PMI Kota Tangerang Siagakan Relawan di Wilayah Rawan Banjir

Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang sedang melakukan evakuasi warga terdampak banjir.

TANGERANG (LB)- Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang, Provinsi Banten menyiagakan posko tanggap darurat bencana dan relawan di sejumlah wilayah rawan banjir seperti di sekitar Kali Angke, Kali Ledug, Kali Sabi, hingga Sungai Cisadane.

“Mitigasi bencana sudah kita lakukan dengan berbagai lintas sektor dengan menyiapkan posko 24 jam khususnya di wilayah rawan banjir,” kata Ketua PMI Kota Tangerang, Oman Jumansyah di Tangerang, Jumat (19/12).

Kemudian PMI Kota Tangerang juga memastikan sejumlah unit armada evakuasi bencana dan kegawatdaruratan dalam kondisi 100 persen siap digunakan.
Beberapa armada evakuasi yang telah disiapkan seperti perahu karet, mobil ambulans, alat perlengkapan vertikal rescue sampai perlengkapan penanganan layanan kesehatan.

“Kami juga terus mengintensifkan koordinasi lintas sektor untuk memastikan pelayanan kegawatdaruratan sampai kemanusiaan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi selama musim penghujan yang diprediksi masih akan berlangsung sampai Maret nanti,” ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menyebutkan terdapat tiga wilayah kecamatan yang masuk dalam perhatian khusus terkait bencana banjir yakni Ciledug, Larangan, dan Karang Tengah.
Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar mengatakan ketiga wilayah yang masuk dalam wilayah timur Tangerang tersebut memang kerap dilanda banjir seperti luapan dari Kali Angke.

Maka itu Pemkot Tangerang telah memasukkan peta ketiga wilayah tersebut dapat atensi khusus dengan berbagai kegiatan penanganan banjir yang kini sedang dilakukan di antaranya normalisasi membersihkan sedimentasi.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin mengatakan telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi terkait peringatan dini BMKG yang memprediksi curah hujan di penghujung 2025 hingga awal 2026 berada di atas normal akibat anomali iklim global.

Sepanjang tahun ini tren banjir, genangan, dan angin kencang juga mengalami peningkatan signifikan. Sehingga Pemkot Tangerang pun mengambil langkah dengan penetapan status siaga darurat bencana. Ia menegaskan paradigma baru dalam penanganan kebencanaan, yakni Tangerang harus bergerak sebelum bencana datang, bukan setelahnya. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *