Pemain Juventus saat mengalahkan Cagliari.
TURIN – Juventus kembali ke jalur kemenangan di lanjutan Liga Italia. Bianconeri bangkit dari ketinggalan untuk mengalahkan Cagliari 2-1 dalam laga yang berlangsung di Allianz Stadium, Minggu (30/11) dinihari WIB. Kemenangan ini begitu penting bagi Juve.
Cagliari mampu mencetak gol duluan lewat Sebastiano Esposito pada menit ke-26. Namun, keunggulan itu tak bertahan lama usai Juventus menyamakan kedudukan kurang dari semenit lewat Kenan Yildiz. Lantas Yildiz mencetak gol lewat serangan cepat dengan sontekan kaki kanannya pada menit ke-45+1.
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengakui timnya tidak memulai pertandingan dengan keberanian yang cukup. Ia menilai para pemainnya baru menunjukkan performa optimal setelah gol pertama tercipta.
“Kami memasuki lapangan dengan terlalu pasif dan hanya melakukan hal-hal dasar. Kami memiliki pemain berkualitas, dan dari pelatih pun Anda pasti mengharapkan lebih,” ujar Spalletti kepada DAZN.
Ia menegaskan tim baru menyadari potensi sesungguhnya setelah menciptakan peluang berbahaya pertama. “Ketika Anda mulai menempatkan diri dalam posisi untuk mencetak gol, Anda akan mengerti bahwa sebelumnya Anda bisa melakukan banyak hal dengan cara berbeda,” kata Spalletti.
Ia juga membeberkan resepnya yang membuat Yildiz tampil memesona. Berkat brace atau dua golnya itu, winger asal Turkiye dianugerahi sebagai pemain terbaik pertandingan atau man of the match. “Kenan punya kualitas seorang juara. Dia menciptakan kemenangan bagi kami dari ketiadaan,” ujar Spalletti.
Di laga ini, pelatih yang pernah menukangi AS Roma itu memilih memainkan Yildiz di posisi free role. Peran ini dirasa Spalletti membuatnya bisa bermain lebih leluasa, baik untuk menciptakan peluang ataupun bergerak mencari ruang untuk mencetak gol.
“Saya mencoba membuatnya sebebas mungkin. Formasi juga dimulai dari kebutuhan untuk membiarkannya sedikit bebas untuk berkreasi dan bergerak. Dia berada di level atas, dia ekstra top,” pungkasnya.***
