Skuad Liverpool Diminta untuk Introspeksi Diri

LIVERPOOL – Liverpool gagal memetik kemenangan saat menjamu Tottenham Hotspur. Mantan kapten Manchester United, Roy Keane meminta  The Reds untuk berkaca.

Dalam laga di Stadion Anfield, Minggu (15/3) malam WIB lalu, Liverpool hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Spurs. Si Merah unggul lebih dulu lewat gol Dominik Szoboszlai pada menit ke-18. Namun, keunggulan Liverpool sirna di menit-menit akhir. Tim asuhan Arne Slot kebobolan oleh gol Richarlison yang membuat laga berakhir seri.

Liverpool tertahan di peringkat kelima klasemen Liga Inggris. Tim asal Merseyside tersebut mengoleksi 49 poin dari 30 pertandingan, hasil dari 14 kemenangan, tujuh imbang, dan sembilan kali kalah. Liverpool kini tertinggal lima poin dari Manchester United di posisi ketiga dan dua poin dari Aston Villa di posisi keempat.

Keane meminta Liverpool untuk melakukan refleksi diri. Ia menuntut Liverpool kembali menunjukkan mentalitas musim lalu yang sering mencetak gol kemenangan di menit-menit krusial.

“Liverpool harus berkaca pada diri sendiri dan berkata, ‘Mari kita kembali ke semangat juang dan hasrat seperti tahun lalu saat kita sering mencetak gol di menit-menit akhir’. Para pemain perlu bertanggung jawab. Mereka kebobolan karena kesalahan mereka, itu benar,” kata Keane kepada Sky Sports.

Liverpool tampil buruk musim ini meskipun berstatus juara bertahan Premier League.  Optimisme sempat menyinari Liverpool pada awal musim Liga Inggris 2025/2026. Mohamed Salah dan kolega merebut kemenangan dalam 5 laga pertama dan memimpin klasemen sementara.

Situasi berubah 180 derajat sesudahnya. Liverpool lebih sering kalahnya ketimbang menang, termasuk tumbang 6 kali dari 7 pertandingan periode akhir September hingga akhir November 2025.

9 Kekalahan kini sudah didapat Liverpool dari 30 laga Premier League musim ini. Keane tak ragu menyebut Merseyside Merah sebagai juara bertahan paling bapuk di Liga Inggris.

“Mengingat mereka kampiun liga tahun lalu, saya sudah mengatakannya sebelumnya dan sudah beberapa kali, Liverpool adalah juara yang bapuk. Mereka adalah jawara yang buruk. Sekarang mereka tertinggal jauh dari Arsenal, penurunan yang sangat drastis. Itu sangat buruk,” sindir Keane.

Pria asal Irlandia itu tak habis pikir bagaimana performa Liverpool bisa menukik tajam. “Liverpool tertinggal begitu jauh. Tahun lalu mereka hanya kalah 4 lagi, musim ini mereka sudah tumbang 9 pertandingan. Saya sulit memahami hal itu,” ujarnya.

Sementara Szoboszlai mengaku belum bisa melupakan hasil mengecewakan saat melawan Spurs. Mereka kebobolan di menit akhir waktu normal. Untuk kesekian kalinya mereka jatuh ke jurang yang sama, seolah tak pernah belajar. “(Kebobolan) di menit akhir lagi, saya tak tahu sudah berapa kali terjadi di musim ini,” ujar Szoboszlai di Sky Sports.

Ini memang bukan kali pertama mereka lengah di pengujung laga. BBC mencatat delapan kali Liverpool kebobolan di menit ke-90 atau setelahnya di Premier League musim ini, melewati ‘capaian’ musim 2010-11, yakni tujuh kali.

Semua kelengahan itu membuat Liverpool kehilangan poin, dengan rincian lima kali kalah (dari Crystal Palace, Chelsea, Bournemouth, Manchester City dan Wolverhampton Wanderers) serta tiga kali ditahan imbang (oleh Leeds United, Fulham, dan Spurs).

Liverpool juga jadi kehilangan banyak poin. Dari yang seharusnya bisa mengamankan paling tidak 14 poin dari delapan laga itu, pada akhirnya mereka cuma bisa mendapat tiga. Tak heran bila mereka kini duduk di urutan lima klasemen Liga Inggris musim ini dengan 49 poin dari 30 laga.

“Kami sama sekali tidak membantu diri kami sendiri. Sudah berkali-kali musim ini kami menciptakan lebih banyak peluang daripada jumlah gol yang kami cetak, dan biasanya di Premier League, Anda melihat banyak tim yang mampu memanfaatkan peluang mereka dengan lebih baik, tetapi itu jelas bukan yang kami lakukan sepanjang musim,” ujar Slot dikutip The Guardian.

Lebih apes lagi, saat Liverpool ditahan Tottenham Hotspur, beberapa fans memilih pulang duluan dari Anfield. Szoboszlai pun sedih melihatnya. Padahal timnya  butuh kehadiran  para fans sampai akhir.

“Saya tidak mengatakan mereka tidak berhak meninggalkan stadion. Mereka boleh pergi jika mau. Hanya kami membutuhkan mereka dan mereka harus tahu hal ini. Tanpa mereka, kami seperti kehilangan satu bagian,”  tegas Szoboszlai.

Liverpool dituntut segera bangkit. Mereka akan kedatangan Galatasaray dalam duel leg kedua 16 besar Liga Champions pada Kamis (19/3) pukul 03.00 WIB. The Reds kalah 0-1 di leg pertama, dan harus menang dua gol untuk lolos ke babak berikutnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *