Terlihat tumpukan kayu dan material pasir berlumpur memenuhi aliran sungai Batang Toru di Dusun Mabang Pasir, Desa Muara Hutaraja Kecamatan Muara Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, pasca banjir bandang dan tanah longsor 25 November 2025, Minggu (4/1).
TAPSEL (LB)- Warga Dusun Mabang Pasir, Desa Muara Hutaraja, Kecamatan Muara Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, meminta pemerintah segera melakukan normalisasi aliran Sungai Batang Toru pascabanjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada 25 November 2025.
Bencana tersebut meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat setempat, dan trauma. Aktivitas sosial dan roda perekonomian warga terganggu akibat kondisi lingkungan yang belum pulih sepenuhnya.
Sebagian besar daerah aliran Sungai Batang Toru di Dusun Mabang Pasir sepanjang sekitar satu kilometer kini berubah menjadi daratan berupa pasir bercampur lumpur serta dipenuhi gelondongan kayu sisa banjir bandang.
Sekretaris Desa Muara Hutaraja, Sadam Simbolon, mengatakan sedimentasi parah dan tumpukan kayu di sungai menyebabkan air mudah meluap saat hujan turun. “Sungai kini dipenuhi sedimen. Ditambah tumpukan kayu-kayu, sehingga sedikit saja hujan sudah banjir,” katanya, Minggu (4/1).
Ia menyebutkan sekitar 120 kepala keluarga atau kurang lebih 350 jiwa bermukim di sepanjang daerah aliran Sungai Batang Toru di Dusun Mabang Pasir dan kini hidup dalam kecemasan.
“Pasca bencana, warga sudah jarang merasa nyaman karena air sungai sering meluap dan merendam rumah-rumah warga,” ujarnya.
Menurut Sadam, sedikitnya 10 rumah warga hancur akibat dahsyatnya banjir bandang. Untuk bertahan, warga sementara mengolah kayu-kayu gelondongan menjadi papan guna membangun kembali rumah yang rusak.
Sementara itu, pemerintah terus berupaya melakukan pemulihan pascabencana dengan memperbaiki berbagai infrastruktur yang rusak, meski warga berharap normalisasi sungai menjadi prioritas utama. Bencana banjir bandang di Tapanuli Selatan tersebut tercatat menewaskan sedikitnya 89 orang, sekitar 20 orang dinyatakan hilang, serta memaksa lebih dari seribu warga mengungsi dari tempat tinggal mereka. *
