Program pengembangan gandum di Jambi masih dalam tahap penentuan lokasi dan kesiapan bibit. Hal itu di sampaikan oleh Kepala Dinas TPHP Provinsi Jambi, Rumusdar, Senin (12/1).
KOTA JAMBI (LB)- Pemerintah Provinsi Jambi masih menunggu Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) pengembangan program gandum di Jambi, berdasarkan kesesuaian wilayah program tersebut akan dikembangkan di Kabupaten Kerinci dan Merangin.
“Kita kemarin ketika rapat koordinasi akhir tahun lalu ditargetkan menanam gandum dengan luas 200 hektare, namun sampai sekarang CPCL belum masuk,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi, Rumusdar di Jambi, Senin (12/1).
Menurut dia, pemerintah daerah telah menentukan dua wilayah sebagai kawasan pengembangan program gandum. Hal itu sesuai dengan keinginan Menteri Pertanian (Mentan) menjadikan Jambi salah satu pusat pengembangan.
Namun hingga sekarang, calon lokasi dan petani termasuk lahan percontohan untuk mengenalkan dan memperagakan teknik demonstration plot (demplot) belum ditentukan oleh pihak kementerian.
Lanjut Rumusdar, dari target tanam seluas 200 hektare, setidaknya dibutuhkan lahan uji coba minimal lima hectare. Uji coba itu akan dilakukan di daerah dataran tinggi.
Ia berharap program tersebut bisa segera dikembangkan, mendukung program ketahanan pangan nasional. Pengembangan gandum di proyek menyasar empat provinsi di sumatera, meliputi, Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Jambi.
Kementan saat ini memprioritaskan pengembangan tanaman gandum sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kementan mengidentifikasi gandum sebagai komoditas strategis yang memerlukan pengembangan intensif. Untuk mendukung rencana ini, kementerian telah mengirim delegasi ke Yordania dan Brasil untuk melakukan studi agro-iklim.
Selain itu, Kementan juga membangun kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi, industri, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), untuk mendukung penelitian dan pengembangan tanaman gandum. “Kita targetkan Jambi 200 hektare tapi kita coba di dua wilayah itu lima hektare, mudah-mudahan ini berhasil,” harapnya. *
