HONG KONG(LB)-Sedikitnya 44 orang dilaporkan tewas, sementara 279 lainnya masih hilang dalam insiden hebat yang melanda sebuah kompleks perumahan di distrik Tai Po, New Territories, Hong Kong pada Rabu (26/11).
Dikutip dari 9News, Kamis (27/11), api mulai berkobar pada Rabu sore dari perancah eksternal di sebuah menara setinggi 32 lantai sebelum merambat dengan cepat ke bagian dalam bangunan dan gedung-gedung di sekitarnya.
Kondisi berangin diduga memperburuk penyebaran api. Saat malam tiba, kobaran api besar terlihat keluar dari jendela, sementara asap pekat menyelimuti kawasan.
Hingga Kamis (27/11) pagi, petugas berhasil memadamkan api di tiga gedung, namun empat gedung lainnya masih menunjukkan titik api. Kepala Eksekutif Hong Kong John Lee mengatakan bahwa polisi dan pemadam kebakaran telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki penyebab kebakaran, termasuk kemungkinan unsur kriminal.
“Karena suhu ekstrem di dalam beberapa gedung, kami belum bisa menjangkau penghuni yang terjebak,” kata Derek Armstrong Chan, Wakil Direktur Operasi Dinas Pemadam Kebakaran.
Lebih dari 900 warga dievakuasi ke tempat penampungan sementara. Kompleks Wang Fuk Court sendiri memiliki delapan blok dengan hampir 2.000 unit apartemen dan menampung sekitar 4.800 penduduk.
Sebanyak 128 truk pemadam dan 57 ambulans dikerahkan untuk memadamkan api dan mengevakuasi korban. Seorang petugas pemadam kebakaran berusia 37 tahun turut menjadi korban tewas, sementara satu lainnya mengalami kelelahan akibat suhu tinggi.
Presiden Tiongkok Xi Jinping menyampaikan belasungkawa dan menyerukan upaya maksimal untuk meminimalkan korban.
Kebakaran ini menjadi yang paling mematikan sejak 1996, ketika 41 orang meninggal dalam kebakaran sebuah gedung komersial di Kowloon. Hingga saat ini sudah ada tiga orang laki-laki yang ditetapkan sebagai tersangka dalam insiden tersebut.
Sementara itu, Kepolisian Hong Kong telah menangkap tiga pria dari sebuah perusahaan konstruksi atas tuduhan pembunuhan, setelah kebakaran besar di kompleks apartemen perumahan Wang Fuk Court.
Polisi mengatakan, bahwa api menyebar karena perancah dan bahan busa yang tidak aman digunakan selama pekerjaan pemeliharaan.
Polisi mengatakan, selain gedung yang ditutupi jaring pelindung dan plastik yang tidak memenuhi standar kebakaran, mereka menemukan beberapa jendela pada satu gedung yang tidak terdampak disegel dengan bahan busa. Bahan ini dipasang oleh perusahaan konstruksi yang melaksanakan pekerjaan pemeliharaan.
“Kami punya alasan untuk meyakini bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab atas perusahaan tersebut sangat lalai, yang menyebabkan kecelakaan ini dan menyebabkan kebakaran menyebar tak terkendali, yang mengakibatkan banyak korban jiwa,” ujar Eileen Chung, kepala polisi Hong Kong, seperti dikutip Channel News Asia, Kamis, (27/11). t
