Laga Chelsea kontra Burnley.
LONDON – Chelsea dipaksa menerima hasil imbang 1-1 saat menjamu Burnley. Gol di injury time membatalkan kemenangan the Blues yang sudah di depan mata.
Dalam laga Liga Inggris yang digelar di Stamford Bridge, Sabtu (21/2) malam WIB, gol cepat Joao Pedro membawa tuan rumah unggul di hampir sepanjang pertandingan.
Chelsea kemudian kehilangan Wesley Fofana akibat menerima kartu kuning kedua setelah laga melewati 70 menit. Burnley memaksimalkan keunggulan jumlah pemain dengan mencetak gol di injury time melalui sundulan Zion Flemming.
Dengan hasil ini, si Biru naik ke peringkat empat klasemen Liga Inggris usai mengoleksi 45 poin dari 27 laga. Chelsea memiliki jumlah angka yang sama dengan Manchester United, yang baru akan bermain Selasa (24/2) dinihari WIB. Sedangkan Burnley masih di zona merah dengan menempati posisi 19 usai mengumpulkan 19 poin.
Manajer Chelsea Liam Rosenior kesal karena timnya lengah. “Kami membuang empat poin dari dua laga kandang. Setelah gol pertama, kami kurang tajam. Kami terlalu aman saat menguasai bola. Tak cukup bagus untuk sebuah klub di level ini bagi saya untuk datang dan bilang bahwa kami tadi tim yang lebih baik. Kami perlu memenangi pertandingan-pertandingan kami. Saya tahu apa jawabannya da kami akan membahasnya di pekan ini juga,” kata Rosenior dikutip Standard.
Gol balasan Burnley sendiri memang terlahir lewat tandukan Flemming yang lepas dari kawalan. “Ada terlalu banyak kejadian, bahkan selama saya di sini, di mana kami kebobolan gol karena kurang konsentrasi dan kurang tanggung jawab. Wolves di kandang lawan, Crystal Palace di kandang lawan, Leeds di kandang sendiri, dan hari ini. Tim yang memenangi gelar juara menang dengan skor 1-0, bahkan ketika mereka tidak dalam performa terbaiknya. Seharusnya setidaknya skor hari ini 1-0,” ujar Rosenior.
Sebenarnya ia masih menjaga catatan tak terkalahkan di Premier League sejak menangani Chelsea. Tapi ada catatan penting yang kini menjadi pekerjaan rumah baginya, timnya sudah dua laga beruntun meraih hasil seri setelah sebelumnya ditahan Leeds United 2-2.
Sementara manajer Burnley, Scott Parker, memberikan apresiasi tinggi atas kemampuan timnya untuk tetap ‘berada dalam pertarungan’. “Itu adalah penampilan yang sangat tangguh dan penuh perjuangan. Tim ini tidak pernah menyerah. Kami menunjukkannya dan kami juga menunjukkannya di markas Palace sepuluh hari yang lalu,” ujar Parker.
Ia juga menyoroti bagaimana timnya tetap solid di tengah kritik tajam belakangan ini. “Kebisingan di luar sangat intens selama beberapa minggu terakhir, tetapi kebersamaan, semangat, mentalitas, dan ketangguhan tim ini bersinar kembali,” tuturnya.
Parker secara khusus memuji proses gol penyeimbang yang lahir dari skema bola mati. James Ward-Prowse, yang dikenal sebagai spesialis bola mati, mengirimkan umpan akurat yang diselesaikan dengan apik oleh Flemming.
“Itu adalah gol yang fantastis. Kiriman bola Prowsey sangat tepat sasaran dan Zian menyundulnya dengan gaya. Itu adalah gol bola mati yang luar biasa, langsung dari lapangan latihan. Sebuah skema bola mati kelas satu. Gol itu layak menghasilkan poin yang kami dapatkan, dan itu sangat pantas diterima,” tegasnya.
Tambahan satu poin ini menjadi modal berharga bagi Burnley dalam upaya mereka bertahan di Liga Premier Inggris. Parker mencatat meraih empat poin dari dua laga tandang terakhir adalah pencapaian luar biasa yang membuktikan bahwa timnya masih memiliki taring.
“Itu menunjukkan kepada saya bahwa kami masih dalam pertarungan. Kami telah berada di posisi ini untuk sementara waktu, jadi mari kita terus melangkah, mari kita seret tim lain ke dalam situasi ini. Mari kita semua bersatu di Turf Moor Sabtu depan dan membangun momentum dari dua hasil terakhir di Liga Premier Inggris ini,” tutup Parker.***
