Lucky Hakim Diminta Data Warga Untuk Pencari Koin di Kali Sewo, Pemprov Jabar Siapkan Kompensasi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bersama Menteri Perhubungan dan beberapa pihak terkait melakukan pemberian kompensasi terhadap tukang becak, yang diliburkan selama 14 hari, 7 hari sebelum dan 7 hati sesudah Idul Fitri, di Polsek Gempol Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada Sabtu (14/3) siang.

CIREBON (LB)- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta Bupati Indramayu, Lucky Hakim mendata warga yang selama ini terbiasa mencari koin di kawasan Jembatan Kali Sewo, pada Sabtu (14/3) siang. Dedi berencana menerapkan skema penghentian tradisi selama arus itu dengan metode kompensasi yang diterapkan di Kabupaten Cirebon.

Permintaan itu langsung Dedi sampaikan usai memberikan kompensasi terhadap ratusan tukang becak yang diminta libur saat arus mudik, di Polsek Gempol, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu siang.

Dedi menyebut langkah ini harus dilakukan di tengah arus mudik di jalur pantura Kabupaten Indramayu. “Sekarang begini, saya minta Bupati Indramayu melakukan pendataan terhadap warga yang biasa mangkal di Kali Sewo untuk mencari koin yang jatuh. Itu kan tradisi yang sudah puluhan tahun,” kata Dedi.

Menurut Dedi, tradisi mencari koin di Kali Sewo memang telah berlangsung puluhan tahun. Banyak pengendara yang melintas sengaja melempar uang logam ke sungai atau pinggir jalan, lalu warga berebut mengambilnya. Namun, aktivitas tersebut dinilai berisiko tinggi, terutama ketika arus kendaraan meningkat drastis selama musim mudik. “Sekarang gini, saya minta Bupati Indramayu segera melakukan pendataan terhadap warga yang biasa mangkal di Kali Sewo untuk mencari koin yang jatuh,” kata Dedi.

Ia menuturkan, kegiatan itu sudah menjadi tradisi yang berlangsung puluhan tahun. Selama ini, aparat kepolisian setempat kerap menertibkan warga yang turun ke jalan untuk mencari koin. Namun, setelah dibubarkan, mereka kembali datang sehingga persoalan itu terus berulang.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencoba mencari solusi alternatif dengan memberikan kompensasi kepada warga yang biasanya mencari koin di lokasi tersebut. “Saya coba pikirkan alternatif, saya kasih kompensasi deh, selama musim mudik ini mereka tidak melakukan aktivitasnya. Minimal itu dulu, begitu ya Pak Bupati Lucky,” ucap Dedi.

Kebijakan ini serupa dengan langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sebelumnya memberikan bantuan kepada para tukang becak yang beroperasi di Pantura Cirebon agar tidak beroperasi sementara selama masa mudik. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi menilai, aktivitas warga yang turun ke jalan untuk mencari koin dengan cara menyapu sangat membahayakan, terutama saat volume kendaraan arus mudik meningkat tajam di jalur Pantura. Ia mengatakan, keselamatan warga menjadi perhatian utama pemerintah dalam pengaturan arus mudik tahun ini. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *