Fikayo Tomori, Pemain AC Milan.
MILAN – AC Milan masih punya kesempatan untuk mengejar Inter Milan di puncak klasemen Serie A. Bermodal pertahanan solid, Milan yakin bisa mewujudkan hal itu.
Rossoneri baru saja memangkas jarak dengan mengejar Nerazzurri menjadi tujuh poin usai memenangi laga derby di San Siro, Senin (9/3) dini hari WIB dengan skor 1-0. Gol dibuat Pervis Estupinan pada menit ke-34.
Kemenangan ini bikin Milan mengumpulkan 60 poin dari 28 laga, selisih tujuh angka dari Inter sekaligus mengakhiri catatan tak terkalahkan rival sekotanya itu di 15 laga sebelumnya.
Milan patut berlega hati karena mereka bisa menghindar dari selisih poin lebih besar. Apalagi ini jadi kemenangan kedua atas Inter musim ini setelah di jilid pertama dengan skor serupa November lalu.
Bagi Milan ini adalah kemenangan ganda di laga derby pertama sejak 2011. Uniknya ada fakta menyebut tim yang kalah dua kali di Derby Milan semusim tidak ada yang bisa jadi juara Liga Italia.
Milan setidaknya punya harapan untuk mengejar Inter di sisa 10 pekan. Apalagi Milan punya modal pertahanan kuat karena baru kebobolan 20 gol, paling sedikit di liga, dan tidak pernah kemasukan lebih dari dua gol di satu laga musim ini.
“Salah satu tujuan utama kami adalah sebisa mungkin lebih sedikit kebobolan, dan saya rasa musim ini kami jauh lebih solid dalam bertahan, bukan hanya para pemain bertahan, tetapi seluruh tim sebagai sebuah unit,” kata bek Milan Fikayo Tomori di Football-Italia.
Ia menyampaikan timnya dilatih untuk selalu tampil kompak. “Kami telah banyak berlatih dan berusaha untuk tetap kompak sebagai tim. Bermain dua pertandingan melawan Inter tanpa kebobolan gol bukanlah hal mudah. Saya rasa itu bukti betapa baiknya kerja keras kami dan kerja keras yang telah dilakukan staf pelatih bersama kami musim ini,” ujarnya.
Sementara itu Fabio Capello menilai AC Milan mendapatkan momentum untuk mengejar Inter Milan usai kemenangan di Derby Milan. Si Ular tak boleh terlena. dengan keunggulan tujuh poin.
“AC Milan mendapatkan momentum. Inter harus sangat waspada agar tidak melakukan kesalahan yang sama. Bahayanya sekarang adalah para pemain tidak akan memiliki keyakinan dan fokus yang sama,” ujar Capello dikutip dari Football Italia.
Mantan pelatih AC Milan dan Real Madrid itu, menilai kemenangan di Derby Milan tak hanya memangkas jarak di klasemen tapi memberi dampak mental untuk Inter. Kepercayaan diri Inter bisa saja turun akibat kekalahan tersebut.
Capello juga merasa keunggulan tujuh poin belum aman untuk Inter. Capello pernah membawa Madrid juara LaLiga pada 2006/2007 dengan mengejar ketinggalan sembilan angka dari Barcelona.
“Mereka memiliki jadwal pertandingan yang cukup bagus, jadi mengapa tidak mencoba untuk mengejar ketertinggalan di posisi pertama? Saya berhasil melakukannya dengan Real Madrid, saya mengejar defisit sembilan poin dengan Barcelona, tepat karena mereka terlalu percaya diri dengan keunggulan yang begitu besar,” ujarnya.
Pemain senior Milan, Luka Modric menyayangkan seringnya Milan kehilangan poin di laga-laga melawan tim semenjana. Ia yakin Milan akan menempel ketat Inter andai tidak sering buang-buang poin.
Milan sejauh ini kalah dua kali di Serie A dari Cremonese dan Parma. Tim arahan Massimiliano Allegri itu imbang sembilan kali termasuk melawan Pisa, Sassuolo dan Fiorentina.
“Sulit untuk mengatakannya. Orang-orang selalu bilang gelar juara dimenangi di laga-laga kecil, khususnya di liga. Kami kurang bagus di laga-laga ini, kami kehilangan terlalu banyak poin, kalau saja kami dapat setengah dari poin-poin itu, kami akan ada di sana bersama Inter. Tapi itu bagian dari sepakbola,” ujar Modric kepada CBS Sports.***
