Laga Inter Milan kontra Juventus.
MILAN – Inter Milan menang atas Juventus 3-2 dalam laga Derby d’Italia pekan ke-25 Serie A di Giuseppe Meazza, Minggu (15/2) dini hari WIB. Laga berlangsung ketat dan keras. Juventus sudah kehilangan Pierre Kalulu pada menit ke-42 karena mendapat kartu merah.
Inter unggul lebih dulu setelah Andrea Cambiaso melakukan gol bunuh diri. Cambiaso lantas menebusnya dengan mencetak gol untuk membawa Juventus menyamakan kedudukan.
Pio Esposito mengembalikan keunggulan Inter pada babak kedua sebelum dibalas oleh Manuel Locatelli. Gol Piotr Zielinski pada menit ke-90 lantas mengunci kemenangan Inter.
Berkat kemenangan ini, Inter semakin nyaman di puncak klasemen Liga Italia dengan 61 poin. Sementara Juventus di peringkat kelima dengan 46 poin.
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, lega tim asuhannya dapat kembali memenangi pertandingn melawan tim papan.
“Sudah dua tahun sejak terakhir kali kami memenangi laga yang sangat menentukan seperti ini, dan para pemain merasakan tekanan itu. Tapi kami melakukan apa yang harus dilakukan dan meraih kemenangan. Kami mencoba menyakiti Juventus dan menampilkan performa penuh karakter,” kata Chivu dikutip dari laman resmi Inter.
Chivu bahkan mengakui timnya tidak tampil sepenuhnya sesuai rencana. Faktor stamina dan ketenangan disebut menjadi kendala utama dalam mengeksekusi strategi yang telah disiapkan.
“Saya berharap kemenangan hari ini menjadi titik balik. Tim tidak memiliki stamina dan ketenangan untuk mengeksekusi semua yang sudah kami persiapkan, tapi saya tetap menerima kemenangan ini. Terasa sekali tekanan karena sudah lama kami tidak mengalahkan tim besar. Kami seharusnya bisa mengelola pertandingan dengan lebih baik, tetapi karakter tim akhirnya muncul: kami ingin menang dan berhasil melakukannya lewat gol Zielinski,” kata pelatih asal Romania itu.
Selain sorotan pada aspek mental, Chivu juga menanggapi keputusan wasit yang mengusir Kalulu setelah menerima kartu kuning kedua. Menurutnya, insiden tersebut sebenarnya terjadi akibat sentuhan ringan, tetapi tetap memberi ruang bagi wasit untuk mengambil keputusan.
“Kartu kuning kedua dan kartu merah untuk Kalulu? Bagi saya itu sentuhan ringan, tapi tetap saja ada sentuhan. Saya selalu bilang kepada pemain saya untuk tidak menempatkan wasit dalam situasi harus membuat keputusan. Pemain saya merasa ada sentuhan karena dia lebih dulu sampai di bola, dan pemain dengan pengalaman seperti Kalulu seharusnya tidak menggunakan tangan jika sudah mengantongi satu kartu kuning,” ucap Chivu.
Chivu pun berharap kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan bagi Inter dalam perburuan target musim ini. Dengan 13 laga tersisa, ia menegaskan perjalanan masih panjang dan timnya harus terus berkembang.
“Masih ada 13 pertandingan lagi; musim ini masih panjang. Saya selalu berbicara tentang perkembangan mental dan cara bermain kami. Hari ini kami terus berusaha, dan saya memutuskan memasukkan satu penyerang tambahan untuk mencoba memenangkannya. Lalu Zielu (Zielinski) menunjukkan kualitasnya, dan keputusan itu membuahkan hasil,” ujarnya.
Hasil yang melegakan Inter karena selama ini mereka kerap dikritik karena cuma bisa mengalahkan tim-tim papan tengah ke bawah. “Semua tim harus saling bertemu di liga. Juve tim hebat, tapi kami tetap tampil bagus kok sekalipun kami tidak membawa pulang tiga poin,” ujar Zielinski seperti dikutip Football Italia.
Sementara itu, Direktur Juventus Giorgio Chiellini mengkritik kualitas wasit terkait kartu merah Kalulu. “Kita tidak bisa bicara soal sepakbola setelah apa yang terjadi hari ini. Sesuatu yang tidak bisa diterima terjadi di laga ini, tidak peduli apakah itu terjadi kepada kami atau yang lain, dan mulai besok mungkin VAR harus berubah, karena ini tidak bisa diterima karena banyak kesalahan terus terjadi bahkan di pertandingan besar seperti ini,” ujar Chiellini kepada Sky Sport Italia.
Ia menilai sang wasit tidak sesuai dengan standar Serie A. “Sejak awal musim banyak klub sudah mengeluhkan infrastruktur yang tidak sesuai level Serie A. Saya tidak tahu apakah mereka tidak dilatih dengan benar, tidak mampu menjalankan tugas, apa pun alasannya, faktanya adalah wasitnya tidak sesuai standar sepakbola Serie A,” katanya.***
