QUITO(LB)- Polisi Ekuador menangkap dua tersangka penembakan bek Barcelona SC, Mario Pineida. Peristiwa penembakan itu terjadi saat Pineida tengah bersama pasangannya dan ibunya.
Pesepak bola berusia 33 tahun itu mengembuskan napas terakhir pada Rabu (17/12) lalu. Klub-klub dan penggemar sepak bola Amerika Latin pun berduka atas kematiannya.
Polisi mengatakan serangan penembakan itu terjadi di Samanes, utara Guayaquil, sekitar 265 kilometer barat daya ibu kota Ekuador, Quito.
Rekaman CCTV menunjukkan Pineida dan pasangannya semula meninggalkan toko daging. Kemudian keduanya ditembak dua pria.
Pineida bermain delapan pertandingan bagi Timnas Ekuador. Pertandingan terakhirnya untuk Ekuador adalah di Copa America 2021 sebagai pemain pengganti di akhir pertandingan babak penyisihan grup melawan Brasil.
Pada November 2025 lalu, pesepak bola berusia 16 tahun dari Independiente del Valle meninggal akibat peluru nyasar di Guayaquil.
Dua bulan sebelumnya, Maicol Valencia dan Leandro Yépez, pemain klub Exapromo Costa, serta Jonathan González dari klub 22 de Junio, juga tewas akibat luka tembak.
Rangkaian peristiwa ini menegaskan meningkatnya eskalasi kekerasan di Ekuador yang turut berdampak pada komunitas olahraga.
