Manchester City Sukses Atasi Perlawanan Liverpool

Selebrasi Bernardo Silva usai mencetak gol ke gawang Liverpool.

LIVERPOOL – Manchester City sukses mengatasi perlawanan sengit Liverpool dengan skor 2-1 dalam lanjutan Liga Inggris yang berlangsung di Anfield, Minggu (8/2) malam WIB. Laga itu berlangsung terbuka dan ketat.

City tertinggal lebih dulu lewat gol Dominik Szoboszlai. Tapi pasukan Pep Guardiola berbalik unggul lewat  Bernardo Silva dan penalti Erling Haaland. Man City punya gol lain dari Rayan Cherki namun dianulir wasit, karena ada insiden pelanggaran antara Szoboszlai dan  Haaland.

Kemenangan ini menjaga Man City tetap enam poin dari Arsenal di puncak klasemen, menempati posisi dua dengan 50 poin. Liverpool tertahan di urutan enam dengan 39 poin.

Guardiola bangga dengan reaksi para pemainnya. Ia mengakui kehilangan momentum di babak kedua. Tapi tekad bulat untuk menjaga peluang mengejar Arsenal menyadarkan mereka.

“Saya sangat bangga kami menang. Babak pertama luar biasa. Liverpool punya momentum (di babak kedua), dan setelah tendangan bebas Szoboszlai, yang persis sama dengan tendangan bebas saat melawan Arsenal, sungguh itu tendangan yang luar biasa. Pemain yang hebat. Pada akhirnya, keyakinan dari kapten kami; karakternya, kepribadiannya, tidak menyerah. Pada akhirnya, kami berhasil bangkit,” kata Guardiola ke Sky Sports.

Ia mengatakan, Haaland dan kolega seharusnya bermain lebih tenang. “Kami bermain bagus di babak pertama tetapi kami tidak menghasilkan apa yang seharusnya kami hasilkan. Kami mesti lebih tenang sedikit. Secara defensif kami sangat brilian. Kecepatan (Hugo) Ekitike, Mo (Salah) dan (Cody) Gakpo. Di babak kedua kami sudah menantikan itu,” tuturnya.

Guardiola turut mengakui timnya masih perlu banyak berbenah di sisa musim ini jika ingin mengejar Arsenal. Ia optimistis Man City bakal lebih  bagus saat pemain-pemain yang cedera kembali.

“Ini sudah terjadi berkali-kali, kami tidak konsisten selama 90 menit, tetapi kami berusaha untuk berkembang. Kami sudah berada di posisi itu berkali-kali karena mungkin kami masih belum sepenuhnya siap. Mungkin dalam satu bulan kami akan siap (saat pemain yang cedera pulih),” kata manajer asal Spanyol itu.

Bernardo Silva mengungkap skuad Man City merasakan desakan untuk meraih poin penuh. Comeback itu disebut Bernardo tak lepas dari rasa putus asa timnya untuk mengejar Arsenal. Gagal menang berarti selisih dengan sang pemimpin klasemen sementara kian lebar.

“Untuk jarak yang kami punya dengan Arsenal, datang ke sini memang jadi tempat tersulit di Premier League sejauh ini, tapi kami butuh mengejar gol lain. Ketika saya mencetak gol, saya senang tapi kami butuh gol lain lagi dan Erling mendapatkannya. Sangat senang, tapi poin-poin ini terhitung sama jumlahnya dengan di laga-laga lainnya. Awal tahun ini memang sudah bikin frustrasi, kami tak bekerja dengan pantas,” kata Silva dikutip BBC.

Ia mengatakan, sebelum laga seluruh pemain sudah punya tekad kuat untuk memenangkan laga. “Kami seharusnya bisa lebih dekat dengan Arsenal. Bagi saya, Anda harus membayangkan betapa sulitnya menang di sini, tapi saya sangat senang dengan hasil ini. Seluruh anggota tim tahu sebelum laga berjalan bahwa kalau kami kalah, maka persaingan gelar juara mungkin berakhir. Kami merasa memang butuh menang. Kami perlu melakukan tugas yang belum kami lakukan belakangan ini,” ujar pemain asal Portugal itu.

Sementara itu  manajer Liverpool, Arne Slot tak bisa menutupi kekecewaanya atas hasil yang diterima. “Ya, perasaan marah, perasaan kecewa, tentu saja. Di babak pertama, City adalah tim yang lebih baik di lapangan tanpa menciptakan banyak peluang besar, kecuali satu dari Haaland di menit pertama,” kata Slot dikutip dari situs resmi klub.

Meski begitu, Slot mengakui jika Manchester City mampu bermain lebih baik dari tim besutannya. “Tapi mereka bermain lebih mudah dengan bola. Namun peningkatan yang telah kami lakukan sejak tiga atau empat bulan lalu terlihat jelas bagi semua orang,” jelasnya.

Ia juga merasa jika permainan Liverpool membaik pada babak kedua dengan berani melakukan tekanan. “Di babak kedua, standar permainan kami meningkat. Standar dalam hal intensitas. Kami menekan mereka di seluruh lapangan dan itu adalah peningkatan terbesar yang telah kami lakukan dalam tiga atau empat bulan terakhir,” tandasnya.***

Sukses ini sekaligus mengakhiri ‘kutukan’ semifinal The Gunners-nya Mikel Arteta.  Ini jadi final pertama Arsenal di Carabao Cup sejak 2018, di mana mereka kalah 0-3 dari Man City.

Ini juga merupakan final pertama Arteta dan Arsenal sejak juara Piala FA pada 2020 silam. Sejak saat itu klub London utara tersebut mulai lebih mampu menantang untuk trofi-trofi, tapi belum memenangi apa pun kecuali dua gelar minor di Community Shield.

Arteta memastikan timnya tak akan menyia-nyiakan kesempatan yang sudah ditunggu lama. “Apakah saya menikmati ini? Sangat, terutama di akhir pertandingan. Kami tahu akan ada pertarungan sengit di laga ini. Keteguhan hati itu, kejelasan untuk memahami jenis permainan apa yang harus kami mainkan, kami melakukannya dengan sangat baik,” ujar Arteta dikutip Sky Sports.

Ia mengaku momen seperti ini sudah lama ditunggu. “Ada atmosfer istimewa di dalam stadion kami. Itu memberikan perbedaan besar. Kami sudah menunggu beberapa tahun untuk berada di posisi ini dan kami pasti akan menikmati finalnya,” kata Arteta.

Ini juga menjadi kesempatan  bagi Arsenal untuk meraih gelar pertama dari empat kesempatan yang tersedia di musim ini. Arsenal memang punya peluang bagus juara Liga Inggris, lalu di Piala FA dan Liga Champions.

Menghadapi empat kesempatan sekaligus, setelah hanya dua gelar minor (Community Shield) dalam enam tahun, menjadi sebuah tantangan besar yang bisa menjadi bumerang kalau tak tertangani dengan baik.

Arteta meyakini kemenangan di final Carabao Cup akan sangat krusial buat kans mereka. Itu akan membuka keyakinan yang lebih besar. “Ini soal belajar dari pengalaman sebelumnya. Pertandingan ini sangat berbeda dari yang pertama di Stamford Bridge. Kami menanganinya dengan sangat baik, bagaimana harus bertarung dan memahami apa yang mesti kami lakukan. Sangat mengesankan. Sekarang ayo menangkan final,” kata Arteta.

Gol Havertz telah membuat Emirates Stadium menggila. “Atmosfer di akhir pertandingan membuat saya tersenyum. Menuju Wembley! Saya tidak tahu apakah dia (Kai Havertz) akan mengoper bola. Dia melewati kiper dan menuntaskannya dengan luar biasa. Untuk Kai yang absen begitu lama dan kembali, serta cinta yang dia dapatkan dari para fans, itu sangat berarti. Anda bisa merasakannya, dia melewati kiper, dan Anda tahu semua orang menggila,”  kata bek Arsenal, Jurrien Timber, kepada BBC

Havertz memng sempat cedera parah usai menjalani laga pertamanya bersama Arsenal musim ini. Pemain asal Jerman itu baru comeback pada awal Januari melawan Portsmouth di Piala FA.

Sementara manajer Chelsea Liam Rosenior tetap mengapresiasi perjuangan timnya.  Chelsea sejatinya berusaha menekan Arsenal terutama pada babak kedua. Namun upaya itu tidak cukup karena gagal menghasilkan peluang yan bagus.

The Blues menaruh banyak pemain di kotak penalti saat mengejar gol. Situasi itu membuat mereka berisiko saat memasuki menit akhir. “Kami mendominasi area yang ingin kami kuasai di babak kedua, tetapi kami tidak menemukan momen berkualitas itu. Ketika Anda menekan seperti kami, kami menempatkan kedua bek di kotak penalti dan pada menit-menit akhir masa tambahan waktu hal seperti itu selalu bisa terjadi. Arsenal tahu mereka akan mendapat perlawanan,” kata Rosenior kepada ITV1.

Chelsea datang ke laga ini dengan persiapan yang tidak ideal. Pada leg pertama, tim sempat dilanda masalah kebugaran pemain. Rosenior juga baru beberapa hari menangani tim saat itu. Ia tetap melihat hal positif dari respons para pemain.

“Pada leg pertama, saya tidak mencari alasan, tetapi ada penyakit yang menyerang tim pada hari pertandingan dan kami kehilangan empat pemain. Saya baru memimpin selama tiga hari. Saya tidak bisa menyalahkan penerapan, intensitas atau semangat juang para pemain,” ungkap Rosenior.

Hasil ini juga melanjutkan catatan buruk The Blues saat jumpa The Gunners. Dari 10 pertemuan terakhir di seluruh ajang, Chelsea tidak pernah menang dengan paling maksimal meraih tiga hasil imbang dan sisanya kalah. Itu setara dengan total lima manajer terakhir yang menangani Chelsea tidak pernah bisa mengalahkan Arsenal.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *