JAKARTA(LB)-Dunia kesehatan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk angka kematian bayi dan ibu. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap, angka kematian bayi dan ibu di Indonesia cukup besar.
Di Indonesia angka kematian bayi sendiri bisa mencapai 33 ribu per tahun. Dalam hal ini, berarti hampir sekitar empat bayi meninggal setiap jamnya.
“Jika angka kematian bayi kita sekitar 33 ribu per tahun, dibagi 365 hari dan 24 jam, maka setiap jam hampir empat bayi meninggal. Selama kita duduk dan berbicara satu jam, tiga bayi meninggal di Indonesia,” ujar Menkes baru baru ini.
Sementara untuk kasus angka kematian ibu mencapai sekitar 4.100 kasus per tahun. Dengan demikian, kemungkinan setiap dua jam, dua ibu bisa meninggal dunia.
“Dalam dua jam kita bicara seperti ini saja, ada dua ibu yang meninggal. Itu yang ingin saya kurangi,” sambungnya.
Untuk itu, program penguatan kesehatan ibu, bayi, hingga anak agar tidak terkena stunting menjadi salah satu yang difokuskan.
Dalam hal ini, pemerintah melihat peran industri juga sangat penting demi menjamin kesehatan ibu serta bayi agar sehat dan tidak alami stunting.
Salah satu program yang mendukung hal tersebut yakni pemberian multiple micronutrient supplement (MMS) bagi ibu hamil. Ini merupakan suplemen multivitamin lengkap yang khusus untuk ibu hamil, menggantikan Tablet Tambah Darah (TTD) konvensional, berisi 15 nutrisi penting.
“Dari penelitian MMS ini, ibu hamil nantinya gizinya jauh lebih baik. Kemudian, bayinya lahirnya juga lebih sehat, mengurangi bayi lahir yang pendek, dan juga mengurangi bayi lahir yang stunting,” ujarnya.
Mendukung program tersebut, Bayer memperkuat fasilitas manufaktur dan pusat risetnya di Bayer Supply Center Consumer Health Cimanggis, Depok. Perusahaan ini melakukan investasi besar guna meningkatkan kapasitas produksi, termasuk untuk MMS.
Head of Bayer Supply Center Consumer Health Cimanggis, Priscilla Silvan Prarizta, menyampaikan bahwa Bayer menginvestasikan 1,4 juta euro atau sekitar Rp 26 miliar untuk meningkatkan efisiensi produksi hingga 20 persen.
Saat ini, pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi mencapai 2,4 miliar tablet per tahun untuk pasar domestik dan global.
“Khusus untuk MMS, Pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis mampu memproduksi hingga 1.2 miliar tablet per tahun dalam kemasan botol dan blister,” ucap Priscilla.
Melalui sinergi antara pemerintah dan industri, berbagai langkah ini diharapkan mampu menekan angka kematian ibu dan bayi sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.
