Warga Joglo Keluhkan Truk Kontainer Siang Hari di Jalan Sempit, Picu Macet

Truk yang jeblos di selokan air di Jalan Joglo Jakarta Barat Belum dievakuasi hingga 12 jam sejak pukul 7.00 WIB, Sabtu (10/1) hingga malam hari.

JAKARTA (LB)- Warga di sekitar Jalan Joglo Raya, Kembangan, Jakarta Barat, mengeluhkan maraknya truk kontainer berukuran besar yang melintas pada siang hari di jalan sempit tersebut. Keluhan menguat setelah sebuah truk kontainer terperosok ke selokan di dekat Gedung Stasiun Transmisi TVRI Jakarta pada Sabtu (10/1), yang memicu kemacetan parah hingga belasan jam.

Ikhsan (26), warga yang rumahnya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian, menilai ukuran kendaraan tidak sebanding dengan lebar jalan.

“Ini kan jalanan sempit. Kalau lewat ya abis jalannya, apalagi kalau papasan gitu sama mobil,” ujar Ikhsan, Minggu (11/1). Ia mengaku heran truk kontainer masih kerap melintas pada jam sibuk, saat aktivitas warga sedang padat.

“Pagi apa siang itu sering lewat, kemarin aja kan dari pagi. Harusnya kan setahu saya mah enggak boleh ya lewat jalan sempit begini, apalagi di jam sibuk,” ucapnya.

Ikhsan juga menceritakan kondisi kacau saat truk terperosok. Selain macet total, suara klakson kendaraan terdengar sepanjang hari. “Banyak yang klakson juga itu (waktu macet). Karena kekunci, dia pada mobil mau masuk dari belokan enggak bisa, harus gantian. Pas enggak dapet-dapet gantian akhirnya klakson, berisik,” kata Ikhsan.

Keluhan serupa disampaikan Sukri (40), pemilik bengkel yang berada tepat di depan lokasi truk terperosok. Ia mengaku khawatir melihat posisi truk yang miring dan hampir menyentuh atap rumahnya.

“Ya ngeri juga sih, takutnya dia makin jeblos apa gimana kan, takut ketimpa ke sini gitu, bahaya juga,” ujar Sukri.

Menurut Sukri, truk-truk kontainer tersebut diduga mengangkut barang dari kawasan industri Tangerang menuju Jakarta atau sebaliknya. “Ya heran sih, tapi udah sering. Selalu dari dulu mah, banyak. Emang pada lewat sini. Kayaknya ngangkut barang dari pabrik Tangerang kali ya,” ucapnya.

Ia menambahkan, meski tidak selalu macet parah, keberadaan truk besar membuat arus lalu lintas melambat karena kendaraan di belakang tak bisa menyalip.

“Kalau macet sih enggak separah kemarin pas jeblos. Tapi ya pelan-pelan paling jalannya, enggak bisa nyalip kan jalannya,” kata Sukri.
Warga berharap pemerintah segera menertibkan jalur lintasan truk kontainer di Jalan Joglo Raya.

Ikhsan menilai, tanpa pembatasan jam operasional atau larangan melintas, insiden serupa bisa terulang. “Jangan tunggu kayak kemarin dulu gitu kalau bisa mah,” ujarnya. Ia mengusulkan agar truk kontainer hanya melintas pada malam hari atau dialihkan ke jalan arteri yang lebih lebar.

“Harapannya sih semoga bisa ada jam operasionalnya lah. Harusnya kan ada ya, misalnya malam gitu. Kecuali kalau mau lewat jalan lain tuh lebih gede, mungkin boleh ya,” ucap Ikhsan.

Sebelumnya, truk kontainer berwarna hijau terperosok di Jalan Joglo Raya sejak Sabtu pagi dan baru berhasil dievakuasi tengah malam menggunakan crane. Akibat kejadian itu, lalu lintas dari dua arah tersendat hingga sekitar 150 meter. Kendaraan roda empat sempat berhenti total, sementara sepeda motor melintas perlahan melalui celah sempit. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *