Pertama dalam 8 Tahun, PM Inggris akan Kunjungi Tiongkok

BEIJING(LB)-Perdana Menteri Inggris Keir Starmer akan melakukan kunjungan resmi ke Tiongkok pada 28-31 Januari 2026 dan akan menjadi yang pertama sejak 2018.

“Kunjungan PM Starmer menandai kunjungan pertama perdana menteri Inggris ke China dalam delapan tahun terakhir. Selama kunjungan tersebut, Presiden Xi Jinping, PM Li Qiang dan Ketua Kongres Rakyat Nasional Zhao Leji akan mengadakan pertemuan secara terpisah dengan PM Starmer,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun, pada Selasa (27/1).

Guo Jiakun menyebut sebelumnya pada Agustus 2024, Presiden Xi Jinping melakukan panggilan telepon dengan PM Starmer. Keduanya juga bertemu selama KTT G20 di Rio de Janeiro, Brasil pada November tahun yang sama, yang membuat arah awal perbaikan hubungan Tiongkok-Inggris.

“Selain Beijing, PM Starmer juga akan mengunjungi Shanghai. Kunjungan itu akan menjadi momen pertukaran pandangan mendalam tentang hubungan bilateral dan isu-isu yang menjadi kepentingan bersama,” ujar Guo Jiakun.

Saat lanskap internasional sedang mengalami gejolak dan transformasi, Guo Jiakun mengatakan merupakan kepentingan bersama kedua negara untuk berkontribusi pada promosi perdamaian, stabilitas, dan pembangunan global, terlebih kedua negara adalah dua anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

Guo Jiakun menegaskan Tiongkok siap memanfaatkan kunjungan tersebut sebagai kesempatan untuk meningkatkan rasa saling percaya secara politik dengan Inggris.

Di bawah pemerintahan Partai Buruh yang berkuasa sejak 2024, para pejabat tinggi dari kedua belah pihak telah saling mengunjungi selama setahun terakhir.

Pada Januari 2025 Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok  He Lifeng menyepakati dimulainya kembali Dialog Ekonomi dan Keuangan Inggris-Tiongkok dengan nilai kesepakatan mencapai 600 juta poundsterling termasuk bidang vaksin, pupuk, wiski, layanan hukum, mobil dan akuntansi.

Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi juga bertemu PM Starmer pada 12 Februari 2025.

Dengan volume perdagangan bilateral tahunan sebesar US$98,36 miliar pada 2024, kedua negara juga membentuk mekanisme pertukaran tingkat tinggi, termasuk Pertemuan Perdana Menteri Tahunan, Dialog Ekonomi dan Keuangan, Dialog Strategis, dan Dialog Antar Masyarakat.

Namun hubungan kedua negara memburuk sejak penerapan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong yang dinilai mengekang kebebasan sipil di Hong Kong oleh Inggris.

Hal lain yang juga mengganjal adalah dukungan Tiongkok terhadap Rusia dalam perang Ukraina serta meningkatnya kekhawatiran tentang spionase dan campur tangan ekonomi Beijing terhadap perusahaan-perusahaan Tiongkok seperti Huawei Technologies.

Kunjungan Starmer juga terjadi di tengah meningkatnya tantangan di dalam negeri, dengan Partai Buruh berada di bawah tekanan menjelang pemilihan sela pada 26 Februari 2026. Pemerintahan Starmer menghadapi kritik tajam terkait tingginya imigrasi, stagnasi ekonomi, dan krisis biaya hidup yang terus-menerus.

Selain itu, hubungan Inggris dan sekutu dekatnya Amerika Serikat juga sedang renggang khususnya karena keinginan Presiden AS Donald Trump untuk mengambil alih Greenland dan komentar Trump yang meremehkan pasukan Inggris dan NATO di Afghanistan yang disebut Starmer sebagai “penghinaan”.

Starmer mengunjungi Beijing beberapa hari setelah Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Presiden Prancis Emmanuel Macron juga datang ke Beijing.

Selain itu pemerintah Inggris juga sudah menyetujui pembangunan kedutaan besar baru Tiongkok di Royal Mint Court, dekat Menara London seluas 20.000 meter persegi. Sebelumnya, rencana pembangunan ini selalu ditunda izinnya karena dikhawatirkan menjadi lokasi penyadapan data sensitif karena lokasinya dekat dengan pusat keuangan City of London.

Tiongkok membeli lahan tersebut seharga 255 juta poundsterling pada 2018, tapi izin pembangunannya selalu ditolak oleh dewan lokal karena risiko keamanan setelah desain kedubes tersebut menunjukkan 200 ruangan bawah tanah di dalam kompleks dan ada kabel serat optik untuk internet yang tertanam di bawah lokasi proyek.

Meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan dengan Tiongkok sebagai mitra dagang terbesar ketiga London diperkirakan akan menjadi agenda utama Starmer. Ia membawa sekitar 60 pimpinan perusahaan, universitas, dan lembaga budaya selama kunjungannya ke Beijing dan Shanghai.

Tidak jelas apakah PM Starmer akan membicarakan isu-isu kontroversial, termasuk kasus mantan taipan media Hong Kong Jimmy Lai Chee-ying yang divonis dengan tuduhan konspirasi dan penghasutan di Hong Kong, wilayah otonom Xinjiang, serta perang Ukraina dan peran perusahaan-perusahaan Tiongkok seperti Huawei Technologies.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *