Banjir Karawang Berlanjut, Ribuan Warga Terdampak

Kondisi banjir di Kabupaten Karawang masih berlangsung. Genangan air tercatat masih merendam 17 desa yang tersebar di enam kecamatan.

KARAWANG (LB)- Kondisi banjir di Kabupaten Karawang masih berlangsung. Genangan air tercatat masih merendam 17 desa yang tersebar di enam kecamatan. 

Jumlah tersebut berkurang dibandingkan sebelumnya, di mana banjir sempat melanda 30 desa di sejumlah kecamatan di Karawang.

Kapolres Karawang, AKBP Fiki N Ardiansyah menyampaikan, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terdapat tiga desa yang mengalami dampak paling parah akibat banjir.

“Dari total tersebut tiga desa terparah banjir adalah desa Karangligar Kecamatan Teluk Jambe Barat, desa Purwadana, dan desa Sukamakmur Kecamatan Teluk Jambe Timur,” ujar Fiki, Rabu (21/1).

Menurutnya, banjir dipicu oleh meluapnya Sungai Citarum dan Sungai Cibeet setelah intensitas hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut. Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan bervariasi, mulai dari setengah meter hingga hampir satu meter.

“Wilayah terdampak parah seperti desa Karangligar, ketinggian air dilaporkan mencapai kurang lebih 200 sentimeter atau sekitar 2 hingga 3 meter,” kata dia.

Fiki menjelaskan, pihaknya telah turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi warga, khususnya di desa Karangligar. Penanganan banjir dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, BPBD, pemerintah daerah, hingga relawan, termasuk dalam proses evakuasi dan pengamanan arus lalu lintas.

Sebanyak 500 personel dikerahkan dan ditempatkan di sejumlah lokasi rawan banjir. Upaya tersebut didukung unsur TNI, BPBD, serta relawan guna membantu evakuasi warga dan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

Selain itu, Polres Karawang juga menyalurkan 650 porsi makanan siap saji kepada korban banjir.

Tak hanya fokus pada evakuasi, tim kesehatan Polres Karawang turut melakukan patroli dan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang terdampak. Kapolres mengingatkan masyarakat untuk tetap siaga terhadap kemungkinan bertambahnya debit air Sungai Citarum, mengingat curah hujan masih tergolong tinggi.

Masyarakat juga diminta untuk mematuhi imbauan petugas demi menghindari risiko yang lebih besar.

Sementara itu, Pranata Humas Ahli BPBD Provinsi Jawa Barat, Hadi Rahmat, menyebut jumlah warga yang terdampak banjir mencapai ribuan orang. Sebagian di antaranya terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Sebanyak 3.887 warga terdampak banjir,” kata dia. BPBD mencatat sebanyak 1.282 warga saat ini berada di lokasi pengungsian sambil menunggu kondisi banjir berangsur surut. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *