Mikel Arteta dan Viktor Gyokeres, harus berjuang keras untuk Arsenal.
LONDON – Harapan Arsenal untuk meraih quadruple (empat gelar) musim ini sudah musnah. Pasalnya, satu peluang juara Arsenal hilang usai kalah di final Carabao Cup. Arsenal pun bertekad menebusnya di kompetisi lain.
Arsenal harus mengakui keunggulan Manchester City di final Carabao Cup. Bertanding di Stadion Wembley, Minggu (22/3) malam WIB, The Gunners kalah 0-2. Peluang juara pasukan Mikel Arteta itu kini tersisa di Premier League, Piala FA dan Liga Champions.
Di Premier League, Arsenal masih memimpin klasemen Liga Inggris dengan keunggulan sembilan angka dari City. Sementara di Piala FA dan Liga Champions, Declan Rice dan kolega sudah sampai babak perempatfinal.
Striker Arsenal Viktor Gyokeres menyerukan tekad timnya untuk bangkit. Ia meyakini kekalahan di final Carabao Cup itu akan menajamkan fokus Arsenal dalam mengejar trofi di kompetisi lain.
“Tentu saja perasaan kami sekarang tidak bagus, tapi bukan berarti kami akan bertanding lagi dalam tiga hari. Masih beberapa pekan sebelum pertandingan berikutnya. Tentu saja kami akan melangkah lagi dan bahkan lebih termotivasi untuk laga-laga yang akan datang,” ujar Gyokeres seperti dilansir Sky Sports.
Declan Rice meminta fans untuk tenang. Gelandang asal Inggris itu tak mau membuat fans kecewa lagi. “Saya melihat para fans, betapa berartinya ini (gelar Carabao Cup). Mereka bernyanyi untuk kami, saya bangga menjadi pemain Arsenal. Jelas, kami mengecewakan mereka karena mereka pantas mendapatkan sesuatu,” kata Rice dikutip dari situs resmi Arsenal.
Ia menyebutkan timnya akan berjuang untuk memenangkan trofi yang masih tersisa. “Tentu saja, ini sangat berarti, tetapi lihat, ini final di Wembley, Anda tidak pernah ingin kalah. Saya tahu betapa berartinya kemenangan ini bagi para fans. Tapi tetap saja, kami masih punya tiga kompetisi besar untuk dimainkan. Kami perlu tetap positif, bersatu dan terus maju karena masih banyak yang harus diperjuangkan,” kata Rice.
Hanya saja, di tengah upaya untuk bangkit, kabar buruk menghampiri The Gunners, terkait kondisi Eberechi Eze. Eze kemungkinan harus menepi sebulan lebih karena cedera. Eze absen saat final Carabao Cup lalu. Padahal Eze sempat diprediksi bakal bermain di laga itu.
Sebagai informasi, Eze mengalami cedera betis beberapa hari sebelumnya saat timnya menyingkirkan Bayer Leverkusen di Liga Champions.
Situasi ini tentu mengkhawatirkan untuk Arsenal yang membutuhkan tenaga Eze. Meski belum ada pengumuman resmi dari pihak klub, BBC Sport coba memberikan bocoran terkait kondisi Eze.
Eze diperkirakan absen setidaknya empat pekan. Namun, itu masih batas minimal Eze absen karena ada potensi dia menepi lebih lama jika cederanya lebih parah.
Eze diperkirakan bakal absen maksimal enam pekan sehingga harus melewatkan cukup banyak pertandingan, termasuk dua kali duel kontra Sporting CP di Perempatfinal Liga Champions.
Ada juga dua kali duel penting di Liga Inggris menghadapi Manchester City (19 April) dan Newcastle United (25 April). Duel kontra Newcastle bisa saja diubah jadwalnya apabila Arsenal lolos ke semifinal Piala FA.
Jika Arsenal lolos ke semifinal Liga Champions, Eze kemungkinan juga absen. Paling ecpat pemain 27 tahun itu kembali saat Arsenal bertemu Fulham 2 Mei.
Cedera Eze ini menambah panjang daftar pasien ruang perawatan Arsenal, sehingga membuat beberapa pemain harus mundur dari tim nasional di jeda internasional. Eze baru bikin sembilan gol dan enam assist dari 43 laga musim ini.
Arsenal punya waktu untuk memulihkan diri dengan adanya jeda internasional. Mereka baru akan bertanding lagi melawan Southampton pada 5 April mendatang di Piala FA.
Mantan pemain Arsenal Paul Merson memprediksi The Gunners hanya akan juara di Premier League. Merson menilai City akan kembali jadi batu sandungan Arsenal di Piala FA. Sementara di Liga Champions, jika mampu melewati adangan Sporting CP di perempatfinal, Arsenal diprediksi akan kesulitan menghadapi Barcelona di babak berikutnya.
“Arsenal terlalu bagus untuk tim-tim lain yang harus mereka hadapi (di Premier League), jadi mereka akan mengalahkannya. Tapi menonton pertandingan itu (final Carabao Cup) dan babak keduanya, saya tidak melihat Arsenal akan juara selain di Premier League. Man City masih bertahan di Piala FA. Dan kemudian di Liga Champions, saya melihat Barcelona, yang kemungkinan akan jadi lawan Arsenal di semifinal, dan Arsenal tidak punya kecepatan untuk menyulitkan garis tinggi Barcelona,” ujar Merson di Sky Sports.
Sudah barang tentu, tugas berat dihadapi manajer Mikel Arteta untuk memoles timnya dengan lebih baik lagi.***
