Kegembiraan skuad Newcastle United usai meraih juara Carabao Cup 2025 dengan mengalahkan Liverpool.
LONDON – Newcastle United meraih trofi Carabao Cup (Piala Liga Inggris) 2025 usai mengalahkan Liverpool 2-1 pada babak final yang berlangsung di Stadion Wembley, London, Minggu (16/3) malam WIB.
Laga final berlangsung seru. The Magpies membuka keunggulan di menit ke-45 lewat Dan Burn. Newcastle menggandakan keunggulan selepas jeda dari gol Alexander Isak di menit ke-52. Liverpool hanya bisa membalas satu gol lewat Federico Chiesa di menit ke-90+5.
Manajer Newcastle Eddie Howe mengaku sangat emosional dapat mengakhiri ‘penderitaan’ timnya yang tanpa trofi apa pun selama 56 tahun. Ini adalah trofi utama pertama Newcastle sejak Piala Inter-Cities Fairs 1969 dan trofi domestik penting pertama mereka sejak mengangkat Piala FA 70 tahun lalu pada 1955.
“Sejujurnya, saya emosional sepanjang hari, yang sangat tidak seperti saya di hari pertandingan. Kami sangat ingin mencoba dan memenangkan trofi setelah bertahun-tahun menderita. Kami sedang merintis jalan baru, saya pikir kami luar biasa,” kata Howe yang juga mengantarkan Newcastle ke final Piala Liga dua tahun lalu melawan Manchester United dikutip dari laman klub.
Kemenangan ini membuat Howe menjadi manajer Inggris pertama yang memenangkan trofi domestik di Inggris sejak Harry Redknapp mengangkat Piala FA 2008 bersama Portsmouth.
“Saya sangat senang bukan hanya dengan hasilnya, tetapi juga dengan penampilannya. Saya pikir kami pantas menang di laga ini. Sulit ketika Liverpool mencetak gol. Saya berpikir tentang perpanjangan waktu. Kami selalu mempersulit diri sendiri, skor tidak akan pernah menjadi 2-0,” kata Howe.
Howe mengakui di pertandingan itu ia tidak memperlihatkan kekuatan The Magpies sepenuhnya karena untuk menyimpan beberapa kejutan di final Piala Liga. “Kami tidak ingin menunjukkan kartu kami ketika kami melawan mereka beberapa minggu lalu, kami masih ingin memenangkan pertandingan itu, kami hanya melakukannya dengan cara yang berbeda,” demikian pria 47 tahun itu.
Bek Newcastle United Dan Burn merasa dirinya masih bermimpi setelah mencetak satu gol di laga itu. “Saya pernah mengalami minggu-minggu yang lebih buruk. Saya tidak ingin tidur karena saya merasa seperti sedang bermimpi dan itu semua akan menjadi kebohongan. Saya tidak banyak mengalaminya jadi saya menyimpannya untuk acara besar. Saya merasa aneh, saya merasa mati rasa saat ini,” kata Burn dikutip dari laman resmi Liga Inggris,.
Pada pertandingan ini, Burn membuat Newcastle mencetak gol melalui sundulannya. Ini juga menjadi hari yang istimewa bagi Burn setelah tak lama ia mendapatkan panggilan pertama dari timnas Inggris yang dipimpin Thomas Tuchel. “Saya akan menjadi yang pertama di sana (di latihan Inggris) pukul 8!” kata Burn.
Di laga itu pasukan Arne Slot sebenarnya lebih banyak menguasai bola. Tapi mereka kesulitan menciptakan ancaman serius, dengan hanya dua sepakan on target berbanding enam milik Newcastle.
Liverpool kewalahan menghadapi permainan fisik Newcastle. Salah satu tandanya adalah Newcastle lebih banyak memenangi duel udara, 17 berbanding delapan punya Liverpool.
Slot tak sepakat kalau timnya dianggap kalah agresif atau kurang gigih dalam berlari. Ia menilai timnya memang terseret dalam permainan khas Newcastle. “Ini adalah laga yang berjalan sesuai keinginan mereka. Mereka punya energi ekstra tepat sebelum turun minum dengan gol yang mungkin layak mereka dapatkan kerena lebih mengancam ketimbang kami,” kata Slot dikutip Liverpool Echo.
Manajer asal Belanda itu juga mengakui tim lawan punya keunggulan. “Kami kalah permainan dalam gaya mereka, itu benar. Itu yang dinamakan kalah dalam permainan, mereka memenangi duel lebih banyak dari kami. Newcastle berhak menang karena laga berjalan sesuai keinginan mereka. Bukannya kami cuma lari mengejar mereka ya, kami harus banyak bertahan dari bola-bola panjang dan bola-bola kedua, itu kekuatan mereka. Saya tak merasa mereka punya rasa lapar lebih besar,” urainya.
Aspek lain yang jadi kunci kemenangan Newcastle adalah permainan direct untuk melewati pressing Liverpool. Slot pun mengakui lawannya itu punya rencana yang bagus dan memaksimalkan kekuatan.
“Laga ini hanya berkaitan dengan duel-duel dan sama sekali tak ada intensitas dalam hal lari. Anda juga tak bisa menilai apakah kami kelelahan. Kami tak bisa menekan mereka. Anda bisa menilai sebuah tim kalau mereka lelah saat menekan balik lawan, tapi tidak ada yang bisa ditekan karena mereka melewati tekanan kami,” ujarnya.***
