Pramono: Vaksin Super Flu Belum Gratis, Warga Jakarta Harus Bayar

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu (11/1).

JAKARTA (LB)- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut vaksin influenza yang dapat mencegah penularan virus Influenza A (H3N2) subklade K atau super flu saat ini masih berbayar. Pramono menjelaskan, vaksin tersebut belum masuk dalam program vaksinasi pemerintah pusat sehingga masyarakat yang ingin divaksin harus menanggung biaya sendiri. “Bagi masyarakat yang ingin divaksin, memang vaksinnya masih vaksin berbayar, karena memang belum menjadi program dari pemerintah pusat. Tetapi itu bisa menjadi preventif (mencegah penularan super flu),” ujar Pramono di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu (11/1).

Meski demikian, Pramono memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus penularan super flu di Jakarta. Namun, ia telah meminta Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitwati untuk menyiapkan langkah pencegahan sejak dini.

“Saya sudah berkali-kali menyampaikan kepada Ibu Kepala Dinas Kesehatan, Bu Ani, untuk melakukan preventif, persiapan. Dan di Jakarta bisa melakukan itu,” kata Pramono.

“Jadi sekali lagi, untuk super flu sampai hari ini, Jakarta belum ditemukan dan mudah-mudahan tidak ditemukan,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitwati mengatakan vaksin influenza dapat digunakan sebagai upaya pencegahan terhadap virus Influenza A (H3N2) subklade K. Ia memastikan vaksin influenza tetap tersedia dan dapat diakses masyarakat di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit umum daerah (RSUD) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

 “Sebenarnya tidak ada khusus vaksin super flu tapi kita memang ada vaksin influenza. Vaksin influenza ini sudah lama ada dan bisa diberikan,” ujar Ani saat ditemui di Puskesmas Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (9/1).

Ani menegaskan vaksin influenza aman digunakan, namun belum masuk dalam program vaksinasi nasional sehingga masih berbayar.

“Bisa. Semua semua bisa mendapatkan itu tapi karena dia belum program jadi masih ada pembiayaan,” lanjut dia. Sementara itu, berdasarkan surveilans Kementerian Kesehatan hingga akhir Desember 2025, virus Influenza A (H3N2) subklade K telah terdeteksi di Indonesia. Tercatat sebanyak 62 kasus ditemukan di delapan provinsi, dengan sebaran terbanyak di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai peningkatan kasus influenza yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut. Julukan super flu muncul karena virus ini memiliki tingkat penularan yang cepat, terutama di wilayah bersuhu dingin. Penularan terjadi melalui droplet batuk, bersin, atau kontak langsung dengan cairan pernapasan orang yang terinfeksi. “Super flu ini muncul karena penularannya cepat, di mana satu orang bisa menularkan ke dua sampai tiga orang di sekitarnya,” ungkap Dr. dr. Nastiti Kaswandani Sp.A(K), anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi, Jumat (2/1). *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *