AC Milan Bungkam Perlawanan Lazio

Selebrasi Rafael Leao usai mencetak gol ke gawang Lazio.

MILAN – AC Milan membungkam Lazio dengan skor 1-0 dalam lanjutan Liga Italia di San Siro, Minggu (30/11) dini hari WIB. AC Milan pun mengumpulkan 28 poin dari 13 laga. Sementara tetap dengan poin 18.

Lazio memberikan laga yang sulit. Baru dua menit, mereka sudah mengancam lewat sundulan Mario Gila yang dihalau Mike Maignan.

Pada menit ke-32, Lazio kembali memaksa Maignan menghalau bola melalui sepakan Mattia Zaccagni. Milan malah pada prosesnya menutup babak pertama tanpa satupun tembakan on target.

Tapi justru karena itu, Milan bisa kasih kejutan ke Lazio. Tembakan on target pertama pada menit ke-51, langsung jadi gol. Rafael Leao menyambut umpan silang Fikayo Tomori dan mencocornya ke gawang.

Drama besar terjadi di masa tambahan waktu. Wasit Giuseppe Collu dipanggil VAR untuk melakukan On-Field Review setelah dugaan handball di kotak penalti Milan. Namun sebelum keputusan diambil, kericuhan terjadi di area teknis kedua tim, membuat Massimiliano Allegri serta asisten pelatih Lazio, Marco Ianni, diusir keluar.

Pada akhirnya, penalti tidak diberikan karena tayangan VAR menunjukkan Adam Marusic terlebih dahulu melanggar Strahinja Pavlović sebelum terdapat dugaan handball.

Allegri menjelaskan apa yang membuat dirinya diusir. “Itu sedikit kacau di menit-menit akhir, dan tidak mudah bagi wasit membuat keputusan ketika dipanggil VAR. Saya hanya mengatakan, ‘Bagaimana bisa setiap kali dipimpin wasit ini selalu ada masalah?’ karena dia juga memimpin laga pertama kami melawan Cremonese. Lalu dia langsung mengusir saya. Dalam kekacauan seperti itu, wajar saja ia mengambil keputusan demikian, meski saya tidak bermaksud menyinggung,” ujar Allegri kepada Sky Sport Italia.

Allegri juga mengakui bahwa Milan mengalami kesulitan besar pada awal laga. “Kami kesulitan karena Lazio menekan sangat gencar. Ketika mereka menjaga intensitas itu, mereka menutup semua jalur umpan. Kalau memaksa, risikonya kehilangan bola, dan kami beberapa kali tidak mengelola itu dengan baik,” jelasnya.

Namun, ia mengaku situasi berubah setelah jeda. “Di babak kedua, tempo kami meningkat sementara tempo mereka menurun. Kami akhirnya mendapatkan beberapa peluang bagus selain gol Leao,” ujarnya

Sementara pihak Lazio menolak berbicara kepada media setelah akhir pertandingan. Kemarahan The Aquile atas keputusan ini mendorong mereka untuk melakukan bungkam pers, sehingga tidak ada pemain, pelatih, atau perwakilan klub yang berbicara kepada media setelah peluit akhir berbunyi.

Sebagai gantinya, mereka mengunggah rekaman insiden tersebut di media sosial mereka dengan pesan ini. “Kami mohon maaf tidak bisa hadir di ruang pers malam ini, tetapi biarkan gambar yang berbicara.” Keputusan itu menimbulkan banyak kontroversi, sehingga DAZN meminta pakar wasit, Luca Marelli untuk menjelaskan situasinya.

“Itu tidak mungkin penalti dari Pavlovic karena tiga alasan. Pertama, kedua pemain berada sangat dekat, kedua lengannya tidak bergerak ke arah bola, karena berada di belakang Pavlovic, jadi dia tidak mungkin melihatnya dan bereaksi secepat itu. Collu pada akhirnya membuat keputusan yang tepat dengan cara yang salah, karena mengatakan ada pelanggaran dari Marusic juga terlalu dibesar-besarkan,” ujar Marelli.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *