Eratkan Kebersamaan, MATAKIN didukung Yayasan Tepasalira Adakan Sahur Bersama Shinta Nuriyah Wahid

Penyerahan sembako secara simbolis.

JAKARTA (LB)—Keluarga besar MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) didukung Yayasan Tepasalira berpartisipasi mendukung melaksanakan sahur bersama Dr. (H.C) Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, M. Hum., di Gedung Khonghucu Yayasan Tepasalira, Jl. Jembatan Gambang II, Jakarta Utara, Rabu (26/3/2025) dini hari.

Sahur bersama ini merupakan penyelenggaraan yang ke-24 kalinya, sejak diselenggarakan pertama kali pada tahun 2000 oleh Shinta Nuriyah Wahid dan merupakan agenda tahunan yang dilakukan Shinta untuk menyambangi kaum dhuafa dan kelompok marginal di berbagai daerah dengan tujuan mengajak semua kelompok agar bisa tetap melaksanakan ibadah puasa.

Kegiatan ini sempat terhenti dua tahun semasa covid.

Para tamu undangan yang hadir.

Dengan sahur Shinta juga mengingatkan pentingnya membuka pintu langit di sepertiga malam dan beribadah sebaik-baiknya.

Sahur bersama ini tidak sekadar berbagi hidangan, melainkan juga sarana edukasi tentang makna puasa —khususnya bagi mereka yang mungkin belum memahami dimensi spiritual di balik ritual ini.

Dalam sambutannya, Shinta menekankan nilai ketulusan, niat suci dalam berpuasa, serta pentingnya solidaritas dan kebersamaan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Dia juga menyoroti makna sahur sebagai momen edukatif.

“Berbeda denganbuka puasa yang kerap dipolitisasi, sahur bersama justru mengajak kitamerefleksikan esensi puasa sebagai ibadah,” ujarnya.

Shinta mengatakan bahwa mengadakan sahur bersama memiliki makna yang lebih dalam, karena setelah sahur kita akan bersama-sama melaksanakan ibadah puasa.

Kegiatan ini mengangkat tema “Pangkat dan jabatan belum tentu membuatmubahagia, namun iman dan taqwa akan mengantarkanmu menuju surga” dengan peserta yang hadir sekitar 200 orang turut memeriahkan acara tersebut yang terdiri dari warga sekitar, Lurah dan Camat setempat.

Pembacaan ayat Al Quran oleh warga.

Dalam pelaksanaannya acara sahur bersama ini mendapat dukungan dari berbagai pihak khususnya Pengurus MATAKIN Pusat, Yayasan Tepasalira, dan MATAKIN Provinsi DK Jakarta, serta perwakilan INTI (Indonesia Tionghoa).

Suasana hangat begitu terasa ketika Xs. Budi S. Tanuwibowo, Ketua Umum MATAKIN berinteraksi dengan peserta yang hadir, kemudian acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu Ya Lal Wathon, pembacaan Ayat Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh Alfina Yunita dengan judul “Seuntai Sanjak untuk Bunda Shinta” karya Xs. Budi S. Tanuwibowo.

Ketua Umum MATAKIN membuka sambutannya dalam acara tersebut dengan memberikan kesaksian.

Sambutan Ketum MATAKIN Xs. Budi S.T.

 “Yang sama sama kita cintai dan kita banggakan Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Camat Jakarta Utara Pak Darmawan dan Lurah Pejagalan Pak Tomy Haryoni dan seluruh undangan yang saya hormati. Saya tidak akan memberikan sambutan yang panjang lebar, saya hanya akan memberikan kesaksian bahwa acara sahur yang dilakukan Ibu Shinta ini sudah dilaksanakan sejak 26 tahun tanpa publikasi dan masif. Pada waktu awal bahkan dilakukan di bantaran kali karena beliau ingin mengajak kaum muslimin berpuasa,” ujar Xs. Budi.

Setelah memberikan sambutannya, Xs. Budi menyumbangkan lagu yang ditulis beliau dengan judul “Indonesiaku Kini Sedang Menanti”.

Lagu tersebut merupakan lagu yang dibawakan pada acara haul Gus Dur ke-16 untuk mengenang sosok  Abdurahman Wahid Presiden RI ke- 4 atau yang kita kenal sebagai Gus Dur.

Pembagian sembako.

Acara dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Ibu Shinta Nuriyah Wahid, dalam tausiah tersebut beliau mengingatkan bahwa Bangsa Indonesia adalahBangsa yang berdiri dengan keberagaman dan kita semua harus menjaga keutuhankeberagaman tersebut dengan toleransi dan saling menghargai.

“Sebagai ungkapan rasa persaudaraan, saya mengajak saudara kita yangberlainan agama untuk sama – sama menyelenggarakan acara sahur bersama saya. Saya menghormati, saya menghargai dan mereka menyambut dengan senang hati. Karena kita adalah saudara, kita adalah satu Bangsa dan itu harus kita jaga bersama- sama” jelas Shinta.

Setelah menyampaikan tausiahnya, Ibu Shinta memimpin pelaksanaan santap sahur bersama seluruh peserta yang hadir.

Pembawa Acara RIni Antika.

Dilanjutkan dengan simbolis penyerahan sembako yang kemudian dibagikan kepada peserta sahur bersama yang telah hadir dan foto bersama peserta dengan Shinta.

Sebanyak 125 paket sembako dibagikan kepada kaum dhuafa dan kelompok marginal yangmerupakan tujuan utama dari acara sahur ini diselenggarakan yaitu berbagi kasih di bulan Ramadan ini kepada saudara kita semua. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *