Performa Mount Tak Pernah Diragukan MU

Mason Mount, Pemain Manchester United.

MANCHESTER – Mason Mount menjadi penentu kemenangan Manchester United (MU) atas Crystal Palace dalam lanjutan Liga Inggris di Selhurst Park, Minggu (30/11) malam WIB lalu. Pemain 26 tahun itu memang tak pernah diragukan Setan Merah.

Dalam laga itu, The Red Devils ketinggalan lebih dulu. MU kebobolan pada babak pertama akibat gol penalti Jean-Philippe Mateta. Tim asuhan Ruben Amorim itu membalas berkat gol Joshua Zirkzee dan Mount.

Mount mencetak gol dengan tendangan bebas. Itu merupakan kontribusi gol kedua Mount untuk kedua kali di musim ini.

Kapten MU, Bruno Fernandes, menegaskan bahwa MU dan semua rekan setimnya tak pernah meragukan kualitas Mount asal terbebas dari cedera.

“Itu tidak penting. Mason adalah pemain hebat dan memberi assist juga. Kualitas Mason tak pernah diragukan rekan-rekan setim. Terkadang, dia sedikit kesulitan mencatatkan gol-gol dan assist. Tapi, dia bekerja sangat keras untuk tim. Mason penting, dia kesulitan dengan cedera. Tapi, saat dia bisa bugar, dia pemain penting,” kata Bruno Fernandes di BBC.

Gol Mount tercipta berawal dari tendangan bebas yang dieksekusi dengan cepat oleh Fernandes. Alih-alih mengirim bola ke kotak penalti atau menembak langsung, kapten MU itu mengoper pendek kepada Mount yang kemudian menendang bola ke gawang.

Mount mengungkap bahwa skema itu baru diputuskan bersama Fernandes sesaat sebelum bola dieksekusi. Keputusan cepat itu diakui Mount juga membuat Palace terlambat mengantisipasi.

“Kami selalu ngobrol. Saya bilang kepadanya: ‘saya akan oper ke kamu’, dan dia bilang: ‘kamu di situ saja’, dan saya bilang: ‘kamu tembak’, karena jelas mataharinya menyulitkan dan merepotkan kami di babak pertama dengan bola-bola panjang dan saya kira itu akan sulit untuk Deano (Dean Henderson) untuk melihat bola di gawang,” ujar Mount seperti dilansir Manchester Evening News.

Pemain-pemain Palace tak menduga cara yang dilakukan Fernandes dan Mount. “Lalu dia bilang: ‘kamu di situ saja’ dan mengopernya dan Anda bisa lihat reaksi saya ketika menerimanya. Dia jelas mengatakannya tapi sangat cepat dan itulah kenapa itu juga membantu situasinya. Mereka (pemain Palace) tidak menduganya, mereka tidak melihat kami ngobrol, mereka terlambat bereaksi dan ini soal menemukan ruang kecil di pagar betis, sedikit gangguan dan kemudian menembak ke target,” kata Mount.

Mount datang ke MU dari Chelsea pada awal musim 2023/2024. Karena sering cedera, dia baru bermain sebanyak 58 kali di semua ajang dengan sumbangan enam gol.
Manchester United sudah menembus posisi tujuh besar klasemen Liga Inggris musim ini.

MU kini tercatat sudah mencetak 10 gol dari skema bola mati. Setan Merah menyamai catatan Arsenal di Premier League (tidak termasuk penalti).

Di sisi lain, Amorim tak mau berpuas diri, mau terus melakukan evaluasi. Dia menilai bahwa Fernandes dan kolega  masih bisa lebih baik saat membangun serangan. “Pada saat ini, saya hanya ingin mengevaluasi tim kami. Kami harus berkembang dan menciptakan variasi dalam hal kami membangun serangan, itu hal yang paling penting,” kata Amorim di BBC.

David Beckham menilai MU  mulai membaik di bawah asuhan Amorim.  

“Saya pikir ada tanda-tanda manajer akan membalikkan keadaan. Dia sudah mengubah beberapa hal dan kami mendapatkan beberapa hasil baik. Masih ada jalan panjang dan ada beberapa laga di mana kami tidak bermain bagus. Tapi, saya pikir kami mempunyai manajer bagus dan saya pikir dia pelan-pelan mengubah segalanya,” kata mantan pemain MU dan Real Madrid itu dilansir dari Daily Star.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *