Arsenal Terlalu Tangguh Bagi Tottenham

Kegembiraan pemain Arsenal saat mengalahkan Tottenham Hotspur.

LONDON – Arsenal menghajar Tottenham Hotspur dalam lanjutan Premier League 2025/2026. The Gunners menang telak 4-1 dalam laga yang berlangsung di   Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (22/2) malam WIB.

Di babak pertama kedua tim bermain imbang 1-1. Gol Eberechi Eze dibalas Randal Kolo Muani. Di babak kedua, Arsenal mengamuk dan menambah tiga gol, masing-masing lewat brace Viktor Gyokeres dan satu gol lagi dari Eze.

Hasil ini membuat Arsenal menjaga jaraknya dari Manchester City di klasemen Liga Inggris. Anak asuh Mikel Arteta masih memimpin dengan 61 dari 28 laga, unggul lima poin dari The Citizen, yang punya tabungan satu pertandingan. Sementara Spurs tertahan di peringkat 16 dengan 29 poin.

Arteta puas para pemainnya menjawab kepercayaan dan keyakinannya dengan baik. Terlebih mereka bermain dengan dominan. “Begitulah sepakbola. Kalau Anda menonton pertandingan lalu melawan Wolves, bagaimana bisa Anda membuang dua poin di sana, tidak ada yang bisa menjelaskannya. Tapi inilah keindahan sepakbola,” ungkap Arteta kepada Sky Sports.

Ia juga yakin, timnya sanggup bangkit di laga melawan Spurs. “Itu terlihat seperti akhir dunia, lalu Anda melihat ke para pemain Anda, bagaimana mereka bereaksi dan betapa mereka menginginkan kemenangan dan saya sudah pernah mengatakannya, saya merasa sangat-sangat istimewa bisa bekerja dengan mereka setiap hari. Saya tahu mereka akan bereaksi. Di sepakbola, Anda bisa menang, imbang, atau kalah, tapi sikap yang kami tunjukkan di laga ini, hasratnya, dominasinya, itu sangat impresif. Jadi saya senang,” kata Arteta.

Arteta lantas ditanya apakah ia akan merayakan kemenangan atas Tottenham dengan minum koktail. “Saya tidak minum koktail. Jadi, tidak, kami akan melakukan dengan cara kami sendiri. Jumlah pertandingan yang kami mainkan di setiap kompetisi itu luar biasa dan ini memberi Anda kesempatan untuk benar-benar mengambil napas, menganalisis apa yang sedang kami kerjakan, dan melangkah lagi sampai jeda internasional. Kami akan menghadapi banyak pertandingan lagi,”  ujar Arteta.

Di laga ini, Arsenal tampil dominan saat menghadapi Tottenham Hotspur. Secara statistik, The Gunners unggul hampir di semua aspek permainan.

Seperti merujuk pada situs resmi Premier League, penguasaan bola Arsenal mencapai 60,1 persen, berbanding 39,9 persen milik Tottenham. Dominasi itu juga tercermin dari jumlah peluang yang diciptakan.

Arsenal membukukan 20 tembakan dengan tujuh mengarah ke gawang. Sementara Tottenham Hotspur hanya melepaskan enam tembakan dengan lima tepat sasaran.

Tim tamu juga lebih berbahaya di sepertiga akhir. Arsenal mencatatkan 45 sentuhan di kotak penalti lawan, jauh berbanding tujuh milik Tottenham Hotspur. The Gunners juga menciptakan tiga peluang emas (big chances) dan empat peluang bersih tercipta.

Dari distribusi bola, Arsenal mencatat 480 operan dengan akurasi 79 persen. Tottenham membuat 320 operan dengan akurasi 73 persen. Umpan terobosan Arsenal juga lebih efektif dengan lima percobaan (40 persen akurat), sedangkan Tottenham hanya satu dan tidak berhasil.

Dalam aspek duel, Arsenal memenangi 71 duel dan 20 duel udara. Tottenham Hotspur hanya mencatat 49 duel dimenangi dan 12 duel udara. Meski demikian, Tottenham lebih banyak melakukan sapuan (42 berbanding 15) serta mencatat 15 intersep, menunjukkan mereka lebih banyak berada dalam tekanan.

Sementara itu,  kekalahan menyakitkan ini memukul telak harga diri Spurs tepat di hadapan pendukungnya sendiri. Bahkan, manajer Igor Tudor selaku nakhoda anyar The Lilywhites tak sungkan membeberkan realitas menyesakkan usai peluit panjang berbunyi.

Laga ini awalnya sempat diprediksi bakal menjadi batu sandungan licin bagi pasukan Arteta. Pergantian tongkat estafet dari Thomas Frank ke tangan Tudor seharusnya membawa tuah kebangkitan bagi kubu tuan rumah.

Harapan manis itu rupanya hancur berkeping-keping. Kesenjangan kualitas antara kedua rival sekota ini pun akhirnya dibongkar secara blak-blakan oleh sang manajer asal Kroasia.

Tudor sama sekali tidak mencari kambing hitam. Ia dengan jantan menerima fakta bahwa skuatnya benar-benar kalah kelas dalam segala aspek permainan.

Waktu persiapan ekstra yang dimilikinya ternyata tidak cukup untuk membendung ledakan energi tim tamu. Jurang pemisah antara kualitas permainan Spurs dan sang pemuncak klasemen terlihat begitu menganga selama sembilan puluh menit penuh.

“Saya merasa sedih karena penampilan kami sungguh tidak cukup baik, dan Arsenal tampil jauh lebih superior. Pada momen saat ini, terdapat jurang perbedaan yang terlalu besar di antara kedua tim,”  kata Tudor kepada Sky Sports.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *