PPKD Jakarta Utara menggelar pelatihan bagi perempuan di Jakarta Utara agar menjadi pengusaha tata boga melalui program pemberdayaan masyarakat lewat Mobile Training Unit Kejuruan Tata Boga di Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
JAKARTA (LB)- Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Utara melatih perempuan di Jakarta Utara (Jakut) agar menjadi pengusaha tata boga melalui pelatihan kompetensi memasak guna menunjang kemandirian ekonomi lewat program pemberdayaan masyarakat.
Pelatihan tersebut dilakukan melalui Mobile Training Unit (MTU) Kejuruan Tata Boga Angkatan I Tahun Anggaran 2026 yang digelar di RW 03, Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakut.
“Pelatihan ini diikuti 10 peserta dari beragam latar belakang, mulai dari pelaku usaha, ibu rumah tangga hingga pencari kerja,” kata Kepala Satuan Pelaksana PPKD Jakarta Utara, Beben Moch Akbar Perkasa di Jakarta, Selasa (24/2).
Dia mengatakan pelatihan MTU itu dirancang untuk meningkatkan keterampilan warga agar memiliki kompetensi yang mampu menunjang kemandirian ekonomi.
Menurut dia, pelatihan MTU tahun ini setara dengan pelatihan reguler dan peserta tidak hanya belajar praktik, tetapi juga mengikuti uji kompetensi.
“Mereka berkesempatan memperoleh sertifikat pelatihan serta sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” ujar Beben.
Pelatihan tersebut berlangsung selama 20 hari, mulai10 Februari hingga 13 Maret 2025, dan dilanjutkan dengan uji kompetensi selama dua hari.
Beben menilai skema serupa juga diterapkan pada seluruh kejuruan MTU lainnya sebagai standar peningkatan kualitas pelatihan.
Dia pun berpesan agar peserta memanfaatkan kesempatan itu secara maksimal, dan keterampilan yang diperoleh diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Jangan berhenti sampai di sini. Terus berlatih, kembangkan usaha, dan manfaatkan sertifikat sebagai modal untuk bersaing di dunia kerja maupun berwirausaha,” tutur Beben.
Lebih lanjut, dia mengatakan program MTU Tata Boga itu merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Jakarta Utara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong lahirnya wirausaha baru di tengah masyarakat.
“Dengan bekal keterampilan dan sertifikasi, para peserta diharapkan mampu melangkah lebih percaya diri menuju kemandirian ekonomi,” ungkap Beben.
Sementara itu, Instruktur Tata Boga PPKD Jakarta Utara Kustyaningsih memaparkan materi pelatihan mengacu pada skema lauk pauk nusantara. Para peserta dilatih untuk mengolah berbagai menu populer, di antaranya nasi uduk, mie goreng, sate bumbu rempah, dan soto kudus.
Tak hanya itu, peserta juga dibekali dengan keterampilan membuat makanan ringan dalam kemasan kotak, seperti risol dan sosis solo, serta membuat kue kering sebagai persiapan Idul Fitri.
“Saat ujian nanti, setiap peserta menggunakan satu kompor dan memasak secara individu untuk membuktikan kompetensi yang telah dipelajari,” terang Kustyaningsih. Dia berharap agar ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan, minimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan kemudian berkembang menjadi usaha mandiri. *
