Ketum MATAKIN dan jajaran berfoto bersama Ketua FKUB Kabupaten Klaten dan jajaran di Kantor FKUB Klaten.
KLATEN (LB)–Ketua Umum MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) Xs. Budi S. Tanuwibowo berkesempatan mengunjungi Pusat Edukasi Umat Beragama di Kabupaten Klaten, dimana didalamnya berdiri enam rumah ibadah berdampingan termasuk kelenteng, yang merupakan rumah ibadah untuk umat Khonghucu, serta kantor FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama), pada Minggu (7/12/2025).
Dalam kunjungannya ke Klaten ini, Ketum MATAKIN ditemani oleh Plt Ketua MATAKIN Provinsi Jawa Tengah, Ws. Andi Gunawan Tjiok, Wakil Sekretaris Bidang Organisasi MATAKIN Dq. Heri Yuliyanto, Ketua DPN Pemuda Agama Khonghucu Indonesia, Dq. Aristya Angga Susanto, Ketua PAKIN Solo, Dq Tian, Khonghucu Klaten, Dq. Poerwaningsih dan suami, selama kunjungan Ketum MATAKIN dan jajaran.
Tiba di Grha Bung Karno sekitar pukul 14.00 WIB, kedatangan Ketum MATAKIN disambut oleh Ketua FKUB Kabupaten Klaten KH.Syamsuddin Asyrofi beserta jajaran, tak lama kemudian dilanjutkan dengan Silaturahmi dengan Pengurus FKUB Kabupaten Klaten.
Ketua Umum MATAKIN memberikan apresiasi atas adanya Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Klaten, yang di dalamnya berdiri pula Klenteng. Menurutnya pusat edukasi kerukunan umat beragama ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan nilai toleransi dan merawat kerukunan umat beragama masyarakat Klaten.

“Dengan adanya pusat edukasi kerukunan umat beragama di Klaten ini, diharapkan dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain untuk mewujudkan kerukunan dan kedamaian umat beragama,” ujarnya.
“Adanya patung Bung Karno seperti yang ada di Ende, dimana saat dalam pengasingan beliau memikirkan ide dasar Pancasila, kehadiran kebinekaan dalam wujud rumah ibadah seakan menggambarkan bahwa pada akhirnya ide persatuan dalam kebinekaan terwujud dalam kenyataan,” tambahnya.
Lebih lanjut Ketum Budi berharap keberadaan kelenteng ini tidak hanya sekedar simbol saja, tapi dapat segera digunakan untuk memfasilitasi kebutuhan spiritual umat Khonghucu di Klaten dan sekitarnya.
“Atas nama MATAKIN kami menaruh harapan, dengan adanya rumah ibadah bagi umat Khonghucu pertama dan satu-satunya di Klaten ini dapat memenuhi kebutuhan spiritual dan memberikan dampak positif bagi perkembangan umat Khonghucu di Kabupaten Klaten ini. Pengurus MATAKIN Pusat dan Jateng akan mengambil peran aktif terhadap keberadaan Klenteng yang ada di komplek Grha Bung Karno Klaten ini,” ujarnya.
Hal yang sama juga diungkakan, Plt Ketua MATAKIN Jawa Tengah, Ws. Andi Gunawan Tjiok, yang salut dan memberikan apresiasi yang tinggi akan adanya Kelenteng di Kabupaten Klaten, semoga dengan rumah ibadah ini, umat Khonghucu di Klaten dapat menjalankan ibadah dan kegiatan spiritual dengan nyaman dan tenang.

Sementara itu Ketua FKUB Kabupaten Klaten KH.Syamsuddin Asyrofi menyambut baik kunjungan silaturahmi dari Matakin Pusat dan Provinsi Jawa Tengah.
“Kami menyambut baik kunjungan silaturahmi dari Matakin Pusat dan Provinsi Jawa Tengah. keberadaan enam rumah ibadah berdampingan termasuk Kelenteng bagi umat Khonghucu di Kabupaten Klaten ini merupakan wujud nyata dari kerukunan dan toleransi antar umat beragama di Klaten” kata Syamsuddin.
Usai acara siaturahmi, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan kompleks rumah ibadah yang barada di kawasan Grha Bung Karno Klaten dan diakhiri dengan foto bersama di depan bangunan Kelenteng.
Sebelum berpisah, KH. Syamsuddin Asyrofi berhadap semoga dengan kunjungan ini dapat memperkuat hubungan antara umat beragama di Klaten dan mempromosikan kerukunan yang lebih baik.
Sebagai Informasi, Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama yang berada di kompleks Grha Bung Karno, Klaten, yang di dalamnya terdapat enam rumah ibadat umat beragama termasuk Kelenteng, telah diresmikan oleh Bupati Klaten, Sri Mulyani, pada Selasa, 14 Januari 2025. **
