Laga Real Madrid kontra Getafe. Madrid harus menelan pil pahit.
MADRID – Getafe memberikan pil pahit kepada tuan rumah Real Madrid. Pada pertandingan lanjutan LaLiga di Santiago Bernabeu, Selasa (3/2) dini hari WIB, Getafe menang 1-0 lewat gol Martin Satriano pada menit ke-39.
Di laga tersebut, Real Madrid tampil dominan dengan menciptakan 18 attempts, tujuh di antaranya on goal. Sementara Getafe yang diberikan tiga attempts on target dari total sembilan percobaan.
Kedua tim sama-sama kehilangan satu pemain di pengujung laga karena kartu merah. Di pihak Madrid, Franco Mastantuono diusir wasit pada menit ke-90+5, sementara di kubu tim tamu Adrian Liso di menit ke-90+7.
Pelatih Getafe, Jose Bordalas menyebutkan para pemain sudah berjuang keras untuk meraih tiga poin. “Para pemain, tim, kita harus menghargai kemenangan penting ini melawan Real Madrid, yang sedang berjuang untuk memperebutkan posisi puncak klasemen. Rencana berjalan sempurna. Inilah yang saya inginkan: tim dengan mentalitas juara, yang mampu meraih apa yang telah kita latih selama seminggu,” kata Bordalas di situs klub.
Menurutnya, bermain di Bernabéu tidaklah mudah untuk tim tamu. “Tanpa ragu, kita semua tahu bahwa menang di Bernabéu bukanlah hal yang mudah bagi semua orang. Kita berbicara tentang, jika bukan yang terbaik, maka salah satu yang terbaik dalam sejarah. Kita tahu kita harus berjuang keras. Di babak pertama, dalam serangan balik, kita akan menciptakan lebih banyak masalah bagi Madrid dengan lebih tenang,” tuturnya.
Ia pun bangga dengan performa timnya. “Saya sangat bangga, rencana berjalan sempurna. Kita tahu mereka akan menciptakan peluang bagi kita, tetapi jumlahnya tidak sebanyak yang biasa dilakukan Real Madrid. Kita terorganisir, kita bekerja dengan luar biasa. Selamat, inilah jalannya. Itulah yang harus diyakini tim. Mereka mampu mengalahkan siapa pun di mana pun,” tuturnya
Dengan demikian, Getafe memberikan kekalahan kedua beruntun untuk Madrid setelah pekan lalu disikat Osasuna. Getafe juga bisa tersenyum lebar karena untuk pertama kalinya dalam 18 tahun, mereka bisa menang di markas Madrid. Terakhir kali mereka memenangi Derby Madrid di kandang El Real pada 25 Februari 2008 dengan skor 1-0.
Sejak tanggal itu, Getafe cuma bisa meraih empat hasil imbang dan 37 kekalahan dari 41 lawatan terakhir ke Bernabeu. Getafe bahkan selalu kalah dalam delapan pertemuan dengan Madrid sebelum ini.
“Sangat sulit untuk main di sini. Kami harus mengapresiasi tim, kami tampil luar biasa di belakang, dan mencetak gol ketika ada kesempatan. Kami harusnya bisa mencetak gol lebih banyak dari serangan balik,” kata bek Getafe Kiko Femenia kepada DAZN.
Sementara pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa menyebut dirinya pantas disalahkan, bukan pemain. Real Madrid bukannya tampil ompong. Tujuh tembakan mengarah ke gawang dilakukan, tapi penampilan kiper David Soria cukup perkasa.
Ada dua peluang emas di depan gawang. Dean Huijsen tak kuasa menanduk bola ke gawang yang kosong, sontekan Dani Carvajal juga gagal. “Jangan salahkan para pemain, ini semua adalah kesalahan saya. Getafe main bagus, kami selanjutnya fokus untuk menang,” kata Arbeloa seperti dilansir dari Marca.
Walau kalah, Arbeloa percaya peluang juara Madrid belum hilang. Ia menyebut Madrid tidak akan menyerah mengejar gelar juara LaLiga sampai akhir. “Tidak, tentu saja tidak. Masih ada 36 poin tersisa dan kami harus memperjuangkannya. Tidak ada yang akan menyerah di sini, ini adalah Real Madrid. Empat poin adalah jarak yang kami kira bisa kami kejar,” ujar Arbeloa dilansir ESPN.
Arbeloa juga mengomentari soal katu merah Mastantuono. Wonderkid berusia 18 tahun itu kedapatan melontarkan protes berlebihan kepada wasit Alejandro Muniz Ruiz.
“Hal-hal seperti ini seharusnya tidak terjadi, seperti yang dialami Mastantuono. Saya tidak tahu pasti apa yang ia katakan kepada wasit, tetapi jika ia dikartu merah, pasti ada alasannya. Kita tidak boleh melakukan tindakan semacam itu. Saya memahami bahwa kartu kuning yang diterima Huijsen maupun Carreras adalah bagian dari permainan, namun hal itu membuat kami kehilangan tiga pemain penting untuk pertandingan di Balaidos. Saya rasa itu bukanlah kesengajaan dari para pemain,” ujar Arbeloa.
Akibat kekalahan ini, posisi Madrid di klasemen sementara Liga Spanyol semakin tertinggal dari Barcelona. Los Blancos saat ini mengumpulkan 60 poin dari 26 pertandingan, terpaut empat angka dari Los Cules yang bertengger di puncak.
Ujian berat sudah menanti Madrid dalam waktu dekat. Dua rival langsung masih harus dihadapi di sisa musim ini. Derby melawan Atletico Madrid dijadwalkan pada 23 Maret mendatang, sementara duel krusial El Clasico kontra Barcelona akan tersaji pada 11 Mei 2026.***
