Pemkab Tangerang Segera Perbaiki Jalan Rusak di Pakuhaji

Sejumlah pengendara melintas di jalan rusak d kawasan Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten.

KABUPATEN TANGERANG (LB)  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten, akan segera memperbaiki ruas Jalan Raya Pakuhaji yang rusak berat menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait dengan kerusakan akses jalan penghubung antar-kecamatan tersebut.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah di Tangerang, Selasa (20/1), mengatakan bahwa saat ini pihaknya akan segera melakukan perbaikan dengan panjang ruas jalan berat dua kilometer yang ditargetkan rampung 2026.
“Total panjang Jalan Raya Pakuhaji ini kan 8,41 kilometer, dan 6,41 kilometer ini sudah dilakukan perbaikan pada tahun lalu. Sisanya, 2 kilometer ini akan dilakukan perbaikan pada 2026 dengan anggaran murni,” terangnya.
Untuk perbaikan Jalan Raya Pakuahji ini memiliki panjang keseluruhan kurang lebih sekitar 8,41 kilometer, dan yang mengalami kerusakan berat hanya sepanjang dua kilometer.
Namun, dari total keseluruhan 8,41 kilometer tersebut sekitar 6,41 kilometer telah dilajukan perbaikan.
Selain Jalan Raya Pakuhaji, kata dia, di tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga akan melakukan perbaikan jalan di wilayah Kecamatan Sukadiri, tepatnya Jalan Raya Jati Talang yang menghubungkan Desa Buaran Jati, Gintung Pulo, dan Pulo Ceger.
Jalan tersebut memiliki panjang kurang lebih sekitar 7,8 kilometer dan yang mengalami kerusakan kurang lebih sekitar tiga kilometer.
“Di 2026 ini juga, kami akan melakukan perbaikan di Jalan Jati Talang yang panjang keseluruhan 7,8 kilometer, tetapi yang rusak hanya 3 kilometer. Insya Allah 2026 ini akan kita lakukan perbaikan semua,” katanya.
Ia berharap, dengan dilakukannya perbaikan akses jalan ini masyarakat dan para pelaku pengguna jalan diminta untuk menjaga jalan tersebut agar tidak cepat rusak.
“Dengan cara, merawat jalan agar tidak dilintasi kendaraan-kendaraan yang beratnya melebihi 8 ton, atau hanya kelas 3 C,” ujarnya.
Menurut dia, melalui perawatan tersebut jalan akan menjadi awet apabila hanya dilintasi kendaraan-kendaraan yang sesuai dengan kapasitas jalan. Apabila, melebihi kapasitasnya, maka umur jalan akan semakin pendek.
“Saya juga mengimbau kepada masyarakat dan para pengguna jalan. Agar, jalan tersebut dijaga dan dirawat secara bersama,” kata dia. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *