Jurrien Timber dan rekannya melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Chelsea.
LONDON – Arsenal mengalahkan Chelsea 2-1 dalam laga lanjutan Liga Inggris di Emirates Stadium, Minggu (1/3) malam WIB. Chelsea harus mengakhiri laga dengan 10 pemain akibat Pedro Neto mendapatkan kartu kuning kedua pada menit ke-70.
The Gunners membuka keunggulan lewat William Saliba di menit ke-21. Gol bunuh diri Pierro Hincapie sesaat sebelum jeda bikin kedudukan sama kuat 1-1. Meriam London kembali unggul lewat Jurrien Timber di menit ke-66.
Menariknya, seluruh gol yang terjadi di laga ini diawali dari sepak pojok. Pada akhirnya The Gunners yang sukses memanfaatkan peluang korner lebih baik daripada London Biru. Dikutip dari BBC, Arsenal sudah bikin 16 gol dari sepak pojok di Liga Inggris 2025/2026.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menilai timnya tak sepenuhnya bergantung pada bola mati untuk bikin gol. Bola mati hanya jadi opsi untuk mencetak banyak gol. Terbukti, Arsenal di laga-laga sebelumnya mengandalkan open play untuk bola mati. Arteta masih akan memanfaatkan bola mati sebagai salah satu sumber gol Arsenal.
“Setiap tim, jujur saja, melihat posisi berdasarkan jumlah gol yang mereka cetak. Dan mereka mungkin memiliki kualitas mencetak gol yang lebih baik daripada tim lain. Tim serta pertandingan pada akhirnya ditentukan oleh aspek ini. Kami belum mencetak gol dari bola mati selama beberapa minggu terakhir, tetapi kami mencetak banyak gol dari permainan terbuka. Ini adalah kesempatan untuk mencetak gol dari situasi seperti itu. Kami melakukannya dengan sangat baik, tetapi kami juga kebobolan,” ujar Arteta dikutip dari situs Arsenal.
Arteta amat puas timnya bisa memaksimalkan peluang dari tendangan sudut. Menurutnya taktik itu bisa jadi berbahaya buat lawan. “Sangat penting (gol dari bola mati). Chelsea adalah tim terbaik kedua soal itu, lihatlah bakat yang mereka miliki. Kami beberapa kali kehilangan poin dari situasi lemparan ke dalam. Di laga ini kami berhasil. Bola mati bisa menjadi mimpi buruk untuk dihadapi,” kata Arteta.
Dari 16 gol bola mati itu, 9 di antaranya merupakan gol kemenangan buat Arsenal. Meriam London jadi tim terbanyak melakukan itu dalam semusim Premier League, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang Manchester United pada 2012/2013 (8 gol dari korner).
Arsenal juga menyamai pencapaian mereka pada 2023/2024 yakni mencetak 16 gol dari tendangan sudut. Arsenal adalah tim ketiga dalam sejarah Premier League yang melakukan itu setelah Oldham pada 1992/1993 dan West Bromwich Albion di musim 2016/2017.
Namun Arteta mengaku jantungnya seperti mau berhenti di menit akhir laga. Hal itu karena Alejandro Garnacho yang melepaskan umpan ke Joao Pedro yang ada di kotak penalti Arsenal, namun gagal disambut dan bola memantul ke tanah untuk melaju ke gawang Arsenal.
David Raya membuat penyelamatan. Dia berhasil menepis bola yang memantul ke tanah. “David adalah salah satu pemimpin kami tanpa diragukan lagi. Dia adalah seorang kiper yang tahu bagaimana menjaga fokusnya dan menentukan jalannya pertandingan sepakbola ketika dibutuhkan,” kata Arteta yang dikutip dari situs resmi Arsenal.
Bek Arsenal, Jurrien Timber mengaku sangat gembira. Ia menyebut The Blues merupakan tim yang kuat sehingga kemenangan ini terasa krusial bagi mereka. “Ini pertandingan yang sangat sulit. Chelsea adalah tim yang sangat bagus dan mereka punya banyak pemain yang luar biasa. Sangat disayangkan di babak pertama skornya sama kuat 1-1. Kami tidak membiarkan mereka membuat banyak peluang dan saya rasa kami cukup dominan sepanjang pertandingan. Namun memang kami harus mencetak lebih banyak gol,” kata Timber dalam BBC Match of the Day.
Timber menilai jalannya pertandingan berlangsung seru dari awal hingga akhir. Namun bagi Arsenal, tiga poin ini sangatlah krusial. “Saya rasa kedua tim bermain dengan sama bagusnya, dan ini jadi pertandingan yang menarik untuk ditonton. Para fans kami membantu untuk memenangkan pertandingan ini dan tiga poin yang kami dapatkan ini sangatlah penting,” tuturnya.
Sementara manajer Chelsea Liam Rosenior mempertanyakan keputusan wasit yang membiarkan pemain Arsenal merangkul pemainnya saat sepak pojok. Kondisi ini bikin The Gunners bisa mencetak gol.
“Jadi, ada banyak aksi saling menahan dan bergulat yang terjadi sebelum bola benar-benar diberikan. Saya pikir itu perlu diperhatikan, karena menahan tetaplah menahan. Tapi saya tidak ingin merasa kesal. Kita perlu menanganinya dengan lebih baik. Kita hanya perlu menanganinya dengan lebih baik juga. Namun, saya pikir itu adalah sesuatu yang semakin sering terjadi. Bola mati sangat penting di liga ini, dan di setiap liga,” ujar Rosenior dikutip dari ESPN.***
