dia memiliki ide-ide hebat. Hanya saja ide-ide itu tidak berhasil di Manchester United. Saya percaya dia akan terus maju dan memiliki karier yang luar biasa dan di klub berikutnya dia mungkin akan meraih banyak kemenangan,” kata Maguire dikutip ESPN.
Menurut Maguire keberhasilan atau tidaknya sebuah klub juga menjadi tanggung jawab pemain. “Hanya saja (di MU) tidak berjalan lancar atau berhasil dan saya pikir kami sebagai pemain juga harus bertanggung jawab atas hal itu. Tetapi saya pikir dia telah memimpin klub ke arah yang benar dan saya pikir dia pantas mendapatkan banyak pujian untuk itu, dia telah membangun skuad yang bagus dan solid,” jelas Maguire.
Sebelumnya disebutkan, salah satu kunci sukses Carrick bisa membangkitkan Manchester United karena dirinya sudah mengenal betul kondisi klub. Carrick pernah lama berseragam Setan Merah.
Torehan bagus bersama Carrick bikin MU kini berada di peringkat ketiga Liga Inggris. Mereka meraih 55 poin tertinggal enam angka dari Manchester City di posisi kedua dan 15 poin dari Arsenal di puncak.
Keberhasilan Carrick membangkitkan MU ini di luar perkiraan banyak pihak. Pasalnya, Carrick minim pengalaman menukangi tim besar.
Ia sebelumnya hanya pernah melatih klub divisi Championship, Middlebrough. Pria asal Inggris ini juga hanya berstatus pelatih interim di MU.
Carrick mengungkap salah satu kunci suksesnya di MU adalah tahu betul kondisi klub. Carrick pernah berseragam The Red Devils kala bermain selama 12 tahun. Ia membela MU pada rentang 2006 hingga gantung sepatu pada 2018. Selepas pensiun, ia juga sempat menjadi assisten pelatih MU selama tiga tahun dari 2018 hingga 2021.
“Oh, 100 persen. Saya rasa tidak bisa dipungkiri. Bermain di sini begitu lama dan pengalaman-pengalaman yang saya dapatkan, saya rasa, jelas telah membantu saya dalam situasi yang saya alami sekarang. Bagi saya, itu cukup jelas dan saya telah memanfaatkan pengalaman-pengalaman itu dan perasaan-perasaan saat melewati momen-momen sulit, bagaimana rasanya, dan bagaimana cara melewatinya, apa yang menurut kami adalah cara terbaik untuk melewatinya,” ujar Carrick dikutip dari situs MU belum lama ini.
Patut ditunggu seperti apa raihan MU di akhir kompetisi nanti. Perlu juga diingat apakah skuad MU akan berjuang sangat keras untuk menaikkan level MU, mengingat setelah kompetisi berakhir dilangsungkan ajang Piala Dunia. Tentu sejumlah pemain tetap waspada jangan sampai mengalami cedera sehingga gagal membela negaranya di ajang akbar nanti.***
