Kim Jong Un Tegaskan Dukungan Tanpa Syarat untuk Rusia, Tekad Tak Berubah

FOTO: Kim Jong Un dan Putin


PYONGYANG(LB)- Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un    mengatakan negaranya akan selalu mendukung Rusia. Ia menegaskan tekad Korut tersebut tidak akan tergoyahkan.

Dilansir AFP, Rabu (25/3), hubungan antara keduanya semakin erat sejak invasi Moskow ke Ukraina pada tahun 2022, dengan Pyongyang mengirimkan pasukan darat dan sistem senjata untuk membantu upaya perang Rusia. Para analis mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai imbalan atas penyediaan makanan dan teknologi senjata dari Rusia.

Kim awalnya menyampaikan rasa syukurnya atas terpilihnya kembali dirinya sebagai Presiden Korut. Badan legislatif Korea Utara yang hanya berfungsi sebagai stempel karet mengangkat kembali Kim minggu ini sebagai kepala badan pembuat kebijakan dan pemerintahan tertinggi negara otoriter tersebut.

“Saya menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Anda atas ucapan selamat yang hangat dan tulus pertama-tama atas pengangkatan kembali saya sebagai Presiden Urusan Negara,” kata Kim dalam pesan tersebut pada hari Selasa, menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi.

Kemudian, Kim juga menyampaikan tekadnya untuk selalu bersama Rusia. Ia memastikan tekad tersebut tidak akan tergoyahkan.

“Saat ini Korea Utara dan Rusia bekerja sama erat untuk mempertahankan kedaulatan kedua negara,” kata Kim, menggunakan inisial nama resmi Korea Utara.

“Pyongyang akan selalu bersama Moskow. Ini adalah pilihan dan tekad kami yang tak tergoyahkan,” tambahnya.

Putin dan Kim mencapai kesepakatan militer selama kunjungan Putin ke Pyongyang pada Juni 2024, yang mewajibkan kedua negara untuk memberikan bantuan militer “tanpa penundaan” jika terjadi serangan terhadap negara lain.

Surat Kim ini menyusul laporan media pemerintah Belarusia bahwa Presiden Alexander Lukashenko akan mengunjungi Korea Utara dalam perjalanan dua hari mulai Rabu “untuk memperkuat kerja sama bilateral”.

Kedua negara telah memberikan dukungan kepada Rusia dalam perangnya di Ukraina dan merupakan musuh Barat.

Badan intelijen Korea Selatan dan Barat memperkirakan bahwa Korea Utara telah mengirim ribuan tentara ke Rusia, terutama ke wilayah Kursk, bersama dengan peluru artileri, rudal, dan sistem roket jarak jauh.

“Sekitar 2.000 tentara telah tewas dan ribuan lainnya terluka,” menurut perkiraan Korea Selatan. tom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *