Reece James dielukan oleh rekan-rekannya usai mencetak gol ke gawang Latvia.
LONDON – Inggris menumbangkan Latvia 3-0 dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Hasil ini meneruskan tren positif The Three Lions di bawah asuhan Thomas Tuchel.
Bertanding di Wembley, Selasa (25/3) dini hari WIB, Inggris bisa memecah kebuntuan di menit ke-38. Pelanggaran Gutkovskis terhadap Myles Lewis-Skelly berujung tendangan bebas untuk tuan rumah. Reece James yang menjadi penendang sukses mengirim bola ke sudut kanan gawang tanpa mampu dihalau Zviedris.
Pada babak kedua, Inggris sukses menambah keunggulan di menit ke-68. Kerja sama Marcus Rashford dan Morgan Rogers di sisi kiri diteruskan kepada Declan Rice yang melepaskan crossing mendatar kepada Harry Kane yang lolos dari pengawalan. Dengan satu tembakan terukur, Kane menjebol gawang Zviedris.
Inggris semakin digdaya setelah Eberechi Eze mencetak gol ketiga di menit ke-76. Menerima umpan Phil Foden di sisi kiri, winger Crystal Palace itu melakukan cut-inside sebelum melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau Zviedris. Skor 3-0 untuk Inggris bertahan hingga usai.
Usai pertandingan, pelatih Thomas Tuchel mengatakan meski timnya menang telak, Latvia bukanlah lawan yang mudah. Bahkan menurutnya Inggris pontang-panting untuk mencetak gol.
“Tidak ada pertandingan yang mudah. Kami melihat banyak hal baik, menciptakan peluang-peluang yang bagus. Kami membutuhkan tendangan bebas untuk membuka skor. Saya senang dengan sikap, energi dan keinginan tim. Kami akan sampai di sana,” kata Tuchel di laman FIFA.
Ia mengaku timnya sempat kedodoran di babak kedua. “Di babak kedua, kami mulai memperlambat permainan dan kurang bergerak, yang sebenarnya tidak masuk akal. Namun, gol kedua lebih baik karena kami menunjukkan akselerasi dari salah satu pemain di lini tengah. Kami mendorong semua orang untuk melakukan akselerasi di akhir pertandingan, tetapi kami sedikit kesulitan hingga gol itu tercipta,” ujarnya.
Tuchel juga mengakui jika ia beruntung Jude Bellingham tidak menerima kartu kuning kedua. Adapun kartu kuning pertama didapat Bellingham jelang babak pertama usai. “Kami sedikit beruntung. Saya perlu memahami bagaimana mereka bertindak, dan apa yang mereka suka saat kehilangan penguasaan bola. Ini bukan hanya tentang kemenangan, semua orang mengharapkan kemenangan, Anda harus bekerja keras. Kami memiliki situasi dengan Jude Bellingham yang mengingatkan kita semua bahwa segalanya bisa berubah dengan cepat. Saya sangat senang dengan sikap dari bangku cadangan. Saya selalu sedikit gugup,” ujarnya.
Khusus untuk Reece James, ia mencetak gol debutnya untuk Inggris. Momen itu makin berkesan bagi bek Chelsea tersebut karena bermain penuh untuk kali pertama dalam 2,5 tahun terakhir.
Laga ini juga menjadi pertama kalinya James tampil menjadi starter dan bermain 90 menit penuh sejak menahan Jerman 3-3 pada September 2022. Sebelum jeda internasional bulan ini, ia terakhir kali bermain untuk Inggris saat menekuk Italia 2-1 pada Maret 2023.
“Sudah lama sekali, selama dua tahun saya merasa frustrasi. Saya sangat senang dipanggil oleh timnas lagi. Saya melihat pagar betis dan merasa saya bisa membelokkan bola. Saya agak terkejut bola itu masuk ke gawang. Ide Thomas Tuchel jelas. Kami punya satu tujuan dan itu dimulai sejak minggu ini hingga Piala Dunia,” ujar James kepada ITV.
Dengan hasil ini, Inggris berada di puncak klasemen sementara Grup K dengan enam poin.***
