Arsenal Akhirnya Pijak Final Carabao Cup

Kai Havertz saat berhasil menundukkan kiper Chelsea, Robert Sanchez.

LONDON – Arsenal berhasil ke final Carabao Cup setelah mengalahkan Chelsea 1-0 pada leg kedua semifinal yang  berlangsung di Emirates Stadium, Rabu (4/2) dini hari WIB. Dengan demikian Arsenal menang agregat 4-2.

Arsenal berhasil menggebuk Chelsea di penghujung babak kedua. Sebuah serangan balik diselesaikan dengan baik oleh Kai Havertz.

Sukses ini sekaligus mengakhiri ‘kutukan’ semifinal The Gunners-nya Mikel Arteta.  Ini jadi final pertama Arsenal di Carabao Cup sejak 2018, di mana mereka kalah 0-3 dari Man City.

Ini juga merupakan final pertama Arteta dan Arsenal sejak juara Piala FA pada 2020 silam. Sejak saat itu klub London utara tersebut mulai lebih mampu menantang untuk trofi-trofi, tapi belum memenangi apa pun kecuali dua gelar minor di Community Shield.

Arteta memastikan timnya tak akan menyia-nyiakan kesempatan yang sudah ditunggu lama. “Apakah saya menikmati ini? Sangat, terutama di akhir pertandingan. Kami tahu akan ada pertarungan sengit di laga ini. Keteguhan hati itu, kejelasan untuk memahami jenis permainan apa yang harus kami mainkan, kami melakukannya dengan sangat baik,” ujar Arteta dikutip Sky Sports.

Ia mengaku momen seperti ini sudah lama ditunggu. “Ada atmosfer istimewa di dalam stadion kami. Itu memberikan perbedaan besar. Kami sudah menunggu beberapa tahun untuk berada di posisi ini dan kami pasti akan menikmati finalnya,” kata Arteta.

Ini juga menjadi kesempatan  bagi Arsenal untuk meraih gelar pertama dari empat kesempatan yang tersedia di musim ini. Arsenal memang punya peluang bagus juara Liga Inggris, lalu di Piala FA dan Liga Champions.

Menghadapi empat kesempatan sekaligus, setelah hanya dua gelar minor (Community Shield) dalam enam tahun, menjadi sebuah tantangan besar yang bisa menjadi bumerang kalau tak tertangani dengan baik.

Arteta meyakini kemenangan di final Carabao Cup akan sangat krusial buat kans mereka. Itu akan membuka keyakinan yang lebih besar. “Ini soal belajar dari pengalaman sebelumnya. Pertandingan ini sangat berbeda dari yang pertama di Stamford Bridge. Kami menanganinya dengan sangat baik, bagaimana harus bertarung dan memahami apa yang mesti kami lakukan. Sangat mengesankan. Sekarang ayo menangkan final,” kata Arteta.

Gol Havertz telah membuat Emirates Stadium menggila. “Atmosfer di akhir pertandingan membuat saya tersenyum. Menuju Wembley! Saya tidak tahu apakah dia (Kai Havertz) akan mengoper bola. Dia melewati kiper dan menuntaskannya dengan luar biasa. Untuk Kai yang absen begitu lama dan kembali, serta cinta yang dia dapatkan dari para fans, itu sangat berarti. Anda bisa merasakannya, dia melewati kiper, dan Anda tahu semua orang menggila,”  kata bek Arsenal, Jurrien Timber, kepada BBC

Havertz memng sempat cedera parah usai menjalani laga pertamanya bersama Arsenal musim ini. Pemain asal Jerman itu baru comeback pada awal Januari melawan Portsmouth di Piala FA.

Sementara manajer Chelsea Liam Rosenior tetap mengapresiasi perjuangan timnya.  Chelsea sejatinya berusaha menekan Arsenal terutama pada babak kedua. Namun upaya itu tidak cukup karena gagal menghasilkan peluang yan bagus.

The Blues menaruh banyak pemain di kotak penalti saat mengejar gol. Situasi itu membuat mereka berisiko saat memasuki menit akhir. “Kami mendominasi area yang ingin kami kuasai di babak kedua, tetapi kami tidak menemukan momen berkualitas itu. Ketika Anda menekan seperti kami, kami menempatkan kedua bek di kotak penalti dan pada menit-menit akhir masa tambahan waktu hal seperti itu selalu bisa terjadi. Arsenal tahu mereka akan mendapat perlawanan,” kata Rosenior kepada ITV1.

Chelsea datang ke laga ini dengan persiapan yang tidak ideal. Pada leg pertama, tim sempat dilanda masalah kebugaran pemain. Rosenior juga baru beberapa hari menangani tim saat itu. Ia tetap melihat hal positif dari respons para pemain.

“Pada leg pertama, saya tidak mencari alasan, tetapi ada penyakit yang menyerang tim pada hari pertandingan dan kami kehilangan empat pemain. Saya baru memimpin selama tiga hari. Saya tidak bisa menyalahkan penerapan, intensitas atau semangat juang para pemain,” ungkap Rosenior.

Hasil ini juga melanjutkan catatan buruk The Blues saat jumpa The Gunners. Dari 10 pertemuan terakhir di seluruh ajang, Chelsea tidak pernah menang dengan paling maksimal meraih tiga hasil imbang dan sisanya kalah. Itu setara dengan total lima manajer terakhir yang menangani Chelsea tidak pernah bisa mengalahkan Arsenal.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *