Dortmund Menang, Tapi Atalanta Belum Menyerah

Pemain Borussia Dortmund saat mengalahkan Atalanta.

DORTMUND –  Borussia Dortmund mengantongi hasil penting dalam upayanya lolos ke Babak 16 Besar Liga Champions. Di leg pertama playoff, Dortmund mengatasi perlawanan Atalanta dengan skor 2-0. Laga ini sempat tertunda 15 menit karena bus yang membawa tim Dortmund terjebak kemacetan.

Pada pertandingan di Signal-Iduna Park, Rabu (18/2) dini hari WIB, Dortmund tampil dominan dengan menciptakan sembilan attempts, dua di antaranya on target dan tiga peluang besar.

Meski kalah penguasaan 44 persen berbanding 55 persen, Dortmund memang mematikan. Hasilnya baru tiga menit laga berjalan, Serhou Guirassy menanduk bola operan Julian Ryerson di tiang jauh dan tak kuasa dihalau kiper Atalanta Marco Carnesecchi.

Upaya Dortmund menambah keunggulan baru tercapai pada menit ke-42. Guirassy kini jadi arsitek gol setelah umpan tariknya diteruskan Max Beier lewat sontekan di depan gawang.

Pelatih Borussia DortmundNiko Kovac sangat puas dengan hasil tersebut. “Saya sangat puas, kami bermain sepak bola dengan baik, mencetak dua gol dan bermain dengan baik di babak kedua. Kami bekerja keras pada beberapa hal dan berhasil melakukannya dengan baik. Serhou Guirassy mencetak gol dan memberikan assist, yang persis seperti yang kami butuhkan,” kata Kovac kepada UEFA.com.

Kovac memuji performa Guirassy dengan menyebutnya selalu ada ketika tim membutuhkan setelah dia membuat satu gol dan satu assist. “Kami bekerja sangat keras pada beberapa hal dan berhasil menjalankannya dengan baik malam ini. Serhou Guirassy mencetak satu gol dan memberikan satu assist, persis seperti yang kami butuhkan,” ujar Kovac dikutip dari laman resmi Borussia Dortmund.

Sementara Guirassy menyebut kemenangan atas Atalanta patut disyukuri. Hal itu karena sebelum pertandingan mereka terjebak macet dan mesti buru-buru mempersiapkan diri menuju lapangan.

​​​​​​​”Kami hanya punya waktu tidak lebih dari 10 menit di ruang ganti. Akan tetapi, kami memulai laga dengan bagus. Saya mencetak gol dengan sundulan lagi hasil umpan silang Julian Ryerson. Saya pikir itu permulaan yang bagus di playoff Liga Champions,” tutur dia.

Dengan tambahan satu gol dan satu assist-nya tersebut, Guirassy telah menorehkan empat gol dan empat assist di Liga Champions UEFA 2025/2026. Total, dia sudah 16 gol serta enam assist di semua kompetisi musim ini.

Sementara pelatih Atalanta, Raffaele Palladino, tetap optimis meski timnya kalah.  Ia menyebut hasil laga leg pertama hanyalah ‘babak pertama’ dari pertarungan panjang menuju babak 16 besar.

“Masih ada leg kedua.  Ini baru babak pertama, babak kedua akan dimainkan di kandang kami sendiri. Sama seperti mereka menyarangkan dua gol ke gawang kami malam ini, kami juga bisa melakukan hal yang sama di Bergamo.  Kami harus berpikir positif. Impian kami adalah lolos, dan jika kami tidak berhasil, kami akan tahu kami telah memberikan segalanya,” ujar Palladino kepada Sky Sport Italia.

Laga ditutup dengan momen panas saat Palladino langsung meluncur ke ruang ganti tanpa berjabat tangan dengan pelatih Dortmund, Nico Kovac. Palladino mengungkapkan bahwa hal itu dipicu oleh perilaku staf pelatih lawan di pinggir lapangan.

“I don’t like protesting, mereka mengeluh untuk setiap hal kecil di pinggir lapangan. Saya mencoba membiarkan wasit melakukan tugasnya, dalam suka maupun duka, jadi saya hanya mengatakan kepadanya bahwa dia seharusnya membiarkan wasit bekerja,”  kata Palladino.

Kapten AtalantaMarten de Roon, mengakui La Dea sempat kewalahan menghadapi kecepatan Dortmund di awal laga. Namun, ia menilai performa timnya membaik seiring berjalannya waktu.

“Kami kesulitan dengan kecepatan mereka di awal, tetapi kemudian pertandingan menjadi lebih seimbang. Kami memiliki beberapa peluang, dan hal yang sangat disayangkan adalah kebobolan gol kedua,” ujar De Roon kepada Sky Sport Italia. Atalanta gentian menjadi tuan rumah untuk laga leg kedua di Bergamo pada  Rabu (25/7).***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *