MANCHESTER – Manchester City meraih kemenangan ketiganya secara berturut-turut di Liga Inggris usai mengalahkan Newcastle United dengan skor akhir 2-1 di Stadion Emirates, Minggu (22/2) dinihari WIB. Seluruh gol di pertandingan ini terlahir di paruh pertama permainan.
Pada laga tersebut, City unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak oleh Nico O’Reilly pada menit ke-14. Newcastle sempat menyamakan kedudukan di menit ke-22 melalui gol yang dicetak oleh Lewis Hall. Namun, hanya lima menit berselang City kembali unggul usai O’Reilly mencetak gol keduanya.
City pun kini mengoleksi 56 poin dari 27 pertandingan di posisi kedua klasemen sementara.
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, mengaku sangat puas setelah timnya berhasil meraih kemenangan apalagi melawan Newcastle yang tampil luar biasa.
“Hasil yang luar biasa, Newcastle adalah tim yang luar biasa, hebat dalam hal fisik dan kecepatan di lini depan. Kekuatan fisik di lini tengah. Sangat sulit, tetapi tim ini luar biasa,” ujar Guardiola kepada TNT Sports.
Ia memuji penampilan apik timnya dan dukungan luar biasa yang diberikan oleh para penggemar City yang menyaksikan laga di dalam stadion.
“70% pemain belum pernah berada dalam situasi seperti ini, dan saya tidak bermain. Jadi kami harus mengalaminya, mereka tahu bahwa setiap pertandingan akan seperti ini. Terutama di kandang, dengan lima pertandingan kandang tersisa. Hari ini adalah jumlah penonton terbaik tahun ini, sungguh luar biasa dengan para pendukung kami, sangat bangga menjadi manajer dari orang-orang dan penggemar yang luar biasa ini,” tuturnya.
Guardiola juga memuji O’Reilly yang menjadi pahlawan kemenangan bagi timnya. “Nico memberi kami kekuatan fisik yang kami butuhkan di lini tengah. Dia sekarang bermain di posisinya. Dia selalu bermain di posisi itu, dia sangat komplet dan masih sangat muda. Saya sangat senang akademi ini menghasilkan pemain-pemain luar biasa ini, Nico, Phil (Foden), Rico (Lewis),” pungkasnya.
Gelandang muda Manchester City, Nico O’Reilly, menegaskan timnya harus mengerahkan segalanya untuk mengamankan tiga poin. “Hasil yang sangat besar. Kami datang ke pertandingan ini membutuhkan tiga poin dan sekarang jaraknya makin dekat, jadi kami sangat senang dengan kemenangan ini,” ujarnya.
O’Reilly mengakui bahwa Newcastle benar-benar menguji ketahanan timnya. “Mereka mendorong kami hingga batas akhir. Mereka terus mengirim bola ke dalam kotak penalti sepanjang babak kedua,” ujarnya.
Tekanan tanpa henti dari Newcastle United memaksa Man City bekerja ekstra keras, terutama di lini belakang. O’Reilly menilai semangat dan determinasi seperti inilah yang harus terus ditunjukkan jika tim ingin meraih trofi pada akhir musim. “Kami semua memberikan usaha 120 persen dan itulah yang kami butuhkan di setiap pertandingan,” ujarnya.
Dengan persaingan gelar yang semakin ketat, kemenangan atas Newcastle United menjadi bukti Man City siap berjuang hingga laga terakhir musim ini. Dedikasi total dan kerja keras kolektif, seperti yang ditegaskan O’Reilly, akan menjadi modal utama dalam perburuan silverware.
Sementara manajer Newcastle United, Eddie Howe, mengaku kecewa setelah timnya menderita kekalahan. Menurutnya, Newcastle tampil cukup baik namun gagal mendapatkan hasil yang diinginkan.
“Mengingat semua yang telah kami lakukan dalam beberapa pekan terakhir, saya pikir ini adalah penampilan yang bagus. Tidak cukup bagus, tetapi kami berhasil mengimbangi mereka. Kami cukup imbang dalam pertandingan, kami bermain dengan baik meski tidak cukup baik dalam bertahan dari dua gol tersebut, itulah kekecewaan sebenarnya,” ujar Howe saat berbicara kepada BBC Match of the Day.
Ia mengatakan, pertandingan ini memang sulit, sehingga arahnya susah ditebak. “Kepercayaan diri itu ada sampai akhir, tembakan (Harvey) Barnes di akhir pertandingan itu berhasil ditepis dengan baik. Anda tidak pernah tahu pasti bagaimana jalannya pertandingan, tetapi penting untuk memulai dengan baik dan beberapa kali terakhir kami datang ke sini, kami kebobolan lebih awal,” tandasnya.***
