Pemain Real Madrid saat mengalahkan AS Monaco.
MADRID – Real Madrid berpesta gol saat bertemu AS Monaco pada laga league phase Liga Champions yang berlangsung di Santiago Bernabeu, Rabu (21/1) dinihari WIB. Los Blancos membantai tamunya tersebut dengan skor 6-1.
Real Madrid mencetak dua gol di babak pertama yang diborong oleh Kylian Mbappe pada menit ke-5 dan menit ke-26. Selepas jeda, Madrid mengamuk dengan bikin empat gol yang dibuat Franco Mastantuono menit ke-51, bunuh diri Thilo Kehrer menit ke-55, Vinicius Jr pada menit ke-63 dan Jude Bellingham di menit ke-80. Monaco hanya bisa membalas satu gol dari Jordan Teze di menit ke-72.
Kemenangan ini membawa Madrid ke urutan kedua dengan 15 poin tertinggal enam angka dari Arsenal di puncak. Monaco di posisi ke-20 dengan sembilan poin.
Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, seolah menjawab keraguan dari pada suporter dengan kemenangan meyakinkan ini. Para penggawa Madrid sempat dicemooh suporter sendiri di kandang akhir pekan lalu kala menang 2-0 atas Levante.
Hal tersebut karena sebelumnya Madrid kalah 2-3 dari tim kasta kedua Albacete di Copa del Rey pada laga debut Arbeloa sebagai pelatih El Real. Para suporter juga tak senang Xabi Alonso lengser digantikan oleh Arbeloa di kursi pelatih.
Cemoohan tersebut tak lagi hadir di laga melawan Monaco. Para suporter tampaknya sudah mulai percaya kepada Arbeloa dan para penggawa Madrid.
Dukungan penuh para suporter ini menurut Arbeloa jadi kunci Los Blancos bisa menang besar atas Monaco. Pria asal Spanyol ini juga sangat senang bisa menghadirkan kemenangan besar tersebut kepada para suporter.
“Ini adalah malam di mana Bernabéu telah menunjukkan bahwa ketika mereka mendukung tim mereka, Real Madrid menjadi lebih baik. Ketika Bernabéu berada di pihak kami, kami adalah tim yang hebat dan di semua malam besar, tidak masalah siapa pemainnya. Selalu kami miliki bersama adalah dukungan penonton yang luar biasa,” ujar Arbeloa dikutip dari situs Madrid.
Ia sadar tuntutan suporter sangat tinggi terhadap timnya. “Kami tahu bahwa tuntutannya sangat besar. Kami tahu bahwa kami harus menjadi yang pertama bermain seperti yang kami lakukan hari ini, bekerja keras dan tampil cemerlang. Saya sangat senang atas malam yang luar biasa bagi para penonton Bernabéu dan para pemain Real Madrid,” jelasnya.
Yang disorot dari laga ini adalah selebrasi Bellingham usai mencetak gol. Federico Valverde mengirim umpan terobosan ke dalam kotak penalti, Bellingham mengontrol dengan baik, lewati kiper, lalu ceploskan bola ke gawang yang kosong.
Selepas gol itu, Bellingham berselebrasi dengan cara tidak biasa. Biasanya Bellingham merentangkan tangan, Bellingham justru memberikan gestur minum-minum seperti mabuk.
Dilansir dari Tribuna, Bellingham diyakini menyerang balik media-media Spanyol. Sebabnya, Bellingham dirumorkan suka pesta di kelab-kelab malam Spanyol.
Hal itu juga yang diyakini bikin performa pemain asal Inggris itu menurun. Bellingham nggak ambil pusing soal gosip dirinya, malah ketawa-ketawa sambil berselebrasi mabuk-mabukan.
Perkembangan menarik lainnya adalah Vinicius Jr dan suporter Real Madrid sudah baikan. Sang winger tidak dicemooh lagi, tampil bagus dan dielukan lagi.
Sebelumnya, Vinicius Jr jadi sasaran kekesalan para suporter Real Madrid. Vini bikin drama dengan pelatih Xabi Alonso, yang kemudian Alonso kena pecat.
Vini juga belum perpanjang kontrak. Malah, Vini sempat lama puasa gol sampai belasan laga.
Vini pun tampak dingin saat menghadapi AS Monaco, dirinya tidak berselebrasi ke pinggir lapangan ketika bikin gol dan lebih memeluk Arda Guler yang kirim assist.
Arbeloa menegaskan kalau hubungan Vinicius dan suporter Real Madrid sudah baik-baik saja. Vini kembali dielukan namanya.
“Saya rasa, para suporter kini mendukung Vinicius lagi dan menyanyikan namanya. Bahkan ketika Vini bikin peluang dan ditepis kiper, suporter memberinya tepuk tangan. Vini adalah pemain muda, emosional dan butuh dukungan dari sekelilingnya. Dia bertalenta dan selalu bekerja keras,” jelas Arbeloa dilansir dari situs resmi UEFA.***
